PRABU-PL Mengutuk Keras, Tindakan Oknum Marbot dan Guru Ngaji Mencabuli Anak Dibawah Umur di Masjid Bekasi

0
306
BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Tindakan seorang guru ngaji di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, memperkosa muridnya yang berusia 15 tahun berkali-kali di dalam masjid. Pelaku bernama Ujang Beni Ambari (41).
Mendapatkan kecaman keras dari Ketua
Persatuan Pemuda Burangkeng Peduli Lingkungan (PRABU-PL) Carsa Hamdani. Melalui press release kepada MediaGaruda.Co.Id, Senin tanggal 17 Mei 2021 malam ini, menyatakan mengutuk keras atas tindakan oknum marbot dan guru ngaji itu sangat biadab tersebut.
“dan telah mencoreng nama baik marbot dan guru ngaji di Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi yang memang mereka benar-benar sedang berjuang dan mengemban amanah agama Islam,” tegasnya.
Carsa menegaskan, anggota PRABU-PL sudah sekian lama telah mengamati lingkungan itu dimana  ada masjid lokasi praktek bejad tersebut, berada didepan sebuah perusahaan.
“Lokasi tersebut memang terlihat introvet/ atau tidak membuka ruang dan kurang welcome dengan masyarakat sekitar, sehingga kegiatan-kegiatan disitu, kami sebagai masyarakat Desa Burangkeng tidak dapat memantau,” Ungkap Carsa.
Banyak warga yang menyampaikan kepada anggota dan pengurus PRABU-PL, bahwa selama ini diduga disitu ada oknum yang membackup,
“namun kami sebagai komunitas Pemuda Burangkeng yang peduli lingkungan sedang menggali dan mencari bukti-bukti kuat tentang maksud dan tujuan ketertutupan lokasi tersebut,
“yang sampai pada akhirnya kami mendapat berita, bahwa seorang oknum guru ngaji nekat menyetubuhi anak muridnya yang berusia 15 tahun di Kampung Ciyosog RT. 003 RW 002, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada Rabu 12 Mei 2021.
Sebagaimana diberitakan media, tersangka oknum marbot dan guru ngaji  UBA (41) tersebut, selama ini berprofesi sebagai guru ngaji dan marbot masjid itu menyetubuhi korban yang duduk dibangku kelas 3 SMA selama lima kali.
“Aksi biadab yang dilakukan tersangka yang tega menyetubuhi anak didiknya tersebut  informasinya dilakukan di lingkungan masjid tempat belajar dan mengaji yang mana tersangka UBA juga berstatus sebagai guru ngaji di Masjid Al Hadid Desa Burangkeng,” kata Carsa.

Berdasarkan berita media, pemerkosaan itu terjadi di kamar marbut di dalam masjid di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, pada 11 Mei 2021. Mulanya, pelaku datang ke rumah korban pada pukul 00.00 WIB.

“Kan Ujang sebagai marbut dan pengajar ngaji, (korban) dijemput dan langsung (diantar) ke masjid,” ujar Kanit Reskrim Polsek Setu Iptu Kukuh Setio Utomo ketika dihubungi detikcom, Senin (17/5/2021).

Selama di perjalanan, korban diiming-imingi akan diberi mukena dan uang Rp 400 ribu. Setelah itu, korban dibawa ke dalam kamar marbut di dalam masjid.

“(Pencabulan terjadi) di dalam masjid, ada kamar, samping mimbar,” terang Kukuh.

Aksi pelaku terbongkar saat korban pulang ke rumahnya. Kakak korban curiga karena korban pulang pukul 01.00 WIB dan tanpa mengenakan pakaian dalam.

Korban kemudian bercerita kepada kakaknya terkait aksi pencabulan yang dilakukan guru ngajinya. Kakak korban langsung melaporkannya ke polisi.

Mendapatkan laporan dari kakak korban, polisi bergerak mengejar pelaku. Pelaku pun ditangkap. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa pelaku memperkosa korban berkali-kali.

“Empat kali di kamar dalam masjid, satu kali di kebun. Pas pertama kali (pemerkosaan) dikasih duit Rp 50 ribu, kalau dia menolak (dicabuli) ‘Ya sudah kamu urusin anak-anak ngajinya, saya mau pulang’. Ancamannya begitu,”ungkap Kukuh.

“Korban depresi. Saya kan hubungi kakaknya sebagai pelapor, masih depresi, kalau ditanya sering nangis,” lanjutnya.

(Detik.com/Red). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here