Reses Dewan PKB Kota Bekasi, Dihadiri Warga dan Para Ulama

0
25

BEKASI, MediaGaruda.co.id – Reses anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Bekasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ahmad Ustuchri,SE diisi dengan jaringan aspirasi dan buka bersama di Pondok Pesantren An-Nur, Kali Abang Nangka, Kelurahan Perwira, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Jum’at (7/5/2021).

Pada kegiatan reses itu, juga tampak hadir warga masyarakat dari Bekasi Utara dan Pimpinan Pusat, Kota Bekasi dan Tingkat Kecamatan, Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah, Jam’iyyah Ahl al-Ṭarīqah al-Mu’tabarah al-Nahḍiyyah atau disingkat JATMAN yang dipimpin Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya.
JATMAN sendiri adalah sebuah organisasi keagamaan Indonesia yang para anggotanya berfokus pada penerapan ajaran-ajaran tarekat.
Pada reses itu, juga dilakukan ramah tamah dan jaringan aspirasi dari warga Bekasi Utara Kota Bekasi dan para ulama, tentang bagaimana Kota Bekasi bisa mencapai visi dan misinya yakni “Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan”.
Ahmad Ustuchri,SE anggota DPRD PKB Kota Bekasi yang juga Pimpinan Pondok Pesantren An-Nur seusai acara reses dan buka bersama tadi, kepada MediaGaruda.Co.Id pertama menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran warga dan para ulama se Kota Bekasi yang hadir pada acara resesnya.
Kedua, menyatakan terima kasih atas berbagai aspirasi yang disampaikan tadi.
“InsyaAllah semua aspirasi warga, kami tampung dan disampaikan kepada pihak dinas terkait,” Ungkapnya.
Ketiga kehadiran para alim ulama, pada hari ini juga menunjukkan PKB di Kota Bekasi, masih menjadi cendela aspirasi politiknya ulama.
“Kami tentu sangat menghormati para alim ulama yang tergabung dalam wadah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah, Jam’iyyah Ahl al-Ṭarīqah al-Mu’tabarah al-Nahḍiyyah yang dipimpin guru kami, Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya,”
Ungkapnya.
Sementara itu, KH Ahmad Sauki, Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah, Jam’iyyah Ahl al-Ṭarīqah al-Mu’tabarah al-Nahḍiyyah atau JATMAN kepada MediaGaruda.Co.Id, menyatakan saat ini kepengurusan JATMAN sudah terbentuk di 12 kecamatan se Kota Bekasi.
Program kerja kami, yaitu akan membangun Tharekat Centre diatas lahan wakaf di wilayah Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.
“Selain itu, Pengurus JATMAN Kota Bekasi juga akan menghadiri Muktamar JATMAN mendatang,” Ungkapnya.
Sebagaimana diketahui bahwa Nahdlatul Ulama memiliki banyak badan otonom, di antaranya adalah JATMAN, singkatan dari Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah. Badan otonom ini beranggotakan tarekat-tarekat muktabarah di Indonesia.
Organisasi ini didirikan pada Juli 1979 M bertepatan dengan Rajab 1399 H. Secara harfiah, Jam’iyyah Ahlith Thariqah aI-Muktabarah an-Nahdliyah berarti perkumpulan para pengamal tarekat muktabarah NU.  Cikal bakal organisasi dibentuk di Jombang dengan nama Tarekat Nahdlatul Ulama yang diprakarsai oleh KH Muhammad Baidlowi, pemimpin NU di Jombang. Pendirian Tarekat Nahdlatul Ulama ditandatangani Muhammad Baidlowi, Najib Wahab, dan Khatib. Organisasi ini kemudian dibawa ke Muktamar ke-26 NU di Semarang pada 1979. Di dalam Muktamar, para sesepuh tarekat seperti KH Muslih Abdul Rahman, KH Turaichan Adjuri, KH Adlan Ali mengajukan usul pada sidang pleno Syuriyah PBNU agar jam’iyah tarekat tetap satu langkah dan satu posisi dengan Ahlussunnah wal Jama’ah. Kemudian, lahirlah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah melalui Surat Keputusan PBNU nomor 137/Syur.PB/V/1980.
Sebelumnya, pada tahun 1957 M (Rajab 1399 H), para kiai NU telah mendirikan Jam’iyah Ahli Thariqah AI-Muktabarah yang bertujuan memayungi semua tarekat yang digolongkan sebagai tarekat muktabarah. Pendirian organisasi baru dengan menambahkan kata ”an-Nahdliyah” tersebut disertai dua alasan. Pertama, para pengamalnya selalu tergerak untuk melaksanakan ibadah dan dzikir kepada Allah SWT dengan mengikuti haluan Ahlussunnah wal Jamaah dan mazhab empat, mengamalkan ajaran tasawuf dari para ulama salafush shalih, serta berperan aktif dalam pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  Kedua, kata “an-Nahdliyah” juga dimaksudkan untuk membedakan diri dengan organisasi serupa yang bukan nahdliyah, artinya yang bukan termasuk dalam badan otonom NU.
Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya terpilih kembali menjadi Rais Am JATMAN periode 2017-2022. Keputusan tersebut menjadi hasil Muktamar ke-12 dan Halaqah Ulama Thariqah Internasional ke-2 Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
 (NU Online/Republika/Red) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here