Harapan Warga Kepada Presiden Jokowi, Agar Dapat Membersihkan Mental Bobrok Pegawai Pemkab Bekasi

0
21

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Rencana kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu tanggal 24 Februari 2021 hari ini ke wilayah Kabupaten Bekasi. Dalam rangka menengok warga korban banjir di Kabupaten Bekasi, ternyata mendapat respons positif banyak warga masyarakat.

Kenapa? Karena disaat ramai berita kontroversial terkait perilaku para pejabat, di Kabupaten Bekasi yang diduga kurang empati terhadap warganya yang sedang terkena musibah banjir. Karena, berperilaku yang diduga kurang simpati.
“Semoga kunjungan Bapak Presiden Jokowi hari ini, dapat merubah image negatif, soal diduga kurang hadirnya negara pada saat rakyat menderita karena musibah banjir, seperti ini, “kata Ny. Zhaza salah satu warga, Kabupaten Bekasi kepada MediaGaruda.co.id, Rabu (24/2/2021) malam.
Ny. Zhaza mengaku tinggal di Kota Bekasi sejak pengantin baru bersama suaminya, pada tahun 1990. Dan hingga kini, memiliki putri dan putra, 5 orang yang sudah menginjak dewasa. Pada tanggal 20 Desember 2019 lalu, mulai menempati rumah barunya di salah satu Perumahan di Kabupaten Bekasi.
Pada awal Februari 2021 bulan ini, kata Ny. Zhaza, suaminya mengurus kepindahan Kartu Keluarga (KK) dari Kota Bekasi ke Kabupaten Bekasi. Selama tiga hari data KK, sudah pindah dari Komputer Ducapil Kota Bekasi ke Komputer Ducapil Kabupaten Bekasi. Sehingga langkah selanjutnya, adalah mencetak KK dan KTP, di kantor salah satu Kecamatan tempat tinggalnya di Kabupaten Bekasi.
“Alhamdulillah Kartu Keluarga sudah jadi, tetapi untuk mencetak E-KTP Kabupaten Bekasi, ampun.. sampai hari ini belum jadi-jadi. Banyak banget alasan yang tidak masuk akal disampaikan oleh pegawai Kecamatan, baik yang berstatus honorer, maupun yang ASN.
Dari mulai permintaan, melampirkan photo copy KTP lama pemohon dari setiap keluarganya, jika ingin mendapatkan E-KTP baru Kabupaten Bekasi. Sampai alasan blanko E-KTP di Kecamatan kosong.
Dan sejak mengajukan permohonan, sampai jadi mesti menunggu berhari-hari dan tidak jelas kapan jadinya.
“Padahal kan sekarang ini, tidak pernah terjadi blako E-KTP kosong, karena kebijakan terbaru Pemerintah Pusat.
“Bayangin kalau suami saya, yang mantan aktivis saja, hanya memohon cetak E-KTP baru Kabupaten Bekasi, dipersulit dengan berbagai alasan yang tidak masuk akal seperti ini, bagaimana jika yang mengurus kepindahan E-KTP, adalah rakyat biasa?, “tanya Ny. Zhaza.
“Karena itu, jika benar hari ini Bapak Presiden Jokowi berkunjung menengok warga korban banjir Kabupaten Bekasi.
“Tolong Pak Jokowi, kunjungi Kecamatan-Kecamatan di Kabupaten Bekasi secara diam-diam, agar Bapak Jokowi bisa memperbaiki mental buruk para pegawai Kecamatan-Kecamatan di Kabupaten Bekasi ini,”harap Ny. Zhaza.
Ditempat terpisah, remaja putri yang mengaku memiliki nama panggilan Ziah, pernah aktif di organisasi KNPI dan Karang Taruna Bekasi, membenarkan soal dugaan mental bobrok pegawai pelayanan Kabupaten Bekasi, seperti, apa yang disampaikan oleh Ny.Zhaza diatas.
Termasuk soal banyaknya calo-calo yang bergentayangan setiap hari di Kecamatan-Kecamatan di Kabupaten Bekasi. Juga menjadi alasan, kenapa, pegawai Kecamatan-Kecamatan Kabupaten Bekasi berperilaku buruk, dan tak takut dipecat.
“Yang jelas slogan Bekasi Baru, Bekasi Bersih, yang dimaksud bersih dari korupsi dan bersih dari pungli, serta kantor Kecamatan dan Kantor Pelayanan Publik di Kabupaten Bekasi, bebas dari calo yang bebas berkeliaran. Itu diduga cuma omong kosong alias pembohongan publik,” kata Ziah, alumni Perguruan Tinggi Negeri dan Pernah Menjadi Pengurus KMNU di kampus nya itu.
(MG-018/Red) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here