KAWALI Nasional Gelar Webinar “Dampak Kecelakaan Kasus Sorik Merapi & Keberlangsungan Kedaulatan Energi Bersih di Indonesia dan Energi Terbarukan Sebagai Solusi Masa Depan”

0
46

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Koalisi Kawali Indonesia Lestari (KAWALI) nasional menyelenggarakan webinar pada hari Rabu 10 Februari 2021 hingga Kamis 11 Februari 2021 lalu. dengan mengambil thema “Dampak Kecelakaan Kasus Sorik Merapi & Keberlangsungan Kedaulatan Energi Bersih di Indonesia dan Energi Terbarukan Sebagai Solusi Masa Depan”.

Fatmata Juliansya, staff advokasi KAWALI Nasional dalam press release tertulis yang diterima Redaksi MediaGaruda.Co.Id menjelaskan, Koalisi Kawali Indonesia Lestari (KAWALI) menyatakan webinar dengan mengambil thema “Dampak Kecelakaan Kasus Sorik Merapi & Keberlangsungan Kedaulatan Energi Bersih di Indonesia dan Energi Terbarukan Sebagai Solusi Masa Depan” .

Fatmata melanjutkan, dari webinar tersebut dapat diambil kesimpulan, bahwa geothermal energy atau energi panas bumi merupakan salah satu kekayaan besar yang dimiliki oleh Indonesia karena negara Indonesia terletak diantara Ring of Fire, yaitu dikelilingi oleh gunung – gunung berapi yang aktif, sehingga berpotensi pada panas buminya.

“Namun pemanfaatan geothermal di Indonesia masih banyak mengalami penolakan karena
dianggap berbahaya dan hanya menguntungkan kepentingan pihak tertentu, terlebih pada saat adanya kasus PT.Sorik Merapi yang merenggut 5 korban jiwa,, beberapa waktu lalu, ” kata Fatmata.

Mengenai kasus Sorik Merapi berdasarkan investigasi yang dilakukan oleh KAWALI Provinsi Sumatera Utara, hal tersebut diduga merupakan kelalaian dari pihak perusahaan. Karena pada saat peristiwa terjadi, diduga tidak ada pemberitahuan kepada masyarakat bahwa pada tanggal 25 Januari 2021 akan dilakukan pengeboran.

Melainkan masyarakat diberi himbauan pada tanggal 22 Januari 2021, bahwa akan dilaksanakannya kegiatan tersebut pada tgl 24 Januari 2021, namun pada tanggal tersebut, kegiatan tidak dilakukan dan tidak ada pemberitahuan lebih lanjut mengenai hal itu.

Pada tanggal 25 Januari 2021 tidak juga ada himbauan, sehingga pada tanggal tersebut masyarakat sekitar turun ke lading, namun ternyata pada tanggal tersebut kegiatan pengeboran dilakukan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu,

“sehingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan korban di rawat di rumah sakit. Pada saat terjadinya kecelakaan kerja berupa kebocoran gas beracun tersebut, di lapangan tidak terdapat safety warning berupa sirene, windsock, ataupun hal serupa, “ungkap Fatmata.

Kelemahan pada sistem keamanan dan kurangnya koordinasi kepada masyarakat juga diduga menjadi penyebab, terjadinya kecelakaan kerja yang menyebabkan timbulnya korban jiwa ini, selain daripada ketidakadaan SOP stimulasi sumur.

Namun mengenai peristiwa yang terjadi oleh karena PT Sorik Merapi tidak dapat dipukul rata
bahwa seluruh kegiatan yang berkaitan dengan geothermal merupakan kegiatan yang
membahayakan.

Mengingat bahwa geothermal telah dikembangkan selama hampir 100 tahun, dan dikelola dengan sangat baik, serta minimnya kecelakaan kerja oleh BUMN seperti PT.Geodipa energy, Pertamina Geothermal eEnergy, dan PLTP Gunung Salak yang berprestasi meraih proper gold di KLHK.

“Hal itu dikarenakan sistem kepemimpinan dan keselamatan kerja yang dijadikan point utama oleh penyelenggara usaha tersebut,” pesan Fatmata

Sebagaimana diketahui bahwa, geothermal merupakan energi terbarukan yang ramah lingkungan karena berasal dari panas bumi yang mana pada saat menjalankan proses pengembangan dan pembuatan, tenaga panas bumi sepenuhnya bebas dari emisi dan dapat digunakan serta dimanfaatkan dlam jangka panjang.

Mengingat bahwa telah terbatasnya sumber daya fosil yang dimanfaatkan untuk pembangkit listrik, maka pemanfaatan panas bumi sebagai sumber daya alternative perlu dikembangkankan untuk keberlangsungan kehidupan di Indonesia, terlebih geothermal merupakan energi yang ramah lingkungan.

Pada kesimpulannya, menurut KAWALI energi geothermal merupakan energi alternatif yang dapat menguntungkan masyarakat dan berbagai pihak karena dapat dimanfaatkan jangka panjang dan ramah lingkungan.

Namun, mengenai kasus sorik merapi yang sangat serius dan sangat meresahkan tersebut agar tidak disamaratakan dengan pengembang energi geothermal lainnya, karena hal tersebut adalah murni kelalaian dan kesalahan perusahaan.

“Artinya adalah bukan energi geothermal yang seharusnya dihentikan, namun perusahaan tersebut yang seharusnya bertanggungjawab atas kelalaiannya, “kata Fatmata

Kemudian setelah merangkum point pada webinar tersebut, sampailah pada point tuntutan dan rekomendasi yang akan diajukan oleh KAWALI Dari hasil webinar tersebut.

Diantaranya :

1. Meminta pemerintah (direktorat EBTKE) untuk dengan serius mengawal kasus Sorik Merapi yang juga menjadi kasus sangat serius mengingat telah jatuhnya korban jiwa. 

2. Mendorong PT Sorik Merapi untuk melaksanakan pertanggungjawabannya kepada
keluarga korban. 

3. Meminta pemerintah untuk lebih memperketat masalah perizinan penyelenggara usaha untuk melakukan kegiatan pemberdayaan geothermal. 

4. Meminta pemerintah untuk melakukan pengawasan rutin terhadap jalannya proyek demi kepentingan keselamatan kerja dan keamaanan masyarakat. 

5. Mendorong seluruh perusahaan geothermal untuk melakukan training keselamatan kerja
kepada seluruh pegawai perusahaan, dan edukasi ke masyarakat.

6. Merekomendasikan kepada pemerintah untuk melakukan inspeksi terkait SOP seluruh
perusahaan geothermal.

Demikian kesimpulan webinar yang diterima Redaksi MediaGaruda.Co.Id dari Fatmata Juliansyah, Staff Advokasi KAWALI Nasional, pada Selasa tanggal 16 Februari 2021 siang ini. (Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here