“Tambah Panas” Mahasiswa Sepakat Dugaan Korupsi Proyek WC Diungkap

0
89
BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Mahasiswa Kabupaten Bekasi sebagai agent perubahan atau generasi perubahan (Agent Of Change) 
tampaknya benar-benar ingin diwujudkan salah satu mahasiswa yang bernama Japong, warga Tambun, Bekasi.
Dia mengaku gerah, sehingga harus angkat bicara terkait polemik dugaan korupsi pembangunan toilet di sekolah-sekolah negeri Kabupaten Bekasi yang dibangun dengan anggaran yang begitu besar senilai 196,8 juta per toilet.
Menurut Japong, proyek toilet ini sangat menghamburkan anggaran, karena untuk sarana sekolah  tetapi, untuk pembangunan toilet seharusnya tidak sebesar itu anggarannya.
“Dalam pandangan saya pembuatan toilet tidak sebesar itu anggarannya, ini sangat menghamburkan anggaran saja. Seharusnya anggaran di alihkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Japong, kepada MediaGaruda. Co.Id, Rabu (13/1/2021)
Anggaran dengan total yang diturunkan sebesar 96,8 Miliar untuk 488 toilet sekolah di 23 kecamatan Kabupaten Bekasi yang katanya, juga termasuk pajak serta pembayaran kontraktor dan kualitas pembangunan tersebut.
“Akan tetapi ini menjadi polemik besar dikarenakan anggaran untuk toilet sekolah tersebut sangat besar, ini seperti tidak masuk akal sama sekali,”kata dia.
Kalau memang anggaran ini benar dan konkrit dalam realisasi pembangunan toilet sekolah tersebut,
“coba untuk transparansi kepada masyarakat dan audit ke Badan Periksa Keuangan (BPK) RI anggaran tersebut agar tidak adanya kecurigaan atau kejanggalan dalam pembangunan tersebut,” hatapnya
Sebagaimana diberitakan MediaGaruda. Co. Id beberapa hari yang lalu ratusan guru honnorer kabupaten Bekasi yang tergabung dalam wadah Front Pembela Honorer Indonesia (FPHI) telah melakukan unjuk rasa di depan gedung KPK Jakarta Selatan.
Para guru honorer itu, meminta KPK untuk turun tangan atas dugaan korupsi pembangunan toilet tersebut.
Karena para guru honorer itu, menganggap anggaran pembangunan tolilet tersebut, terjadi dugaan adanya korupsi. Karena menurut para guru honorer, pembangunan toilet yang sangat besar itu, sebagai bukti pembangunan yang sangat tidak adil, karena gajih guru honorer di Kabupaten Bekasi yang telah bekerja puluhan tahun, ternyata gajinya cuma Rp1. 800.000 per-bulan, dan dijanjikan Bupati Eka Supria Atmaja tahun 2021 ini naik 1 juta-pun, ternyata  berujung adanya ketidak jelasanan dari pemerintah Kabupaten Bekasi
“Saya sangat sepakat dengan guru honorer yang melakukan aksi demo di KPK, mereka tidak salah karena bisa saja ini dugaan tipikor, karena menurut saya janggal dengan anggaran sebesar itu. Seharusnya bisa di perkecil lagi dan sisanya untuk urgensi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Maka dengan itu agar polemik ini tidak menjadi simpang syiur saya meminta untuk segera di audit ke BPK RI,”ujar Japong mahasiswa salah satu perguruan swasta ini.
Bangunan toilet yang berukuran 3×3 meter yang hari ini menjadi polemik di Kabupaten Bekasi itu, menurut mahasiswa asal Tambun, Kabupaten Bekasi ini diduga penuh kejanggalan, sehingga dia harus ikut angkat bicara dalam kejanggalan tersebut. (MG-019/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here