Ribuan Buruh Saat Ini Keluhkan Kurangnya Penerangan di Sekeliling Kantor Bupati / Disnaker Kabupaten Bekasi

0
29
BEKASI, MediaGaruda. Co. Id – Ribuan buruh pada Rabu tanggal 18 November 2020 pukul 19.00wib malam ini, menunggu hasil rapat Depekab Kabupaten Bekasi disekitar kantor Bupati dan Disnaker Kabupaten Bekasi dalam kondusi gelap dan kurangnya penerangan.
Lapudin, buruh pengurus SP KEP SPSI Bekasi dari PT. Rucika mengaku kecewa dan protes dengan kinerja bobrok Pemkab Bekasi.
“Di sekitar lokasi masjid Pemkab Kondisinya gelap, sehingga para buruh yang mau sholat magrib tadi harus memakai lampu centre hand phonenya, saat untuk menuju masjid dari arah kantor Disnaker Kabupaten Bekasi dan sebaliknya.
“Kondisi jalan di sekitar kantor Bupati dan Disnaker Kabupaten Bekasi juga banyak lubang-lubang, sehingga setelah hujan kecil pun, sangat banyak genangan air.
Purwadi buruh lainnya dari PT. Rucika pengurus SP KEP SPSI Bekasi juga mengaku kecewa, karena kurangnya penerangan di sekeliling kantor Bupati dan Disnaker Kabupaten Bekasi.
Sehingga tampak seperti kuburan kalau situasi gelap begini di sekitar kantor pejabat negara Kabupaten Bekasi.
“Tadi karena kurangnya penerangan banyak umat Islam yang habis sholat magrib tadi, banyak yang terpeleset karena gelap serta licinnya lokasi masjid Pemkab Bekasi.
Saat ini hari Rabu tanggal 18 November 2020 pada pukul 19.00wub ribuan buruh yang sedang menunggu rapat Depeko Kabupaten Bekasi malam ini, karena gelapnya lokasi di sekitar Gedung Pemkab Bekasi kendaraan motor dan mobil yang sedang parkir juga dalam kondisi kurang aman.
“Saya setuju dengan kawan-kawan buruh yang tadi berorasi agar pukul 19.00wib malam ini, UMK 2021 Kabupaten Bekasi harus sudah diputuskan,” Harap Purwadi.
Sedangkan buruh lain, Yusuf Sanjaya dari PUK Hung A, SP KEP SPSI Bekasi, ikut mempertanyakan uang APBD Kabupaten Bekasi selama ini untuk anggaran apa saja.
“Dengan kondisi rapat Depeko Kabupaten  Bekasi gelap seperti ini. Ribuan buruh menunggu dalam suasana gelap, seperti di kuburan.
“Maka Bupati Bekasi harus siap-siap didemo besar besaran oleh buruh, karena diduga masih kurang aspiratif memperhatikan nasib buruh Kabupaten Bekasi.
“Kami juga menuntut UMK tahun 2021 Kabupaten Bekasi harus naik sesuai usulan SP/SB Kabupaten Bekasi dengan nilai kenaikan diatas 8 persen, dari nilai UMK Kabupaten Bekasi tahun 2020,”kata Yusuf Sanjaya.
 (MG-028/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here