SPSI : Tuntutan Anggota SP LEM SPSI PT.Multikarya Sinar Dinamika Diputuskan Berdasarkan Rapat Resmi Sesuai AD/ART

0
94

BEKASI, MediaGaruda.co.id – Aksi unjuk rasa para pekerja (buruh) PUK SP LEM SPSI PT.Multikarya Sinar Dinamika, selama ini adalah buntut dari sikap keras pihak Management perusahaan tersebut yang ngotot ingin melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.

Demikian disampaikan oleh Deni Setiawan,SH Wakil Ketua PC LEM SPSI Bekasi bidang advokasi, kepada MediaGaruda.co.id di lokasi aksi unjuk rasa, pada Kamis tanggal 15 Oktober 2020 siang ini.
“Semua tuntutan pihak SP LEM SPSI kepada pihak Management PT.Multikarya Sinar Dinamika ini diputuskan berdasarkan rapat resmi sesuai AD/ART SP LEM SPSI,”kata Deni Setiawan,SH.
Karena itu, dia berharap semua pihak dapat menghargai hak-hak para pekerja
PT.Multikarya Sinar Dinamika ini, isi tuntutannya sangat bijaksana dan memiliki dasar hukum yang berlaku di negeri kita tercinta NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 ini.
“Perlu kembali diingat, bahwa para pekerja PT.Multikarya Sinar Dinamika ini sudah sekitar 4 bulan sampai 6 bulan terakhir, tidak menerima upah sama sekali. Sehingga kita semua perlu berfikir dengan hati yang jernih dengan menggunakan hati nurani, serta untuk menegakkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia dan demi Kemanusiaan Yang Adil dan Beradap,”kata Deni Setiawan,SH.
Sebagaimana pernah diberitakan bahwa
dampak UU Cipta Kerja yang disahkan secara terburu-buru dan kejar tayang oleh DPR RI dan Pemerintah, dampaknya mulai dirasakan oleh pengurus & anggota PUK SP LEM SPSI PT.Multikarya Sinardinamika yang sejak 4 bulan lalu, ber-unjuk rasa didepan perusahaan tersebut. Dalam rangka menuntut keadilan hukum di depan perusahaan yang berlokasi di Jalan Wahab Affan No.41 Pondok Ungu, Medan Satria, Kota Bekasi.
“Saya berharap pihak Managemen PT.Multikarya Sinardinamika dapat membuka ruang dialog dalam menyelesaian persoalan perburuhan ini. Sehingga dapat diselesaikan secara baik dan berkeadilan,”kata Deni Setiawan,SH, Wakil Ketua Bidang Advokasi PC LEM SPSI Bekasi, kepada MediaGaruda.co.id, Senin (28/9/2020) waktu itu.
Dia melanjutkan bahwa kronologi awal sengketa perburuhan di PT.Multikarya Sinardinamika adalah karena Managemen perusahaan ingin melakukan efisiensi dengan cara melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, kepada buruh anggota & pengurus PUK SP LEM SPSI PT.Multikarya Sinardinamika.
Padahal buruh yang di PHH, didalamnya termasuk para pengurus PUK SP LEM SPSI PT.Multikarya Sinardinamika, yang sedang bekerja dan sedang menjalankan tugas organisasi SP LEM SPSI.
Jika hal ini dipaksakan, maka pihak PT.Multikarya Sinardinamika diduga melakukan pelanggaran hukum union busting atau pemberangusan organisasi SP di perusahaan ini dan sanksi hukumnya sangat berat.
Belum lagi persoalan hak para pekerja/buruh lainnya yang akan di PHK dengan status kontrak, ternyata mereka juga masih memiliki masa sisa kontrak.
“Dan mestinya sebelum mereka di PHK, upah sisa kontraknya harus dibayar terlebih dahulu oleh pihak PT.PT.Multikarya Sinardinamika.
“Dan solusi jalan tengahnya adalah, seluruh pekerja/anggota & pengurus SP LEM SPSI PT.Multikarya Sinardinamika yang di PHK sepihak, harus dipekerjakan kembali. Sedangkan terkait rencana efisiensi, akan dibicarakan kemudian, secara baik-baik dan tanpa melanggar hukum & menimbulkan aksi demo, seperti hari ini,”kata Deni Setiawan.
 (MG-018/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here