DKM & Jamaah Masjid Baiturrahman Bekasi, “Bangga” Mendapatkan Sosialisasi AKB BIN

0
8
BEKASI, MediaGaruda co.id – Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrahman, Perumahan Griya Asri-2, Tambun, Kabupaten Bekasi mendapkan sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimasa Pendemi Covid-19, dari
 Badan Intelijen Negara (BIN) melalui Tim Velox Pejaten, Kamis (15/10/2020).
Ketua DKM Baiturrahman Ustadz Ahmad Danu kepada MediaGaruda.co.id menyampaikan ucapan terima kasih kepada Badan Intelijen Negara (BIN) karena kegiatan penyuluhan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimasa Pendemi Covid-19 sangat bagus dan bermanfaat bagi seluruh jamaah dan warga Perumahan Griya Asri-2, Tambun, Kabupaten Bekasi.
“Kami juga ingin menyatakan kegiatan sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimasa Pendemi Covid-19 ini isinya sangat positif, karena kami menjadi sangat paham apa itu yang dimaksud AKB.
“Kami-pun berharap agar kegiatan positif ini dilakulan secara berkelanjutan, dengan harapan agar seluruh masyarakat dapat mendukung dan berpartisipasi secara penuh dan sukarela. Karena masyarakat merasa manfaat AKB dimasa Pendemi Covid-19 demi kepentingan bersama, sehingga pendemi Covid-19 di negeri kita ini segera berakhir,”ungkap Ustadz Ahmad Danu.
Dokter Jaresh Clinton dari Tim Velox Pejaten BIN menjelaskan makna adaptasi kebiasaan hidup baru adalah upaya pencegahan meluasnya Covid-19. Singkatan ini muncul ketika berakhirnya pembatasan sosial bersekala besar (PSBB). AKB atau yang biasa disebur New Normal (Kenormalan Baru) merupakan upaya pemerintah dalam menerapkan tatanan kehidupan baru.

Dengan diberlakukannya AKB, masyarakat diharapkan dapat membiasakan diri dalam berperilaku hidup baru, sesuai dengan protokoler kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Diantaranya sering mencuci tangan, bila bepergian memakai masker dan menjaga jarak.

Maksud adaptasi kebiasaan baru (AKB) adalah bagaimana masyarakat tetap beraktifitas normal dengan tetap berdampingan dengan corona.
Bagaimana 
masyarakat tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan prinsipnya penyesuaian/perubahan pola hidup.Dan masyarakat diharapkan tetap produktif dan tetap aman.


Dijelaskan juga kenapa perlu dilakukan adaptasi kebiasaan hidup baru (AKB), alasannya karena sampai saat ini vaksin covid-19 belum ditemukan. Sehingga, AKB perlu dilaksanakan sampai vaksin covid-19 ditemukan. Nantinya, semua warga dilakukan vaksinasi sampai virus covid-19 hilang sesuai standar WHO.

“Karena itulah diharapkan semua masyarakat diharapkan agar mendukung program adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini.Dengan praktik adaptasi kebiasaan hidup baru (AKB) dengan tetap mengikuti ketentuan dan aturan yang mengikat. Sehingga masyarakat tetap menjaga disiplin tinggi, sampai ditemukannya vaksin covid-19,”pesan Dokter Jaresh Clinton


Ketua Tim Velox Pejaten (BIN) Tomy Alfa menambahka, Alhamdulilah, rangkaian kegiatan sosialisasi terkait Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), edukasi dalam rangka pencegahan penularan Covid-19 serta penyemprotan disinfektan (dekontaminasi) di Masjid Baiturrahman, Tambun, Kabupaten Bekasi ini, kita laksanakan dengan lancar.

Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penerimaan dan kerja sama dari DKM dan jamaah Masjid Baiturrahman, Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang sangat baik.
Sesuai dengan amanat UU 17 tahun 2011, BIN bertugas melakukan deteksi dini dan cegah dini berbagai ancaman, termasuk Pandemi Covid-19, maupun wabah lainnya yang dianggap dapat mengancam kehidupan dan eksistensi bangsa Indonesia. BIN melalui Tim Velox Pejaten, terus melakukan berbagai aksi nyata dalam rangka melaksanakan deteksi dini dan cegah dini, serta upaya dekontaminasi.
Pada kegiatan kali ini, Tim Velox Pejaten juga melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka  penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) seperti kegiatan sosialisasi/edukasi, penyemprotan disinfektan, _hand sanitizer_ dan pembagian masker kepada jamaah Masjid Baiturrahman, Tambun, Kabupaten Bekasi.
“Kegiatan ini dilatarbelakangi bahwa tempat ibadah seperti masjid perlu dilaksanakan penyemprotan disinfektan,”kata Tomy Alfa
Selama lebih dari 7 bulan terakhir ini, kami dari BIN, yang dalam hal ini hadir sebagai perwakilan pemerintah, telah banyak melakukan berbagai aksi nyata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Untuk kegiatan sosialisasi, edukasi, dan dekontaminasi, telah kita laksanakan di beberapa tempat yaitu fasilitas tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, dan vihara. Fasilitas-fasilitas umum seperti sekolah, pasar, stasiun, halte, terminal hingga _rest area_. Dan fasilitas-fasilitas sosial lain seperti pondok pesantren, panti asuhan, hingga yayasan sosial.  Rangkaian kegiatan ini sekaligus sebagai upaya penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru, seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
Kita semua tentunya berharap pandemi Covid-19 ini dapat segera reda dan berakhir. Kita juga harus siap untuk menjalani tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru, dimana kita semua bisa kembali beraktivitas, kembali produktif, namun tetap aman dari Covid-19.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong kita pasti dapat lalui pandemi Covid-19 ini,”harap Tomy Alfa. (Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here