Para Tokoh Buruh Ramai-Ramai Memuji Jasa & Pemikiran Cerdas “Gus Dur”

0
92

 

BEKASI, MediaGaruda.co.id – Kasus UU Cipta Kerja yang disahkan dengan penuh kejanggalan oleh rapat Paripurna DPR RI tanggal 5 Oktober 2020 lalu.

Hingga kini masih menyisakan banyak kelecewaan masyarakat dan para tokoh serikat pekerja (SP) dan serikat buruh (SB). Dengan melampiaskan dalam berbagai spanduk dipinggir-pinggir jalan, dengan tulisan “Dewan Pengkianat Rakyat”. Hal itu, dilakukan dilatar belakangi, rasa kecewa yang sangat dalam terhadap lembaga Parlemen Wakil Rakyat DPR RI. Yang dianggap oleh para tokoh SP/SB tidak menjalankan fungsinya. Sebagaimana, saat mereka meminta dukungan kepada konstituen saat berkampanye menjelang Pemilu Legislatif lalu.
Sarino,SH MH Ketua SP Logam FSPMI Bekasi, kepada Redaksi MediaGaruda.co.id menyatakan secara terbuka KH.Abdurachman Wahid (Gus Dur) Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Presiden RI ke 4, adalah satu-satunya Presiden RI yang dangat peduli dengan nasib buruh Indonesia.
Dia-pun memuji jasa besar Gus Dur saat menjabat  Presiden RI, karena di saat krisis ekonomi tahun 1999 – 2000 lalu. Gus Dur sebagai Presiden RI dan seorang santri beliau berani bersikap, pro rakyat kecil/pekerja/buruh dengan berani melawan ekonomi kapitalis, yang merongrong dan ingin menggantikan ekonomi Pancasila.
Walaupun Gus Dur akhirnya harus mendapatkan serangan balik dari politisi yang diduga pro- ekonomi kapitalis, dan harus kehilangan kursi sebagai Presiden RI. Sebagaimana yang diungkapkan secara vulgar dan gamblang oleh Sarino,SH MH Ketua PC SP Logam FSPMI Bekasi (KH.Abdurachman Wahid (Gus Dur) Satu-Satunya Presiden Yang Pro Pekerja (Buruh) Saat Situasi Krisis Ekonomi Tahun 2000 LaluMediaGaruda.co.id, Tanggal 4 Oktober 2020).
 

Presiden RI KH.Abdurachman Wahid (Gus Dur) adalah satu-satunya Presiden RI, yang pro pekerja (buruh) rakyat kecil, wong cilik saat situasi negeri ini krisis moneter tahun 2000 lalu. Beliau dengan berani mengeluarkan SK Menteri Tenaga Kerja (Kepmenaker) Nomor 150/2000 tentang Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Penetapan Pesangon, Uang Pengahargaan Masa Kerja, dan Ganti Kerugian di Perusahaan.

“Yang selanjutnya diadopsi oleh Menaker Yacob Nenawea, saat era Presiden RI berikutnya Megawati Soekarno Putri menjadi Undang Undang 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan yang berlaku dan kita rasakan hingga saat ini,”kata Sarino,SH,MH Ketua PC Logam FSPMI Bekasi kepada MediaGaruda.co.id, Kamis (1/10/2020) lalu.

Kedua, Seipudin, Ketua DPC FSBDSI Kota dan Kabupaten Bekasi mengungkapkan hal yang hampir sama.

“Presiden RI, nya para pekerja dan buruh Indonesia itu ya cuma KH.Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Sampai kapanpun jasa Gus Dur sebagai Presiden RI yang sangat peduli dengan nasib buruh Indonesia tidak akan kami lupakan. Sikap Gus Dur yang peduli dengan rakyat kecil itu membuat kami bangga, beliau itu memang santri Paripurna,”puji Seipudin.

Terakhir, Arsyad tokoh SP KEP SPSI Kota dan Kabupaten Bekasi, mengungkapkan rasa bangganya Indonesia pernah memiliki Presiden ke 4, KH.Abdurahman Wahid (Gus Dur).
Dengan menyebarkan photo Gus Dur, memakai kaos singlet dan celana pendek, melambaikan tangan didepan Istana Negara, saat beliau kehilangan kursi Presiden RI. Karena Gus Dur, berani mengeluarkan Dekrit Presiden untuk membubarkan DPR RI.
“Dulu anda dihujad karena ingin membubarkan DPR, sampai anda harus lengser jabatan sebagai Presiden RI.
“Memang dulu kebijakan anda terlihat tidak masuk akal, namun sekarang terbukti, semuanya, Gus Dur,”ungkap Arsyad.
Dengan banyaknya pujian dari para tokoh buruh diatas, sangat pantaslah para pemimpin negeri ini. Dalam situasi polemik UU Cipta Kerja yang lahirnya dianggap cacat ini. Alangkah baiknya, mencontoh pribadi dan kepemimpinan KH.Abdurahman Wahid (Gus Dur) sebagai Presiden RI ke-4, yang cerdas, pro rakyat, pro wong cilik, pro masyarakat buruh, pro mayoritas penduduk Indonesia ini.
Karena bagaimanapun kedaulatan tertinggi itu, ada ditangan rakyat Indonesia.
(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here