BIN Hari Ini Sosialisasikan AKB, di SMA Negeri 1, Cikarang Timur 

0
54
BEKASI, MediaGaruda.co.id – SMA Negeri 1 Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi hari ini, Rabu tanggal 14 Oktober 2020 giliran mendapatkan sosialisasi tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dari Badan Intelijen Negara (BIN) Tim Velox Pejaten.
Kehadiran Tim Velox Pejaten, BIN di SMA Negeri 1 Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi di Jalan Citarik No.2, RT.11/RW.6, Desa Jatibaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi hari ini. Disambut hangat oleh Kepala SMA Negeri 1 Cikarang Timur, H.Ahmad Sayuti bersama para Wakil Kepala Sekolah, para guru dan perwakilan OSIS SMA Negeri 1 Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Dimana mereka sejak pagi, sudah datang ke sekolahnya, dan mempersiapkan ruang kelas, dengan bangku dan meja yang ditutup kain taplak dengan rapih. Dand sedemikian rupa, dengan tetap menjaga jarak, antar peserta sosialisasi, agar tetap mengikuti protokol kesehatan. Sehingga seluruh peserta sosialisasi AKB tadi, mengikuti acara sejak awal, hingga akhir dengan nyaman dan penuh ceriah.
Sekitar pukul 09.30wib Kegiatan sosialisasi AKP dimulai dengan sambutan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cikarang Timur H.Ahmad Sayuti yang mengaku, bahwa keluarga besar SMA Negeri 1, Cikarang Timur, merasa terhormat, dipilih
Badan Intelijen Negara (BIN) Tim Velox Pejaten sebagai salah satu sekolah lanjutan atas untuk acara sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).
“Semoga ilmu Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pendemo Covid-19 yang hari ini, kita peroleh dari Bapak dan Ibu dari BIN nanti. Selanjutnya dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Disamping itu, juga agar dapat disampaikan kepada para siswa dan siswi lain yang hari ini tidak sempat hadir. Dan jangan lupa juga disampaikan kepada masyarakat sekitar tempat tinggal kita masing-masing. Sehingga masyarakat juga dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di masa pendemi Covid-19 itu,”pesan H.Ahmad Sayuti.


“Dengan diberlakukannya AKB, masyarakat diharapkan dapat membiasakan diri dalam berperilaku hidup baru, sesuai dengan protokoler kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah. Diantaranya sering mencuci tangan, bila bepergian memakai masker dan menjaga jarak,”kata 
Tomy.

Kegiatan BIN melalui Tim Velox Pejaten ini kata Tomy, sesuai dengan amanat UU 17 tahun 2011, dimans BIN bertugas melakukan deteksi dini dan cegah dini berbagai ancaman.Termasuk Pandemi Covid-19, maupun wabah lainnya yang dianggap dapat mengancam kehidupan dan eksistensi bangsa Indonesia. BIN melalui Tim Velox Pejaten, terus melakukan berbagai aksi nyata dalam rangka melaksanakan deteksi dini dan cegah dini, serta upaya dekontaminasi.
Pada kegiatan kali ini, Tim Velox Pejaten BIN melaksanakan beberapa kegiatan dalam rangka  penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) seperti kegiatan sosialisasi/edukasi, penyemprotan disinfektan, hand sanitizer dan
 pembagian masker kepada guru dan siswa di SMA N 1 Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan ini dilatarbelakangi bahwa tempat umum seperti sekolah, memiliki potensi adanya penularan atau penyebaran Covid-19 sehingga dipandang perlu dilaksanakan penyemprotan disinfektan. Sekaligus dalam upaya kesiapan penerapan Adaptasi Kehidupan Baru.
Selama lebih dari 7 bulan terakhir ini, kami dari BIN, yang dalam hal ini hadir sebagai perwakilan pemerintah, telah banyak melakukan berbagai aksi nyata untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia. Untuk kegiatan sosialisasi, edukasi, dan dekontaminasi, telah kita laksanakan di beberapa tempat yaitu fasilitas tempat ibadah seperti masjid, gereja, pura, dan vihara. Fasilitas-fasilitas umum seperti sekolah, pasar, stasiun, halte, terminal hingga _rest area_. Dan fasilitas-fasilitas sosial lain seperti pondok pesantren, panti asuhan, hingga yayasan sosial.  Rangkaian kegiatan ini sekaligus sebagai upaya penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru, seperti yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
Kita semua tentunya berharap pandemi Covid-19 ini dapat segera reda dan berakhir. Kita juga harus siap untuk menjalani tatanan Adaptasi Kebiasaan Baru, dimana kita semua bisa kembali beraktivitas, kembali produktif, namun tetap aman dari Covid-19.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong-royong kita pasti dapat lalui pandemi Covid-19 ini,”harap Tomy.

 

Sementara itu Dokter Jaresh Clinton dari Tim Velox Pejaten BIN menjelaskan bahwa Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Covid-19 dapat menyebabkan gangguan sistem pernapasan, mulai dari gejala yang ringan seperti flu, hingga infeksi paru-paru, seperti pneumonia.
Kasus pertama penyakit ini terjadi di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Setelah itu, COVID-19 menular antarmanusia dengan sangat cepat dan menyebar ke puluhan negara, termasuk Indonesia, hanya dalam beberapa bulan.

Penyebarannya yang cepat membuat beberapa negara menerapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdownuntuk mencegah penyebaran virus Corona. Di Indonesia, pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penyebaran virus ini.

Dijelaskan juga kenapa perlu dilakukan adaptasi kebiasaan hidup baru (AKB), alasannya karena sampai saat ini vaksin covid-19 belum ditemukan. Sehingga, AKB perlu dilaksanakan sampai vaksin covid-19 ditemukan. Nantinya, semua warga dilakukan vaksinasi sampai virus covid-19 hilang sesuai standar WHO.

“Karena itulah diharapkan semua masyarakat diharapkan agar mendukung program adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini.Dengan praktik adaptasi kebiasaan hidup baru (AKB) dengan tetap mengikuti ketentuan dan aturan yang mengikat. Sehingga masyarakat tetap menjaga disiplin tinggi, sampai ditemukannya vaksin covid-19,”pesan Dokter Jaresh Clinton

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here