BIN Melalui Tim Velox Pejaten Menggelar Sosialisasi Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di  SMA N 1 Cikarang

0
51

BEKASI, MediaGaruda.co.id – Badan Intelijen Negara (BIN) melalui Tim Velox Pejaten menggelar kegiatan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru (AKB) di saat pendemi covid-19, bertempat di SMA N 1 Cikarang Pusat. Jalan Beruang Raya No.9, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, Senin (12/10/2020).

Tampak hadir Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cikarang Pusat, Drs H.Sanwani bersama ratusan guru dan siswa-siswi SMA Negeri 1 Cikarang Pusat. Yang hadir dan dengan sungguh-sungguh mengikuti acara ini sejak awal hingga selesai.

Dokter Jaresh Clinton dari Tim Velox Pejaten BIN menjelaskan makna adaptasi kebiasaan baru (AKB) adalah upaya pencegahan meluasnya Covid-19. Singkatan AKB ini muncul, ketika berakhirnya pembatasan sosial bersekala besar (PSBB).

AKB atau yang biasa disebur New Normal (Kenormalan Baru) merupakan upaya pemerintah dalam menerapkan tatanan kehidupan baru. Dengan diberlakukannya AKB, masyarakat diharapkan dapat membiasakan diri dalam berperilaku hidup baru, sesuai dengan protokoler kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Diantaranya sering mencuci tangan, bila bepergian memakai masker dan menjaga jarak.

MAKSUD dan TUJUAN ADAPTASI KEHIDUPAN BARU (AKB)

Maksud adaptasi kebiasaan baru (AKB) adalah bagaimana masyarakat tetap beraktifitas normal, dengan tetap berdampingan dengan corona.
Bagaimana masyarakat tetap memberlakukan protokol kesehatan dengan prinsipnya penyesuaian/perubahan pola hidup.Dan masyarakat diharapkan tetap produktif dan tetap aman.

Dijelaskan juga kenapa perlu dilakukan adaptasi kebiasaan baru (AKB), alasannya karena sampai saat ini vaksin covid-19 belum ditemukan.

Sehingga, AKB perlu dilaksanakan sampai vaksin covid-19 ditemukan. Dimana, semua masyarakat nantinya mendapatkan vaksinasi covid-19, sampai virus covid-19 hilang sesuai standar WHO.

“Karena itulah diharapkan semua masyarakat, agar mendukung program adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini. Dengan cara praktik adaptasi kebiasaan hidup baru (AKB), mengikuti ketentuan dan aturan yang mengikat. Tetap menjaga disiplin tinggi, sampai ditemukannya vaksin covid-19,”pesan Dokter Jaresh Clinton.

Dokter Jaresh Clinton juga menjelaskan barang-barang apa saja yang wajib disiapkan, saat adaptasi kebiasaan baru (AKB). Misalnya masker, hand sanitizer, sarung tangan, face shield, helm/shower cap, tisu basah dan perlengkapan ibadah.

“Disamping itu juga perlu dilakukan upaya saling menguatkan mental, misalnya interaksi dengan teman dan keluarga. Agar saling menguatkan dan inten berkomunikasi bersama rekan untuk hal-hal yang positif,”kata Dokter Jaresh Clinton.

Pada kegiatan tadi pihak BIN melalui
Tim Velox Pejaten juga menyerahkan sumbangan berbagai peralatan dalam rangka mewujudkan adaptasi kebiasaan baru (AKB) dan berbagai peralatan penyemprotan disinfektan.

Dijelaskan pula, soal 15 aturan harus dipatuhi oleh pihak perusahaan saat adaptasi kebiasaan baru (AKB). Panduan adaptasi saat naik transportasi umum ditengah pendemi covid-19.

Pada kegiatan ini pihak Tim Velox Pejaten BIN juga melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh lingkungan SMA Negeri 1 Cikarang Pusat, termasuk rumah warga yang lokasinya berada disekitar lokasi SMA Negeri 1 Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi juga mendaptkan penyemprotan disinfektan.

Kegiatan BIN melalui Tim Velox Pejaten ini, sesuai dengan amanat UU 17 tahun 2011, dimans BIN bertugas melakukan deteksi dini dan cegah dini berbagai ancaman.Termasuk Pandemi Covid-19, maupun wabah lainnya yang dianggap dapat mengancam kehidupan dan eksistensi bangsa Indonesia. BIN melalui Tim Velox Pejaten, akan terus melakukan berbagai aksi nyata dalam rangka melaksanakan deteksi dini dan cegah dini, serta upaya dekontaminasi.

Sanwani Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Cikarang Pusat, kepada wartawan seusai acara sosialisasi AKB menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Tim Velox Pejaten (BIN).

“Karena sekolah kami dipilih sebagai lokasi sosialisasi AKB.Semoga sosialisasi AKB ini, dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan bagi para guru dan murid SMA Negeri 1 Cikarang Pusat,”ungkap Sanwani. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here