Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI Bekasi Siap Dampingi Keluarga Korban, Pasca Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja

0
214
BEKASI, MediaGaruda.co.id – Pasca demo yang dilakukan oleh buruh, mahasiswa terkait penolakan UU Cipta Kerja yang kini banyak memakan korban warga sipil, baik pihak buruh maupun mahasiswa.
Aksi demo penolakan yang berbuntut terjadinya gelombang unjuk rasa diberbagai penjuru negeri kini menyisakan duka mendalam .
Sebab dalam aksi tersebut menelan korban yang mengakibatkan luka parah,  akibat kebrutalan oknum petugas kepolisian, yang diduga membabi buta dalam mengamankan unjuk rasa tersebut.
Bahkan tak jarang pula dalam aksi penolakan tersebut, ada beberapa pengunjuk rasa yang ditangkap dan diamankan oleh polisi, dalam tiga hari kemarin.
Untuk itu Tim Pusat Bantuan Hukum (PBH) PERADI Bekasi membuka Posko Pengaduan untuk masyarakat, buruh & mahasiswa yang pada saat melakukan aksi demo hak-hak hukumnya diabaikan.
Ketua PBH PERADI Bekasi Jhon Maheri Purba,SH kepada MediaGaruda.co.id mengatakan bahwa, kami tim bantuan hukum secara provinsi siap mendampingi para korban aksi unjuk rasa yang terjadi beberapa hari kemarin.
Kami menjamin hak-hak para aksi demo akan diberikan bantuan hukum secara cuma-cuma, guna kepentingan hak hukumnya.
“Sebab unjuk rasa memang sudah diatur dalam undang-undang namun terkadang, oknum aparat penegak hukum suka bertindak main hakim sendiri. Tanpa memandang hak-hak orang yang menyampaikan pendapat di muka umum. Sehingga terjadilah penangkapan penahanan.
“Untuk itu kami dari Tim PBH PERADI yang beranggotakan sekitar kurang lebih 400 lawyer  siap untuk membantu masyrakat dan mahasiswa,”kata Jhon Maheri Purba,SH.
Sementara itu salah satu anggota PBH PERADI Bekasi Aziz Iswanto,SH  mengatakan, menyambut positif langkah-langkah yang diambil oleh PBH PERADI Bekasi. Sebab semua manusia sama dimata hukum positif.
“Jika memang ada buruh, atau mahasiswa atau keluarga yang pada saat aksi unjuk rasa ditangkap oleh polisi bisa datang ke kantor PBH PERADI Bekasi guna kepentingan pendampingan hukum,” jelasnya. (Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here