Tolak PHK Sepihak & Union Busting, Anggota SP LEM SPSI Bekasi Demo di depan PT.Multikarya Sinardinamika

0
59
BEKASI, MediaGaruda.co.id – Dugaan dampak buruk dibalik tindakan pembahasan Omnibus Law RUU Cipta Kerja oleh Banleg dan Panja DPR RI & Pemerintah, secara kejar tayang & terburu-buru pada Minggu (27/9/2020) tengah malam / dini hari.
Dampaknya mulai dirasakan oleh pengurus & anggota PUK SP LEM SPSI
PT.Multikarya Sinardinamika yang melakukan unjuk rasa didepan perusahaan
di Jalan Wahab Affan No.41 Pondok Ungu, Medan Satria, Kota Bekasi. Dalam rangka menuntut keadilan hukum, karena pihak perusahaan menutup rapat pintu musyawarah dan perundingan terkait perburuhan yang timbul di perusahaan tersebut, pada aksi demo, Senin (28/9/2020) sejak pagi hingga, siang hari ini.
Bahkan Kapolsek Medan Satria, Kota Bekasi yang datang ke lokasi demo & ingin membantu memfasilitasi pertemuan perwakilan buruh SP LEM SPSI dengan pihak Management PT.Multikarya Sinardinamika-pun ternyata tidak bisa masuk kedalam area pabrik. Karena pintunya ditutup rapat dan diganjal dengan mesin stamping.
“Saya berharap pihak Managemen PT.Multikarya Sinardinamika dapat membuka ruang dialog dalam menyelesaian persoalan perburuhan ini. Sehingga dapat diselesaikan secara baik dan berkeadilan,”kata Deni Setiawan,SH, Wakil Ketua Bidang Advokasi PC LEM SPSI Bekasi, kepada MediaGaruda.co.id, Senin (28/9/2020) siang ini.
Dia melanjutkan bahwa kronologi awal sengketa perburuhan di PT.Multikarya Sinardinamika adalah karena Managemen perusahaan ingin melakukan efisiensi.Dengan cara melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, kepada buruh anggota & pengurus PUK SP LEM SPSI PT.Multikarya Sinardinamika.
Padahal buruh yang di PHK, didalamnya termasuk para pengurus PUK SP LEM SPSI PT.Multikarya Sinardinamika, yang sedang bekerja dan sedang menjalankan tugas organisasi SP LEM SPSI.
Jika hal ini dipaksakan, maka pihak PT.Multikarya Sinardinamika diduga melakukan pelanggaran hukum union busting atau pemberangusan organisasi SP di perusahaan ini dan sanksi hukumnya sangat berat.
Belum lagi persoalan hak-hak para pekerja/buruh lainnya yang akan di PHK dengan status kontrak, ternyata mereka juga masih memiliki masa sisa kontrak.
“Dan mestinya sebelum mereka di PHK, upah sisa kontraknya harus dibayar terlebih dahulu oleh pihak PT.Multikarya Sinardinamika.
“Dan solusi jalan tengahnya, saat ini saya mohon pihak Pihak Manegemen PT.Multikarya Sinardinamika mempekerjakan kembali kepada seluruh pekerja/anggota & pengurus SP LEM SPSI PT.Multikarya Sinardinamika yang sebelumnya di PHK sepihak. Sedangkan terkait rencana efisiensi, akan dibicarakan secara musyawarah dan secara baik-baik kemudian, tanpa melanggar hukum & menimbulkan aksi demo, seperti hari ini,”kata Deni Setiawan.
Sampai berita ini dinaikkan pihak Management PT.Multikarya Sinardinamika belum bisa dimintakan tanggapannya, terkait aksi demo pekerja/buruh didepan perusahaannya.
 (MG-018/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here