“Merasa Dicurangi Elit Kota Bekasi” Mahasiswa UMIKA & STIE Tribuana Demo DPRD, Tuntut Verifikasi Ulang Penerima Bea Siswa Pendidikan 

0
634
BEKASI, MediaGaruda.co.id – Ratusan mahasiswa Universitas Mitra Karya (UMIKA) & STIE Tribuana melakukan aksi demo di depan gedung DPRD Kota Bekasi, Kamis (24/9/2020) siang ini.
Aksi demo ratusan mahasiswa UMIKA & STIE Tribuana tersebut, dikoordinir oleh Presma BEM UMIKA Yusril Nager & Presma BEM STIE Tribuana Akbar Abdul Azis. Dengan cara long march berjalan kaki, dari titik kumpul dari Sekber Mahasiswa Cipayung Kota Bekasi di Jalan Chairil Anwar, Margahayu, Bekasi Timur. Menuju depan Gedung DPRD Kota Bekasi yang berjarak 200 meter.
Aliansi BEM UMIKA & BEM STIE Tribuana pada aksi demo siang hari ini  menuntut kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi untuk :
1. Transparansi Anggaran Bantuan Pendidikan Mahasiswa
2. Meminta DPRD untuk Bertindak Tegas Terhadap Kebijakan Eksekutif
3. Meminta DPRD memanggil pihak terkait untuk Mengklarifikasi Program Bantuan Pendidikan Mahasiswa
4. Verifikasi ulang Program Bantuan Pendidikan Mahasiswa
Koordinator Lapangan, Rafli Widhiantara bersama Jendral Lapangan, Akbar Abdul Azis dalam orasinya menyatakan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara hal ini tertuang pada UUD 1945,  pasal 31 ayat 1 yang menyebutkan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”. Namun pada realisasinya banyak anak bangsa yang hari ini harus putus sekolah dan tidak mampu mendapatkan pendidikan yang layak karena terkendala biaya
pendidikan.
Pada tahun 2019 lalu, Pemerintah Kota Bekasi telah mencanangkan program bantuan pendidikan bagi mahasiswa yang memiliki kartu tanda penduduk (KTP) Kota Bekasi. Program ini langsung digagas oleh Pemerintah, pihak eksekutif Kota Bekasi dengan menerbitkan Peraturan Walikota Nomor 50 tahun 2019 tentang Pemberian Bantuan Pendidikan Bagi Mahasiswa, dilanjutkan dengan terbitnya Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Kota
Bekasi.
Hal ini menunjukan bagaimana kuatnya peran eksekutif Kota Bekasi dalam pelaksanaan program bantuan biaya pendidikan. Pertanyaannya dimana peran lembaga legislatif atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi selama ini?
DPRD Kota Bekasi dalam kerjanya dalam bidang pengawasan pendidikan selama ini diduga pasif dan cuma jadi penonton saja. Sambil duduk manis dari kursi hangat, dan empuk sebagai wakil rakyat DPRD Kota Bekasi.
Padahal dalam pelaksanaan program bantuan pendidikan mahasiswa Kota Bekasi yang sekarang ini sedang dilaksanakan, ternyata banyak ditemukan oleh mahasiswa UMIKA & Tribuana, adanya indikasi-indikasi kejanggalan.Dari  mulai sosialisasi, verifikasi, sampai tahapan penetapan penerima bantuan pendidikan.
“Karena tanpa adanya transparansi dari pihak terkait. Termasuk DPRD Kota Bekasi, kenapa selama ini bungkam dan tidak bersuara,?,”tanya Rafli Widhiantara, dalam orasinya.
Padahal seharusya sebagai penyalur aspirasi rakyat, DPRD Kota Bekasi mestinya mampu menyampaikan informasi yang jelas kepada seluruh rakyat Kota Bekasi.
Para mahasiswa UMIKA & STIE Tribuana dalam orasinya, juga menuding adanya berbagai kejanggalan dan rekayasa.Dalam penyaluran program bantuan pendidikan mahasiswa Kota Bekasi. Yang diduga dilakukan oleh para elit eksekutif Kota Bekasi.
Sebagaimana pernah diberitakan, kampus UMIKA & STIE Tribuana Kota Bekasi, adalah kampus di Kota Bekasi yang pernah mengulirkan seminar pendidikan dan dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Pada seminar pendidikan tersebut, salah satu rekomendasinya adalah meminta Pemkot Bekasi memberikan bea siswa pendidikan bagi para mahasiswa Kota Bekasi dari sumber APBD Kota Bekasi.
Sampai berita ini dinaikkan aksi demo mahasiswa UMIKA & STIE Tribuana berjalan lancar, dengan penjagaan anggota Polresta Bekasi Kota.
 (MG-018/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here