Tokoh “Tuding” Kepala UPT TPA Burangkeng, Tak Serius Amankan Asset Pemkab Bekasi

0
113
BEKASI, MediaGaruda.co.id – Salah satu tokoh masyarakat Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi Mohamad Hatta yang pernah menjabat sebagai Ketua RT, sebagai salah satu Kepala Dusun di Desa Burangkeng dan saat ini menjadi pemerhati Lingkungan Hidup Kepada MediaGaruda.co.id pada Rabu tanggal 23 September 2020 mengaku kecewa dengan kinerja Kepala UPT sampah Desa Burangkeng, Maulana yang selama ini diduga bekerja tidak serius dalam menjaga asset TPA Burangkeng milik Pemkab Bekasi.Diantaranya sumur astesis dan lahan TPA sampah Burangkeng yang sudah terkena pembebasan Jalan Tol Cimanggis – Cibitung sekitar dua tahun lalu.Dan sampai saat ini belum ada penggantinya.
“Saudara Maulana sebagai Kepala UPT sampah TPA Burangkeng, setiap ditanya warga dan tokoh masyarakat Desa Burangkeng. Soal asset TPA Burangkeng, berupa sumur astesis yang dulu berada di RT.004 RW.03 Desa Burangkeng & asset lahan TPA sampah Burangkeng yang digusur & terkena pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung sekitar dua tahun lalu.
“Sampai saat ini tidak bersedia memberikan jawaban yang terbuka & memuaskan. Dan saya sebagai tokoh Desa Burangkeng sangat kecewa dengan sikap Kepala TPA Burangkeng Saudara Maulana seperti ini,”kata Mochamad Hatta.
Kepada pihak Waskita Karya sebagai pihak pengelola pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung & Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja,SH, dia juga meminta agar lahan TPA sampah Burangkeng pengganti, nantinya tetap berada di sekitar TPA sampah Burangkeng.
“Alasannya sampai saat ini pihak pengelola TPA Burangkeng, hanya untuk menyimpan alat-alat berat saja, ternyata selama ini, masih menyewa lahan milik warga Desa Burangkeng,”kata Mochamad Hatta.
Dia mengaku telah mengungkap berbagai kasus kejanggalan soal lahan dan sumur artesis pengganti, yang tergusur pembangunan jalan tol Cimanggis-Cibitung ini. Termasuk soal buruknya pengelolaan TPA sampah Burangkeng dalam wawancara khusus dengan TV Singapura.
Karena itu, dia minta Menteri Lingkungan Hidupnya RI, yang selama ini telah menempatkan Tim Monitoring Persampahan di Bekasi.
“Saya minta orang-orangnya segera diganti, karena diduga selama ini bekerja tidak serius, menyerap aspirasi warga Desa Burangkeng yang resah, karena lingkungannya rusak. Karena sampah tidak dikelola sesuai UU Persampahan.
Terakhir Tim Monitoring Kementrian LH tersebut, diduga juga terlibat dalam mengarahkan bantuan alat pengelolaan sampah dari Kementrian LH kepada Pemkab Bekasi,
“Bukan supaya alat alat pengelolaan sampah tersebut, agar dibangun di TPA Burangkeng. Supaya memperbaiki lingkunga, tapi kok malah mengarahkan, alat tersebut dibangun diluar TPA sampah Burangkeng,”kata Mochamad Hatta dengan nada kecewa.
Diapun mengaku siap membongkar berbagai berita bohong di media, bahwa saat ini di TPA Burangkeng telah dilakukan program pengelolaan sampah, menjadi pupuk kompos.
Sampai berita ini dinaikkan Kepala UPT sampah Burangkeng Maulana, yang diminta klarifikasi melalui pesan wath shapp, belum bersedia dijawab. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here