Aziz Iswanto,SE,SH : “Pengembang Perum BKP, Menyatakan Tidak Pernah Membebaskan Lahan, Yang Saat Ini Diklaim Warga Sebagai Fasos-Fasum” 

0
74
BEKASI, MediaGaruda.co.id – Aziz Iswanto,SE,SH pengacara Dr.H Suroyo pemilik lahan yang berlokasi di RT.001 RW.01 Kelurahan Jati Mulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Yang saat ini akan dibangun kampus ke-3 Universitas Mitra Karya (UMIKA) dan STIE Tribuana di Bekasi.
Kepada MediaGaruda.co.id, pada Senin tanggal 21 September 2020 hari ini, menyatakan bahwa dirinya sebagai kuasa hukum atas nama Dr.H Suroyo, telah menemui Direktur Utama PT.Petra, Bapak Robert sebagai pengembang yang membangun Perumahan Bulak Kapal Permai (BKP) Bekasi, di kantornya di Jalan Gajahmada No 117 & No 118 Jakarta beberapa hari lalu.
Pada pertemuan tersebut, Pengembang Perumahan BKP dalam hal ini Direktur Utama PT Petra Anggadatama Perdana (PAP) Bapak Robert, mengatakan bahwa perusahaannya, tidak pernah membebaskan se bidang tanah seluas
8.150 M2, yang selama ini di-klaim dan disengketakan warga Perum BKP. Dengan alasan, bahwa lahan tersebut adalah sarana fasilitas sosial (Fasos) dan sarana fasilitas umum (Fasum) Perum BKP Bekasi.
Alasannya, kenapa pihak PT Petra Anggadatama Perdana (PAP) tidak membebaskan lahan tersebut, karena lokasi tanah itu berada dibawah sutet PLN.
Disamping itu-pun, sejumlah perwakilan warga Perum BKP, juga sudah pernah menemui Bapak Robert dan menanyakan langsung apakah Pak Robert sebagai Direktur Utama PT Petra Anggadatama Perdana (PAP) pernah membebaskan tanah dengan luas 8.150 M2 tersebut dan selalu dijawab.
“Bahwa, PT Petra Anggadatama Perdana (PAP) tidak pernah membebaskan lahan
seluas 8.150 M2 tersebut,”kata Aziz Iswanto,SE,SH
Bukan hanya sekali, perwakilan warga Perum BKP menemui Direktur Utara PT.Petra Anggadatama Perdana (PAP) Bapak Robert, tetapi sudah empat kali, bertemu dikantor cabang PT.Petra
Anggadatama Perdana (PAP) yang berada di Cianjur, Jawa Barat.
Sekali lagi Pak Robert, dalam pertemuan tersebut, menyatakan bahwa PT.Petra Anggadatama Perdana (PAP) tidak pernah membebaskan yang selama ini diklaim oleh warga Perum BKP sebagai sarana fasos-fasum tersebut.
Semestinya, kata Aziz Iswanto,SE,SH perwakilan warga Perum BKP yang sudah mendapat penjelasan dari Direktur Utama PT.Petra Anggadatama Perdana (PAP) Bapak Robert tersebut, selanjutnya menyampaikan informasi dari Pak Robert itu. Kepada warga Perum BKP lainnya, atau menyampaikan kepada para pengurus RT & pengurus RW Perum BKP, atau menyampaikan pada forum-forum pertemuan resmi warga Perum BKP.
Bahwa, PT.Petra Anggadatama Perdana (PAP) sebagai pengembang Perum BKP, tidak pernah membebaskan lahan seluas
8.150 M2 yang saat ini diklaim warga Perum BKP, adalah fasos fasum Perum BKP tersebut.
Sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dan kecemburuan yang mendalam yang bisa mengakibatkan konflik di internal warga BKP dan warga BKP dengan pihak eksternal.
“Saya yakin tim yang diutus warga Perumahan Bulak Kapal Timur (BKP) untuk menemui Direktur Utama PT.Petra Anggadatama Perdana (PAP) Bapak Robert tersebut diatas, mungkin selama ini tidak mau transparan dan terbuka dengan warga Perumahan BKP lainnya, akibat terjadi seperti saat ini.
“Kalau perlu semua warga Perumahan BKP, silahkan bisa menanyakan langsung kepada Bapak Robert sebagai Direktur Utama PT.Petra Anggadatama Perdana (PAP) sebagai pihak pengembang Perumumahan BKP. Supaya permasalahan ini jelas dan terang benderang, serta tidak ada saling curiga,”kata Azis Iswanto,SE,SH (Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here