Aksi Keprihatinan BPKB Banten, Subang, Terkait K-3 di Project TAIFA Industri Park

0
27
SUBANG, MediaGaruda.co.id – Ketua BPKB Banten, Kabupaten Subang,  Dede Ardiansyah atau biasa dipanggil Dewa bersama anggotanya melakukan aksi keprihatianan dan keperdulian terkait
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diatur dalam UU No.1 Tahun 1970. Di project TAIFA Industri Park yang berada di wilayah Desa Gunung Sembung dan Desa Gembor yang diparakasai oleh TAIFA Jaya Deplopmen, Senin (21/09/2020).
Dede Ardiansyah, Ketua BPKB Banten, Kabupaten Subang, kepada para wartawan menyatakan kegiatannya hari ini bukanlah aksi demo. Tetapi, ini adalah aksi keprihatinan terhadap project yang katanya investasi perusahaan terbesar di Subang dengan skala internasional. Yang seharusnya PT.TAIFA Jaya Depolepmen dan pihak Dinas terkait di Pemerintahan Daerah di Kabupaten Subang lebih paham, akan SOP keselamatan kerja. Ataupun keselamatan warga yang berada di sekitar dalam pembangunannya ini, sesuai undang-undang yang berlaku.
Maka dari itu, pada aksi keprihatinan hari ini, BPKB Banten, Kabupaten Subang telah membagikan berbagai peralatan K3, kepada pekerja dan security yang jumlahnya sekitar 300 orang pekerja di Kawasan TAIFA Induatri Park ini.
“Seperti helm, sepatu kerja, rompi, kotak P3K, alat pemadam kebakaran (padam) sampai rambu-rambu keselamatan kerja,”kata Dede Ardiansyah.
Ketua BPKB Banten, Kabupaten Subang juga menjelaskan tentang keharusan adanya K3 dalam project seperti ini. Berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja sesuai SOP dan undang- undang yang berlaku.
Lebih lanjut, Ketua BPKB Banten, Dewa juga mengatakan, bahwa aksi keprihatianan ini, dalam rangka membantu merapikan hal-hal yang berakaitan dengan kelengkapan SOP projec. Dari keselamatan tenaga kerja dan keselamatan warga sekitar yang terdampak dari aktifitas project ini.
Dia juga meminta agar PT. TAIFA Jaya Deplopmen kedepannya agar lebih memperhatikan komunikasi dan koordinasi kepada semua pihak, khususnya dengan warga terdampak proyek ini.
Seperti mengikutsertakan dan memperdayakan, baik itu SDM, maupun potensi wilayah lain yang ada.
“Subang ini selalu terbuka akan investasi, terutama untuk kemajuan perkembangan pembangunan di Kabupaten Subang, dengan tetap menjaga kearifan lokal,”harap Dede Ardiansyah.
Ketua BPKB Banten Kabupaten Subang, juga meminta agar pembangunan skala nasional seperti ini. Semestinya tetap mengikuti rambu- rambu per-undang-undangan pusat dan peraturan daerah (PERDA).
Dan terpenting mengikut sertakan peran masyarakat baik itu SDM nya atau-pun potensi pekerjaan yang bisa dilakukan oleh masyarakat sekitar khususnya, masyarakat Kabupaten Subang.
“Apabila dalam dua hari ini, sejak aksi keprihatinan ini, tidak ada respon dan tanggapan atas gerakan keprihatinan kami hari ini.
“Maka dengan sangat menyesal kami BPKB Banten, Kabupaten Subang akan membawa hal ini keranah hukum yang berlaku,”ungkap Dewa.
Sampai berita ini dinaikkan MediaGaruda.co.id belum mendapat tanggapan dari Dinas terkait di Pemerintahan Kabupaten Subang dan dari pihak Managemen PT.TAIFA Jaya Depolepmen. (MG-019/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here