HMI Jakarta Pusat Utara, “Kecam” Kekerasan Satpol PP Kepada Kader HMI Bogor

0
66
JAKARTA, MediaGaruda.co.id – Dugaan tindakan kekerasan berupa pemukulan yang dilakukan oleh oknum Satuan Polisi Pamong Praja Satpol PP terhadap sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kabupaten Bogor dalam aksi demonstrasi di Bogor, hari Jum’at (18/9/2020) hari ini.
Menuai kecaman keras dari Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta Pusat – Utara. Ketua Umum HMI Cabang Jakarta Pusat Utara Badai Ahtadera mengecam keras tindakan represif yang dilakukan aparat Satpol PP tersebut.
“Apapun alasannya, tindakan represif terhadap teman-teman HMI itu tidak bisa dibenarkan. Olehnya itu kami mengecam keras tindakan oknum Satpol PP yang melakukan tindakan pemukulan dan tendangan terbang terhadap kader HMI tersebut,” tegasnya
Lebih lanjut kader HMI yang bertempat tinggal di Ciampea – Bogor ini menambahkan bahwa tugas Satpol PP itu penegakan Perda, menjaga ketertiban umum serta memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Bukan malah bertindak seperti preman dan memukuli masyarakat.
“Kami mengecam keras tindakan represif Pol PP terhadap kader HMI di Bogor insiden tersebut telah mencoreng wajah demokrasi Indonesia, mengekang hak rakyat Indonesia ketika menyampaikan kritik atas kebijakan pemerintah. Sehingga kami mendukung upaya hukum yang ditempuh kader HMI Cabang Kabupaten Bogor,” tutupnya.
Sebagaimana yang diberitakan oleh media online Bogor, today.com telah terjadi kekerasan yang dilakukan oknum aparat saat mengawal aksi unjuk rasa (unras) di Jalan Pemda Cibinong, Kabupaten Bogor mendapat reaksi keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Bogor.

Mereka meminta aksi yang tidak pantas itu diusut tuntas. Bahkan, mereka pun meminta Kepala Satpol PP Kabupaten Bogor dicopot dari jabatannya karena dinilai tak becus membina anak buahnya.

Ketua HMI Cabang Kota Bogor, Herdi Iskandar mengatakan, aksi kekerasan yang dilakulan oleh oknum aparat kepada teman-teman HMI Kabupaten Bogor itu jelas melanggar hukum, tidak sesuai dengan amanat Undang Undang dan PP No 16 Tahun 2018 Pasal 1 dan 5 tentang tugas Satpol PP.

“Bupati dan Kepolisian harus menindak secara cepat dan tegas, apapun alasannya tindakan kekerasan sangatlah tidak dibenarkan. Kalau perlu Copot itu Kasatpol PP karena tidak becus dan tidak bisa mengarahkan anggotanya bertugas dengan baik. Tindakan ini tidak boleh dibiarkan, harus ada efek jera biar tidak merasa gagah, karena jika tidak ada efek jera hal ini akan terulang,” ujar Herdi kepada BogorToday.com, Jumat (18/9/2020).

Dia pun mengutuk keras aksi kekerasan yang sudah dilakukan oknum aparat tersebut. Menurutnya, tindakan itu tidak manusiawi, sehingga melukai hati mahasiswa yang tergabung di HMI.

“Kami mengutuk keras melihat potret demokrasi di Kabupaten Bogor, atas kejadian aksi kemarin yang dilakukan oleh oknum Satpol PP sangatlah tidak manusiawi. Mahasiswa ini manusia bukan binatang, seharusnya Satpol PP itu menjaga dan melindungi jalannya aksi bukan menganiaya pakai tendangan terbang,” tegasnya.

Aparat kepolisian pun, lanjut Herdi, seharusnya bisa membantu mengamankan dan melindungi para mahasiswa yang sedang demonstrasi, bukan membiarkan kekerasan itu terjadi. “Jika tindakan biadab ini dibiarkan, maka HMI Kota Bogor siap adakan konsolidasi bersama elemen mahasiswa untuk menggalang massa dalam rangka aksi solidaritas kita sesama mahasiswa,” tandasnya.

(Red/today.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here