Ketua HMI Depok, Pertanyakan Pakta Intregritas Bagi MABA UI, & Juga Menunggu Klarifikasi UI & Janji UKM PIB

0
38
DEPOK, MediaGaruda.co.id – Universitas Indonesia pada tahun ajaran 2020/2021 yang baru dimulai mewajibkan seluruh mahasiswa baru untuk menandatangi pakta integritas yang berisi butir-butir yang harus dipatuhi mahasiswa selama menempuh studi di kampus perjuangan tersebut.
Beberapa poin yang tertera dalam pakta integritas tersebut menuai kontroversi. Pasalnya, salah satu poin yang banyak menuai perdebatan adalah larangan mahasiswa mengikuti organisasi yang tidak terdaftar atau mendapat izin kampus.
Awalnya poin tersebut berbunyi
‘tidak melaksanakan dan/atau mengikuti kegiatan yang bersifat kaderisasi/orientasi studi/latihan/pertemuan yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa atau organisasi kemahasiswaan yang tidak mendapat izin resmi dari Pimpinan Fakultas dan/atau Pimpinan Universitas Indonesia’.
Kemudian, poin tersebut direvisi menjadi ‘tidak akan melakukan kegiatan politik praktis dalam kampus atau kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi kemahasiswaan yang tidak terdaftar di UI atau tidak mendapatkan izin pimpinan kampus’.
Adanya pakta integritas turut mendapat tanggapan dari organisasi ekstra kampus salah satunya HMI cabang Depok, dimana Ketua Umum HMI Cabang Depok Bagas Kurniawan dalam release kepada Redaksi MediaGaruda.co.id, hari Minggu tanggal 13 September 2020 siang ini, menyatakan bahwa pihaknya belum mengetahui maskud isi pakta integritas karena pihak organisasi ekstra kampus belum pernah diajak berdialog.
“Terkait aturan pakta integritas kami selaku mahasiswa ekstra kampus tidak pernah diajak berdialog, kalo memang kegiatan ekstra kampus harus ada izin dari kampus misalnya, prosedurnya bagaimana, dan posisi organisasi ekstra kampus bagaimana, itu pun kami tidak tahu,” ujarnya.
Kedepan untuk menghindari simpang siur dari kebijakan pakta integritas, maka pihak HMI mendorong adanya dialog dan penjelsan dari pihak UI terhadap organisasi mahasiwa ekstra kampus di lingkungan Depok.
HMI Depok saat ini juga sedang menunggu pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa Pembinaan Ideologi Bangsa (PIB) di UI sesuai peraturan menteri nomor 55 tahun 2018
 “Untuk kedepan, kita akan mendorong langkah dialog dulu untuk mengetahui latar belakang dan maksud Rektorat UI sehingga mewajibkan pakta integritas tersebut karena isinya masih sangat umum dan bisa ditafsirkan luas.
Khusnudzon kita, kalo misalkan memang pakta ini ditujukan untuk menghilangkan paham anti Pancasila ya kita akan mendukung penuh, jadi pihak kampus dan HMI satu frame untuk mempertahankan keutuhan bangsa Indonesia, dan justru menurut saya pihak kampus harus merangkul organisasi ekstra kampus.
“Karena bagi HMI sendiri perjuangan menjaga republik itu bukan dari minggu lalu atau bulan lalu tapi dari tahun 1947, dan banyak organisasi mahasiswa ekstra kampus yang juga berumur tua dalam berjuang memberikan pencerdasan untuk merawat kebangsaan kita, salah besar jika kemudian pihak kampus ingin mengesampingkan organisasi-organisasi mahasiswa ekstra kampus ini,”kata Bagas.
Bagas menutup press releasenya dengan mengatakan
“Kami juga menawarkan solusi untuk tidak menunda pembentukan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang menampung organisasi mahasiswa ekstra kampus Landasan hukum sudah ada yaitu Peraturan Menteri nomor 55 tahun 2018. HMI siap duduk bersama Rektorat UI dan  organisasi mahasiswa ekstra kampus lain untuk mempersiapkan UKM PIB yang cocok untuk UI.
Nah, dengan adanya ULM PIB maka  kampus UI dapat memilah organisasi ekstra kampus seperti apa yang layak masuk dan beraktivitas dalam kampus UI,”ujar Bagas yang menempuh program sarjana di FEB UI dan baru menamatkan studi di program pascasarjana ilmu manajemen FEB UI ini.
Sampai berita ini dinaikan, pihak Redaksi MediaGaruda.co.id belum mendapatkan penjelasan dari pihak kampus UI dan pihak PIB. (Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here