Asep Ramdhan Ketua PUK SPSI Yang Hidupnya Susah, Tapi Tak Pernah Dapat Bantuan Sembako & Tunai, Program Presiden Jokowi, Selama Covid-19

0
494
BEKASI, MediaGaruda.co.id – Asep Ramdhan menyayangkan sikap banyak pihak yang selalu mencibir perjuangan, para pekerja / buruh Indonesia untuk mendapatkan hak-haknya sesuai perundang-undangan yang berlaku.
Diapun mengaku, sebagai umat Islam selalu berdoa’ diperuntukkan kepada pihak-pihak yang selama ini hatinya beku, dan selalu menghadang perjuangan pekerja/buruh Indonesia. Dengan harapan agar mereka yang hatinya beku itu, mendapat hidayah dari Allah SWT. Dan bersedia turun ke bawah, melihat langsung kehidupan pekerja/buruh Indonesia, agar dapat melihat dengan sejujur-jujurnya dan senyata-nyatanya kehidupan prihatin pekerja/buruh Indonesia.
“Tanpa kepentingan embel-embel apapun, apalagi demi kepentingan kelompok tertentu, yang ingin perutnya kenyang sendiri. Dengan cara menari-nari diatas, penderitaan pekerja/buruh Indonesia,”ungkap Asep Ramdhan.
Sejak Mei 2020 lalu, sampai September 2020 saat ini, Asep Ramdhan yang juga Ketua PUK SP RTMM SPSI PT.Kreasindo Jaya Tama Sukses (KJTS) ini, mengaku untuk makan sehari-hari, dirinya dapat bantuan dari Posko dapur umum PUK RTMM SPSI PT.KJTS yang berada didepan PT.KJTS di Jalan Cempaka No 28 RT.003 RW.02 Kp Jatibulak, Kelurahan Jati Mulya, Kecamata Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
“Kehidupan kami sejak Mei 2020 lalu, terlunta-lunta, karena pihak Magagement PT.Kreasindo Jaya Tama Sukses (KJTS) dan PT.Kreasindo Jaya Sentoso (KJS) secara tiba-tiba merumahkan sekitar 150 orang buruhnya, dengan alasan covid-19, dan kondisi keuangan perusahaan. Tanpa memberikan upah dan hak hak pekerja/buruh PT.KJTS sama sekali,”ungkap Asep Ramdhan.
Asep Ramdhan-pun mengaku bekerja di PT.KJTS sejak tahun 2006 dengan status karyawan tetap sampai saat ini dengan upah terakhir Rp5.400.000,-

Asep Ramdhan (41 tahun),  terlahir di Sukabumi, pada tanggal, 8 Agustus 1979 lalu. Saat ini memiliki satu istri bernama Ida Sutriningsih (38 tahun) dan tiga anak Mochamad Zulfi (11 tahun), Mochamad Alif (7 tahun) dan Malikia Aghnia (1,9 tahun).

Asep Ramdhan menikah dengan Ida Sutriningsih tahun 2006. Dan sejak tahun 2014 lalu, istri dan anak anak pulang, tinggal di Kampung halamannya di Sukabumi bersama orang tuanya (Mertua Asep Ramdan) di Kp Babakan Gobang RT.003 RW.05 Desa Cibunar Jaya, Kec Ciambar, Kabupaten Sukabumi.
Selama ini Asep Ramdhan di Bekasi, menempati kontrakan petak, per-bulan dengan uang sewa Rp350.000 milik H.Nurmawan (Ketua RT.002 RW.01) Kp Jatibulak, Kelurahan Jati Mulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Dengan subsidi listrik gratis karena menggunakan 450 watt.
“Sejak dirumahkan sejak bulan Mei 2020, saya tidak mampu lagi bayar yang sewa kontrakan Rp350.000 per-bulan, karena memang tidak memiliki penghasilan lain, selain dari upah bulanan dari PT.KJTS,”kata Asep Ramdhan.
Kondisi istri dikampung bersama anak anaknya sampai saat ini biaya makan dan sekolah ditanggung mertuanya di Kp Babakan Gobang RT.003 RW.05 Desa Cibunar Jaya, Kecamatan Ciambar, Kabupaten Sukabumi. Selama Asep Ramdhan tidak mendapatkan upah dari PT.KJTS lagi.
 
Istri Asep Randhan dan anak-anaknya di Sukabumi sejak Mei 2020 sampai saat inipun juga tidak pernah mendapatkan bantuan sembako dan bantuan tunai lainnya program Presiden Jokowi.
“Di Bekasi pun, saya dan kawan-kawan pekerja/buruh PT.KJTS dan PT KJS juga belum pernah menerima bantuan sembako dan bantuan tunai apapun dari program bantuan korban pendemi covid-19 Presiden Jokowi.
“Selama ini kawan-kawan pekerja/buruh PT.KJTS dan PT KJS dapat bantuan dari sumbangan swadaya dari anggota dan pengurus Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (SP RTMM) SPSI Kota dan Kabupaten Bekasi, ditambah bantuan dari Polisi saat HUT Bhayangkara 2020, kemarin,”ungkap Asep Ramdhan.
Diapun berharap dan berdoa dengan kesediannya kehidupannya dipublish ini, tentu dengan harapan agar para pemimpin di negeri ini dapat tergetuk hatinya dan mau turun kebawah.
Melihat langsung dengan sejujur-jujurnya dan senyata-nyatanya betapa hari ini, hukum negeri ini tumpul ke atas dan tajam kebawah.
“Bayangin Bung, sejak kami dirumahkan tanpa diberikan upah sama sekali, tetapi  perusahaan kami masih beroperasi kan walaupun tidak maksimal.Artinya perusahaan ini tidak bangkrut-kan, tapi kenapa dari perjuangan Pengurus PC RTMM SPSI Bekasi, bersama-sama kami, sudah berjuang melaporkan kasus perburuan ini ke pihak Disnaker Provinsi Jawa Barat.Tetapi kenapa sampai saat ini, pihak Pengawas Disnaker Provinsi Jawa Barat yang berkantor di Karawang.
“Jangankan menerbitkan surat teguran kepada perusahaan tempat kerja kami. Datang ke perusahaan tempat kerja kami pun untuk melakukan SIDAK atau inspeksi mendadak-pun saja, sampai saat ini, belum pernah sama sekali. Dan apakah salah jika kami rakyat kecil ini, menyatakan hari ini hukum, ditegakkan tumpul keatas, tapi hanya tajam ke bawah,?”tanya Asep Ramdhan.
Karena itulah, dia kembali menyatakan bertekad sebagai umat Islam yang cinta NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 ini, akan selalu istiqhomah berdoa’ dalam keadaan lapar dan lemah.
“Dengan harapan agar mereka yang saat ini hatinya beku itu, agar hatinya mendapat hidayah dari Allah SWT. Dan bersedia turun ke bawah, melihat langsung kehidupan pekerja/buruh PT KJTS dan PT.KJS ini dengan sejujur-jujurnya dan senyata-nyatanya.Tentu dalam rangka menjalankan sumpah beliau-beliau semua, saat diangkat menjadi pelayan rakyat, didalamnya wajib juga melayani para pekerja/buruh Indonesia,”kata Asep Ramdhan. (Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here