Demo Mahasiswa Tuding Adanya Dugaan Korupsi Pembangunan RS Khusus Daerah Duren Sawit Jakarta Timur 

0
43
JAKARTA, MediaGaruda.co.id – Puluhan mahasiswa dari organ Surya Mahasiswa dengan Kordinator Lapangan Febriansyah Putra melakukan aksi demo di kantor PT.Hutama Karya, di Jalan MT.Haryono, Jakarta Timur, Rabu (12/8/2020).
Kordinator Lapangan Febriansyah Putra pada agitasi aksi demo yang dikirimkan ke redaksi MediaGaruda.co.id menyatakan bahwa Suara Rakyat dan Mahasiswa (SURYA MAHASISWA) mendukung sikap kritis dan tegas mahasiswa dalam mengawal dan mengawasi pembangunan Fasilitias Kesehatan untuk masyarakat Indonesia terutama wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
Namun para mahasiswa melihat adanya beberapa kebocoran atau pelanggaran dalam pembangunan fasilitas kesehatan tersebut, seperti pembangunan Pengembangan Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit Jakarta Timur.
Para mahasiswa menyatakan, mereka menemukan beberapa dugaan pelanggaran, pembangunan Pengembangan Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit Jakarta Timur. Mulai dari proses pelelangan atau tender sampai tahap penyelesaian pembangunan.
Pemenang tender dalam pengembangan RSKD Duren Sawit adalah KSO Hutama Karya, misalnya diduga tidak sah, karena tidak memenuhi standarisasi yang telah ditentukan dalam kontrak pembangunan pengembangan Gedung RSKD Duren Sawit.Seperti persyaratan peralatan utama pekerjaan pembangunan.
 Hal tersebut terjadi diduga karena kelalaian tim Pokja (kelompok kerja,Red) proyek tersebut yang tidak maksimal dalam mengawasi atau turun kelapangan untuk mensurvei peralatan apa saja yang di gunakan pada proyek ini. Dan temuan para mahasiswa ini, diperkuat dengan pernyataan team tender KSO HY yang telah menawarkan tanpa memberi tahu team POKJA terkait kapasitas tower yang seharusnya di butuhkan.
Menurut para mahasiswa, seharusnya lelang proyek ini dimenangkan oleh PT. Adhi Karya karena selain PT KSO HY yang memberikan penawaran PT. Adhi Karya memberikan juga penawaran kepada panitia tender.
Kemudian dalam hal penetapan HPS pekerjaan pembangunan pengembanga RSKD Duren Sawit diduga melebihi kebutuhan senilai Rp. 71.921.122.941,49.
“Ini merupakan kerugian negara yang harus di kembalikan oleh PT. KSO HY. Karena pekerjaan yang seharusnya seusai dengan ASB / RAB yang telah di sepakati ini melampaui hampir 50% untuk pekerjaan Struktur, Arsitektur, dan MEP,”kata Febriansyah Putra.
Dalam tahap pelaksanaan-pun PT. KSO HY sepertinya bercanda dalam membangun proyek pengembangan RSKD Duren Sawit, seperti pemain baru yang asal menambahkan item pekerjaan tanpa sepengetahuan atau ijin dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen).
“Terbukti adanya dugaan, 9 item pekerjaan yang tidak termasuk dalam kontrak atau KAK dan tanpa sepengetahuan Persetujuan PPK,”ungkap
Febriansyah Putra.
Dalam pelaksanaan-pun menurut para mahasiswa pihak PT.KSO HY diduga banyak mengubah atau mengambil jalan sepihak untuk personil yang seenaknya diubah tanpa sepengetahuan dan persetujuan PPK.
Diduga ada 7 bagian yang personil tidak sesuai dengan yang ada di dalam dokumen penawaran. Kemudian pihak KSO HY dalam pelaksanaan mengubah volume dan kapasitas peralatan yang telah di buat dalam penawaran oleh PPK dan semua hal diatas tanpa persetujuan dari PPK.
Sehingga terindikasi melanggar undang – undang yang ada. Pertama Peraturan Menteri Dalam Negeri (PERMENDAGRI) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Pada pasal 4 ayat 1 dan 2. Yang kedua Lampiran I dari Peraturan Menteri PUPR Nomor 19/PRT/M/2014 tentang perubahan Peraturan Menteri PU nomor 08/PRT/M/2011 Tentang pembagian Subklasifikasi dan Subklasifikasi usaha Jasa Kontruksi  pada Nomor 7.
Dengan ini Kami mahasiswa Menuntut :
Meminta Gubernur DKI Jakarta untuk memeriksa team PPK dan POKJA DKI yang terlibat dalam Pembangunan Pengembangan RSKD Duren Sawit
Meminta KPK untuk memeriksa seluruh pihak yang telah memenangkan PT. KSO HY dalam lelang proyek Pembanguna Pengembangan RSKD Duren Sawit
Meminta PPK untuk memasukan PT.KSO HY dalam buku hitam perusahaan yang tidak becus dalam pembanguan proyek Pemerintah.
“Meminta untuk PT. KSO HY untuk mengembalikan kerugian Negara Sebesar Rp. 71.921.122.941,49 ( Tujuh Puluh Satu Milyar Sembilan Ratus Dua puluh Satu Juta Seratus Dua puluh Dua RIbu Sembilan Ratus Empat puluh Satu Rupiah ).
“Dan tangkap Direktur Utama dan Project Manager yang diduga telah mencuri uang negara dalam proyek Pembangunan Pengembangan Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit tersebut,”kata Febriansyah Putra.
Sampai berita ini dinaikkan MediaGaruda.co.id belum mendapatkan konfirmasi dari pihak PT.Hutama Karya dan pihak-pihak terkait, dengan adanya aksi demo dan tudingkan para mahasiswa tentamg terjadinya korupsi tersebut diatas. (MG-018/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here