Klarifikasi Terkait Bansos Presiden Jokowi, Bagi Pekerja/Buruh Korban PHK di Kota Bekasi

0
179
BEKASI, MediaGaruda.co.id – Para Pimpinan Serikat Pekerja (SP) dan Serikat Buruh (SB) Kota Bekasi dan Kadisnaker Kota Bekasi Dra Indah Ika Yarti, memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait masih menumpuknya. Bantuan sosial (Bansos) Sembako dari Presiden Jokowi melalui, Kementrian Sosial RI, bagi pekerja/buruh Kota Bekasi yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) karena perusahaannya terkena dampak covid-19.
Pertama, Fajar Winarno, Sekretaris DPC K-SPSI Kota dan Kabupaten Bekasi/mantan Ketua PC SP LEM SPSI Koya dan Kab Bekasi, yang juga menjadi anggota LKS Tripartit Kota Bekasi mewakili unsur SP SPSI.

Fajar Winarno menjelaskan bahwa informasi yang disampaikan oleh pihak Disnaker Kota Bekasi, bahwa bantuan sembako dari Presiden Jokowi melalui Kemensos RI yang saat ini ada di GOR Kota Bekasi adalah bansos tersebut diperuntukkan pekerja/buruh korban PHK di Kota Bekasi.

“Kami dari DPC K-SPSI Kota dan Kabupaten Bekasi sudah mengirimkan data anggota yang terkena PHK dari nama perusahaan, nama pekerja,dan nomor induk kependudukan (NIK),
Namun sampai sekarang belum juga dikirim oleh pihak Disnaker Kota Bekasi dengan alasan harus disertakan foto copy KTP dan photo copy Kartu Keluarga (KK).Sementara kawan-kawan kami, para pekerja yang terkena PHK, saat ini makin kesulitan, untuk mondar-mandir butuh biaya.
“Harapan kami, dimohon agar pihak Disnaker Kota Bekasi, agar dapat memberikan kebijaksanaan, agar kiranya bisa dibagikan dulu ke serikat pekerja (SP) baru pekerja yang berhak mendapatkanya, bisa mengambil ke sekretariat SP-nya masing-masing dengan menyerahkan photo copy KTP dan KK,”harap Fajar Winarno, kepada MediaGaruda.co.id, Jum”at (7/8/2020) siang ini.
Kedua, Seipudin, Ketua DPC Federasi Serikat  Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) dan anggota LKS Triaprtit dari unsur SP Kota Bekasi lainnya dalam wawancara by phone menjelaskan bahwa pihak DPC FSBDSI Kota Bekasi mengajukan 270 paket sembako untuk anggota yang ter-PHK.
“Sudah turun 123 paket sembako kita terima, dimana yang 99 paket sembako kita serahkan kepada buruh anggota FSBSI Basis PT.Monysaga, dan yang 24 paket telah diserahkan kepada anggota FSBDSI Basis PT.Adi Wijaya Citra. Dokumentasi penyerahan sembako tersebut telah kami serahkan kepada Disnsker Kota Bekasi.
“Kami mohon sisanya, dari 270 orang buruh pemohon, baru diberikan 123 orang buruh pemohon, agar proses verifikasi datanya agar dapat dipercepat oleh pihak Disnaker Kota Bekasi. Sehingga sembako bantuan Presiden Jokowi tersebut segera dapat diterima para buruh yang ter-PHK,”kata Seipudin.
Dia-pun memaklumi, memang proses verifikasi data buruh pemohon itu, penting agar bantuan sembako dari Presiden Jokowi itu, tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh buruh yang berhak mendapatkan bantuan.
“Tak lupa kami keluarga besar DPC FSBDSI Kota Bekasi, pada kesempatan ini ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Presiden Ir.Joko Widodo (Jokowi), karena beliau itu, Presiden yang sangat peduli, terhadap kawan-kawan kami buruh FSBDSI yang ter-PHK, karena covid-19,”kata Seipudin.
Ketiga, Masrul Zambak Koordinator Aliansi Buruh Kota Bekasi yang juga anggota LKS Tripartit mewakili SP FSPMI Kota Bekasi.
“Menjelaskan bahwa SP FSPMI Kota Bekasi telah mengajukan 170 orang anggota korban PHK dan sampai saat ini belum turun, karena sedang dalam proses verifikasi data oleh pihak Disnaker Kota Bekasi,”kata Masrul Zambak.
Masrul Zambak juga setuju jika verifikasi data penerima bantuan tersebut, memang penting, agar bantuan sembako tepat sasaran dan sampai kepada mereka yang berhak. Dan media-pun dimohon juga, perlu menanyakan kepada pimpinan SP/SB Kota Bekasi agar tidak ada kesalah pahaman.
“Kami juga mohon proses verifikasi data pemohonnya, agar dapat dipercepat oleh pihak Disnaker Kota Bekasi, tujuannya untuk menghindari polemik-polemik yang tidak perlu, seperti ini, serta agar tidak terjadi kesalah-pahaman,”harap Masrul Zambak.
Sementara Kepala Disnaker Kota Bekasi Dra.Indah Ika Yarti sore ini, dikantornya menjelaskan bahwa jumlah paket sembako bantuan Presiden Jokowi via Kemensos RI seluruhnya berjumah 1.888 paket sembako.
Selama ini, memang yang agak lambat proses penyerahan bantuan, tidak ada maksud apapun. Hanya semata mata karena faktor non teknis, seperti penyerahan data pekerja/buruh penerima Bansos, dari pihak SP/SB ke Disnaker Kota Bekasi lambat.
“Berkas dari PC LEM SPSI Kota Bekasi misalnya, baru satu hari menjelang hari raya Idul Adha 1441H, seminggu lalu baru diserahkan ke Disnaker Kota Bekasi,”kata Dra Ika Indah Yarti.
Artinya tidak ada niat dari kami Disnaker Kota Bekasi memperlambat penyerahan bantuan Sembako dari Presiden Jokowi via Kemensos RI, ini kepada para buruh Kota Bekasi yang ter-PHK, akibat pabriknya terkena dampak covid-19,”kata Dra Ika Indah Yarti.
Selain itu, tudingan media ada sembako busuk, itu tidak benar.
“Kalau toh ada botol kecap, mungkin karena tertindih beras yang beratnya 10 kg, botolnya pecah, yang itu mungkin ada, karena tumpukan sembako,.”ungkapnya
Selain itu, agak sedikit lambatnya verikasi data pekerja/buruh korban PHK Kota Bekasi, karena ada perusahaannya yang tutup dan buruhnya juga berpindah rumah kontrakan dan sulit dihubungi.
“Sore ini, akan kami lakukan rapat dengan Pimpinan SP/SB se Kota Bekasi, untuk mencarikan, solusi terbaik dan agar bantuan sembako cepat tersalurkan kepada buruh korban PHK karena covid-19, dan betul betul tepat sasaran,”kata Dra. Ika Indah Yarti. (Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here