BEM UMIKA :  Disdik Kota Bekasi Gagal Total Selenggarakan PPDB Online

0
101
BEKASI, MediaGaruda.co.id – Puluhan mahasiswa dan Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mitra Karya (UMIKA) melakukan aksi demo didepan kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi di Jalan Lapangan Bekasi Tengah No.2, RT.006/RW.007, Kelurahan Margahayu, Bekasi Timur., Kota Bekasi, Kamis (2/7/2020) siang.
Korlap aksi demo BEM UMIKA Adriyanto Abdillah dalam orasinya menyatakan adanya dugaan penggunaan dana anggaran PPDB Online sekolah SD Negeri dan SMP Negeri Kota Bekasi yang kurang transparan. Dan tidak tepat sasaran, sehingga mengakibatkan banyak para orang tua, dan calon peserta didik baru SD Negeri dan SMP Negeri di Kota Bekasi yang dirugikan.
Adriyanto Abdillah menyatakan bahwa pendidikan adalah hak bagi seluruh bangsa Indonesia, yang termaktub dalam asas berbangsa bernegara UUD 1945. Dalam keberlangsungan pendidikan penysesuaian terhadap zaman perlu di upgrade agar tidak menimbulkan erosi keterbelakangan. Pada Era revolusi industri 4.0 teknologi menjadi jembatan kemudahan bagi segala aspek begitu juga aspek pendidikan, namun kemudian dalam menjawab tantangan zaman hari ini serasa upaya pemerintah masih belum maksimal, dikarenakan banyak persoalan yang tidak dapat di selesaikan oleh instansi berkewajiban.
Pada 2020 kita dikejutkan dengan adanya sistem PPDB online versi daring dengan dibenturkanya pada fenomena klasik “pandemi covid-19”, inilah kemudian menjadikan masyarakat kesulitan dalam mengakses dan harus beradaptasi dengan cepat pada perkembangan sistem pendidikan.  Sebuah kebijakan pun dikeluarkan pemerintah agar warga sekolah bisa terhindar dari penyebaran virus corona maka terbitlah surat edaran (SE) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nomor 4 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Peneyebaran covid-19.
Kegiatan PPDB Online ini diperkirakan di ikuti oleh 10,9 juta calon siswa baru dan dapat dimulainya pendaftaran pada 11 juni hingga 10 juli 2020. Seperti di Kota bekasi 5 juni 2020 dilakukanya uji coba sistem melalui situs PPDB kota bekasi untuk TK, SD, SMP. Dengan menggunakan skema 4 jalur penerimaan peserta didik baru berdasarkan Zonasi, Afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua atau wali.
Persoalanya ialah apakah pemerintah Kota Bekasi sudah siap untuk menjembatani masyarakatnya dalam mengakses sistem PPDB online…? tentunya ini menjadi pertanyaan besar bagi kami selaku warga Kota Bekasi, maka pemerintah wajib berperan aktif dalam hal ini yaitu Dinas Pendidikan Kota Bekasi, untuk mensosialisasikan kepada masyarakat dengan mudah dipahami dan meyeluruh hingga ke ujung hulu maupun hilir di Kota Bekasi.
Namun kenyataanya dilapangan BEM UMIKA menemukan kejanggalan, bahwa dinas pendidikan Kota Bekasi tidak maksimal dalam bekerja, ia hanya mensosialisakan kepada pucuk sekolahan yaitu kepala sekolah yang mana seharusnya disdik Kota Bekasi itu mampu bekerja untuk seluruh wali murid yang ada di Kota Bekasi.
“Padahal Disdik Kota Bekasi dapat anggaran biaya yang besar dan anggaran tersebut tentu tidak main-main dikarenakan untuk merealisasikan semua kebutuhan pada sistem PPDB online tersebut,”kata Adriyanto Abdillah.
Dengan ini kami BEM UMIKA membawakan sebuah tuntutan dalam usaha controlling sebagai mana kewajiban kami sebagai mahasiswa, menuntut :
1. Meminta Dinas Pendidikan Kota Bekasi untuk memberikan penjelasan dalam pelaksanaan sosialisasi PPDB online Kota Bekasi.
2. Mendesak Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam upaya transparansi pelaksanaan PPDB Online 2020.
“3. Meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Untuk mundur dari jabatanya jika tidak becus menjalankan tugasnya,”kata Adriyanto Abdillah.
Kadisdik Kota Bekasi Inayatullah dan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Uu Saeful Mikdar menerima aspirasi para pendemo dengan menemui para pendemo. (MG-017/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here