Hasil Sementara Rapat Bipartit, Terkait Penutupan PT.Monysaga Prima

0
838

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Penutupan PT. Monysaga Prima (perusahaan makanan dan minuman) yang berlokasi di Jalan Sultan Agung KM 27 Kelurahan/Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, beberapa pekan lalu. Terkait hak-hak pekerja/buruh perusahaan ini, telah dilaksanakan rapat Bipartit antara pihak Managemen PT. Monysaga Prima, dengan pengurus serikat pekerja (SP)/serikat buruh (SB) PT.Monysaga Prima, yaitu dengan Pengurus PPA PPMI PT. Monysaga Prima dan Pengurus Basis FSBDSI PT. Monysaga Prima.

“dan sampai saat ini telah dilakukan lima kali rapat Bipartit,”kata Bambang, Ketua PPA PPMI PT. Monysaga Prima,  kepada MediaGaruda.co.id, Jum’at (12/6/2020).

Bambang menjelaskan lebih lanjut, bahwa dalam perundingan Bipartit itu, Management diwakili Kepala HRD PT. Monysaga Prima Bapak. R.Tri Antoro bersama Tim Managemen lainnya. Sedangkan dari pihak pekerja/buruh diwakili Tim Perunding PPA PPMI PT. Monysaga Prima yang dipimpin Bambang sendiri, sedangkan Tim Perunding dari Basis FSBDSI PT.Monisaga Prima dipimpin Bung Zulheri H, sebagai Ketua Basis FSBDSI PT. Monysaga Prima.

Dalam perundingan Bipartit awal, pihak pekerja/buruh melalui PPMI dan FSBDSI mengajukan tuntutan hak-hak pekerja/buruh yang akan di PHK., sesuai peraturan UU Nomor 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dan selanjutnya oleh Tim Perundingan dari Management PT. Monysaga Prima, tuntutan tersebut diajukan kepada pihak Pusat PT. Monysaga Prima di Jakarta.

Rincian tuntutan pihak SP/SB PPMI dan FSBDSI terkait hak-hak buruh, adalah sebagai berikut :

1.Pembayaran Pesangon sesuai UU 13/2003 Tentang Ketenagakerjaan sebesar 2 Peraturan Menteri Tenaga Kerja (PMTK)

2.Pembayaran Uang Masa Kerja di PT. Monysaga Prima.

3.Mekanisme Pembayaran Hak – Hak pekerja/buruh yang tidak mau dicicil atau diangsur PT. Monysaga Prima.

4.Selama perundingan hak – hak pekerja/buruh wajib dibayar oleh pihak PT. Monysaga Prima.

Jawaban pihak Management PT. Monysaga Prima terkait tuntutan PPMI dan FSBDSI tersebut diatas,

Berdasarkan notulen yang ditanda tangani pada hari Kamis, tanggal 28 Mei 2020, bahwa tim perunding dari Management PT. Monysaga Prima, hanya dapat menyampaikan jawaban dari pihak Pusat PT. Monysaga Prima, dan jika pihak SP/SB PPMI dan FSBDSI merasa tidak puas, maka pihak PT. Monysaga Prima, mempersilahkan SP/SB PPMI dan FSBDSI membawa hasil ini sampai dipersidangan.
Selain itu,

Poin satu, kemampuan managemen dalam memberilan pesangon pada permintaan pertama yaitu pembayaran pesangon yaitu 2 PMTK, tidak bisa terpenuhi bukan berarti tidak dapat sama sekali.

Poin kedua, pembayaran masa kerja yang belum dibayar bulan Juli 2019 s/d Desember 2019 perusahaan masih janji pembayaran untuk besarannya akan di bicarakan lebih lanjut.

Poin ketiga, mekanisme pembayaran Hak – hak karyawan yang tidak mau dicicil atau diangsur, masih akan ditampung dan akan dibicarakan kepada managemen

Poin keempat, selama perundingan hak-hak pekerja/buruh wajib masih akan ditampung dan akan dibicarakan kepada managemen

Sedangkan kemampuan pihak PT. Monysaga Prima untuk memberilan pesangon sesuai permintaan pertama SP/SB, yaitu pesangon sebesar 2 PMTK tidak bisa terpenuhi, tetapi bukan berarti tidak dapat pesangon sama sekali.

Pesangon yang ditawarkan oleh pihak PT. Monysaga Prima sebagai berikut :

– Pekerja/Buruh dengan masa kerja 0 tahun sampai dengan 2 tahun, sebesar 1bulan gaji

– Pekerja/buruh dengan masa kerja 2 tahun sampai dengan 5 tahun, sebear 2 bulan gaji

– Pekerja/buruh dengan masa kerja 5 tahun sampai dengan10 tahun, sebesar 3 bulan gaji

– Pekerja/buruh dengan masa kerja 10 tahun sampai dengan 15 tahun, sebesar 4 bulan gaji

– Pekerja/buruh dengan masa kerja 15 tahun sampai dengam 20 tahun, sebesar 5 bulan gaji

– Pekerja/buruh dengan masa kerja 20 tahun sampai dengan 25 tahun, sebesar 6 bulan gaji

– Pekerja/buruh dengan masa kerja 25 tahun sampai dengan seterusnya, sebesar 7 bulan gaji

Terkait tawaran pesangon dari PT. Monysaga Prima tersebut diatas, sampai saat ini pihak SP/SB yang mewakili pekerja/buruh PT. Monysaga Prima belum memberikan jawaban, menerima atau menolak tawaran tersebut.

Sedangkan rapat Bipartit lanjutan, antara Pihak Management PT. Monysaga Prima dengan Tim Perwakilan pekerja/buruh yang tergabung dalam Basis SB FSBDSI rencananya pada hari Senin tanggal 15 Juni 2020, pukul 10.00 wib di Ruang Meeting Mes PT. Monysaga Prima.

“Sedangkan rapat Bipartit lanjutan antara Pihak Management PT. Monysaga Prima dengan Tim Perwakilan pekerja/buruh serikat pekerja, Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI), rencananya pada hari Selasa tanggal 16 Juni 2020 pukul 10.00wib di Ruang Meeting Mes PT. Monysaga Prima,”kata Bambang.

Segaimana pernah diberitakan oleh MediaGaruda.co.id pada Jum’at (29/5/2020) lalu, bahwa perusahaan makanan dan minuman PT. Monysaga Prima, diduga karena terus merugi selama wabah virus coruna covid-19, sehingga tak mampu beroperasi lagi, sehingga menutup perusahaannya sampai saat ini.

Dari informasi yang berhasil didapatkan MediaGaruda.co.id, perusahaan ini memiliki pekerja/buruh sekitar 305 orang, dengan rincian pekerja kontrak sekitar 40 orang, sisanya adalah pekerja/buruh yang tergabung dalam wadah SP/SB PPM dan FSBDSI.

Situasi terakhir pada Jum’at tanggal 12 Juni 2020 Pukul 14.30wib sore ini, di PT. Monysaga Prima, dalam keadaan aman kondusif. Dimana para pekerja/buruh yang telah di PHK oleh perusahaan ini tampak tidak masuk kerja dan datang ke perusahaan tersebut. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here