“Kesaksian Tokoh Bekasi” Kenapa Perumahan Cilengsi Sampai Ds.Burengkeng, Ds Cijengkol Setiap Tahun Selalu Kebanjiran

0
80
BEKASI, MediaGaruda.co.id – Banjir besar yang setiap tahun membanjiri berbagai perumahan dan perkampungan dari Wilayah Cilengsi Bogor, sampai Desa Burangkeng, Desa Cijengkol, dan seterusnya yang dilewati Kali Burangkeng. Adalah karena disebabkan lebar Kali Burangkeng yang semestinya sekitar 5 meter dan tanggul Kali 4 meter, diduga diklaim sebagai milik pihak tertentu.
Akibatnya Kali Burangkeng saat ini lebarnya hanya 3 sampai 4 meter, bahkan tanggulnya yang dulu 4 meter, saat ini hampir tidak ada,
“padahal aslinya ini adalah tanah negara, yang dikelola oleh pihak Dinas Pertanian Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi,”kata Muhamad Hatta (61 tahun) tokoh warga Bekasi, saksi sejarah Kali Burangkeng dalam wawancara kepada MediaGaruda.co id, Rabu (27/5/2020) pagi ini.
Muhamad Hata (61 tahun) yang saat ini tinggal di RT.002 RW. 02 Kampung Cinyosok, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi dan pernah menjadi Ketua RT dan selama 8 tahun pernah 5 tahun menjadi Kepala Dusun Desa Burangkeng ini. Mengaku prihatin melihat setiap tahun, saat hujan besar daerah perumahan yang dibangun disisi kiri-kanan Kali Burangkeng selalu kebanjiran.
Bahwa banjir yang saat musim hujan dan airnya membanjiri wilayah Perumahan Perumahan dari Desa mulai dari wilayah Cilengsi Bogor, sampai Desa Pasir Angin, Desa Sumurbatu, Desa Burangkeng, Desa Cilengkol, Desa Lubang Buaya dan seterusnya.
Selama ini diduga persoalannya karena lebar Kali dan Tanggul Kali Burangkeng menyempit dan diklaim tanahnya mejadi milik pihak Developer Perumahan.

Berdasarkan kesaksian Muhamad Hata yang yang pernah 8 tahun menjadi Ketua RT dan 5 tahun menjadi Kepala Dusun, bahwa Kali Burangkeng asli lebarnya sekitar 5 meter, dan lebar tanggul atau gili-gili sekitar 4 meter dan ini semua adalah tanah negara.

“Bahkan tanggul dipinggir Kali Burangkeng dulu itu bisa dilalui kendaraan mobil roda empat untuk mengangkut pagi hasil petani, saat sawah warga musim panen. Data gambar Kali Burangkeng ini mestinya ada dan disimpan negara pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi,”kata Muhamad Hatta.

Hal ini sesuai yang dia tahu, bahwa Kali Burangkeng ini pernah dibenahi atau diperbaiki dengan dinormalisasi pada saat jaman orde baru, era Menteri Penerangannya Harmoko melalui proyek padat karya.
“Bahkan Pak Harmoko sendiri saat ini pernah datang ke Desa Burangkeng, dan  ikut memimpin rapat dipinggir Kali Burangkeng.Tentang pembenahan Kali Burangkeng, agar para petani tidak kebanjiran, dengan program padat karya.
“Tahun rapat nya saya lupa, tetapi para saksi peserta rapat tersebut, sampai sekarang ini masih banyak yang masih hidup,”ungkap Muhamad Hatta.
Karena itu berbicara soal banjir di wilayah perumahan yang dibangun disepanjang sisi kiri dan kanan yang dilewati Kali Burangkeng yang mengalir dari wilayah Cilengsi, Bogor, melewati Desa Pasir Angin, melewati Desa Sumurbatu, melewati Desa Burangkeng, melewati Desa Cijengkol, melewati Desa Lubang Buaya.
Mestinya segera dinormalisasi oleh pemerintah, apalagi saat ini sedang tidak musim hujan, agar warga Desa dan Warga Perumahan-Perumahan tersebut, nantinya saat musim hujan bebas dari kebanjiran. Dengan cara Pemerintah agar dapat segera mengembalikan fungsi Kali Burangkeng ini seperti sedia kala, lebar kalinya sekitar 5 meter dan lebar tanggung sekitar 4 meter.
“Sama seperti sebelum ada pembangunan berbagai perumahan di wilayah ini,”ungkap Muhamad Hata.
Selama ini kesulitan warga tokoh asli Bekasi berjuang mengembalikan Kali Burangkeng agar lebar Kali-nya dan lebar Tanggul-nya kembali sama seperti sedia kala, kata Muhamad Hatta.
Selalu terkendala klaim pihak developer perumahan yang merasa membeli tanah warga dari warga, sesuai klaimnya sepihak pihak developper.
“Sehingga pemerintah, mestinya turun tangan dan ikut menengahi, jika memiliki niat tulus membebaskan warga berbagai Perumahan-Perumahan tersebut agar kedepannya bebas banjir,”harap Muhamad Hata.
Sebab warga Perumahan-Perumahan yang membeli rumah tersebut, aslinya mereka tidak tahu, sejarah Kali Burangkeng yang lebarnya sekitar 5 meter dan lebar tanggulnya sekitar 4 meter tersebut.
“Bahkan lebar tanggul ini, dulu bisa dilewati mobil untuk mengangkut pagi, saat panen raya,”kata Mochamad Hatta. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here