Perusahaan di Bekasi Kurangi Jam Kerja, Sebagai Dampak Wabah Virus Coruna Covid-19

0
37
BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Berdasarkan data investigasi terkini yang dilakukan oleh pihak Assosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Bekasi, ternyata bahwa saat ini perusahaan perusahaan menengah di Bekasi. Seperti perusahaan automotif telah mengurangi jam kerja buruhnya, dalam rangka mengurangi produksi karena daya beli konsumennya juga mulai menurun.
Hal tersebut dilakukan, juga sebagai salah satu upaya menghadapi dampak penurunan penjualan, karena faktor terjadinya wabah coruna covid-19 yang saat ini sedang melanda Indonesia.
Tetapi jika ditanyakan oleh pihak MediaGaruda.Co.Id,  apakah upaya perusahaan yang saat ini mengurangi jam kerja buruhnya atau ada yang berencana meliburkan buruhnya tersebut. Karena faktor kesulitan import bahan baku produksi, yang selama ini, dibutuhkan untuk memproduksi barang jadi, dan selama ini di import dari negara tertentu.
“Tidak ada perusahaan yang berani berbicara terbuka soal hal tersebut Pak,
“Alasannya karena tidak ada satu perusahaan pun di Bekasi ini, yang berani berseberangan dengan kebijakan pemerintah pusat, soal larangan import bahan baku, untuk memproduksi barang jadi dari negara tertentu,”kata H.Sutomo, dalam wawancara via telepon dengan MediaGaruda.Co.Id, pada Rabu (8/4/2020) siang ini.
Tetapi jika dilihat berdasarkan pengalaman masa lalu, jika ada kebijakan larangan import bahan baku produksi dari negara tertentu. Sedangkan fakta lapangan yang kita tahu, bahwa selama ini kita memang, untuk bahan baku produksi sangat tergantung dari begara tertentu.
“Maka dugaan kami sebagai pengurus Apindo, bahwa perusahaann yang mengurangi jam kerja dan atau ada juga perusahaan yang saat ini berencana atau ingin meliburkan buruhnya. Dapat diduga perusahaan perusahaan menengah tersebut saat ini, sedang kekurangan bahan baku import yang selama ini, mereka gunakan dan import dari negara tertentu, untuk memproduksi barang jadi.
“Tetapi dapat saya pastikan perusahaan-perusahaan menengah tersebut, tidak  ada yang berani, menyatakan ke publik, kesulitan bahan vaku produksi yang  sebenarnya mereka alami saat ini.Karena perusahaan perusahaan tersebut, tidak ada yang ingin berseberangan  dengan kebijakan pemerintah pusat.
Yang saat ini sedang menerapkan kebijakan melarang import bahan baku produksi dari negara tertentu,”ungkap Sutomo.
Dia pun juga berharap agar berbagai kebijakan bantuan sosial dari pemerintah pusat dan provinsi untuk warga yang menjadi korban wabah virus coruna covid-19 di Bekasi saat ini dapat berjalan cepat dan lancar.
“Tidak boleh ada pihak pihak aparatur ditingkat daerah ini, yang coba coba membuat kebijakan baru yang berbelit-belit atau bahkan mempersulit, warga berdampak wabah virus coruna covid-19. Untuk mendapatkan hak nya, dalam bentuk bantuan sosial yang telah dianggarkan oleh pemerintah,”kata Sutomo. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here