GEKANAS Protes Keras Atas Dilaksanakan Persidangan Paripurna DPR RI “Sore Ini” 

0
468

Anggota Presidium Gerakan Kesejahteraan Nasional (GEKANAS) Indra Munaswar (FSPI) pada Kamis tanggal 2 April 2020 sekitar pukul 14.00wib sore ini.
Mengirimkan surat dari GEKANAS yang dikirimkan kepada DPR RI, kepada Redaksi MediaGaruda.Co.Id untuk diberitakan.
Selain itu Humas FSP KEP SPSI juga mengirimkan surat yang sama untuk diberitakan.
Surat tersebut isinya adalah GEKANAS menyampaikan Protes Keras Atas Dilaksanakan  Persidangan Paripurna DPR RI Sore Ini.
Selanjutnya isi surat protes GEKANAS tersebut adalah sebagai berikut :
Kami mendapat informasi dari Media Online bahwa hari ini, Kamis, 2 April 2020 jam 14.00 DPR RI akan melaksanakan Rapat Paripurna kedua setelah mengakhiri masa Reses, akhir Maret 2020.
Rapat Paripurna tersebut rencana hanya akan dihadiri oleh Pimpinan DPR dan 1 (satu) orang untuk setiap Fraksi. Padahal Anggota DPR RI berjumlah 575 (lima ratus tujuh puluh lima) orang.
Berdasarkan ketentuan yang diatur dalam Pasal 232 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 17 Tahun 2014 Tentang MD3 disebutkan bahwa :
(1) Setiap rapat atau sidang DPR dapat mengambil keputusan apabila memenuhi kuorum.
(2) Kuorum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terpenuhi apabila rapat dihadiri oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah anggota rapat dan terdiri atas lebih dari 1/2 (satu per dua) jumlah fraksi, kecuali dalam rapat pengambilan keputusan terhadap pelaksanaan hak
menyatakan pendapat.
Jika DPR tetap melaksanakan Rapat Paripurna, maka DPR telah dengan secara sengaja melanggar UU MD3. Keadaan kedaruratan karena Covid-19 tentunya tidak ada pengecualian bagi DPR RI. Jika DPR ingin tetap Rapat Paripurna dengan peserta hanya belasan orang anggota saja, maka ubah terlebih dahulu UU MD3 – dan hanya melalui Perubahan Peraturan Tata Tertib DPR.
Kami ketahui bahwa, dari 7 (tujuh) Agenda Rapat Paripurna hari ini, kami jelas sangat curiga dengan Agenda No. 4, yaitu:
Pendapat Fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan DPR RI tentang
Pembentukan Undang-undang dilanjutkan dengan Pengambilan Keputusan. Agenda ini dapat kami maknai bahwa DPR akan menetapkan RUU Cipta Kerja akan dibahas di tingkat Baleg, atau Komisi, atau Panja, atau Pansus.
Apabila DPR RI punya mata-telinga dan hati nurani yang sehat, tentunya pasti memperhatikan dan memahami keberatan dan penolakan dari berbagai kalangan masyarakat termasuk serikat pekerja/serikat buruh, dan juga para ahli terhadap RUU Cipta Kerja yang isi dan substansinya jelas-jelas INKONSTITUSIONAL, sehingga sangat merugikan serta mengebiri hak-hak konstitusional rakyat Indonesia.
Bahkan jika RUU Cipta Kerja ini diundangkan maka negara dengan sendiri terjual secara cuma-cuma
kepada kaum kapitalis hitam dan bangsa asing.
Karena itu, kami atas nama Pekerja/Buruh Indonesia dengan tegas menyatakan :
MENOLAK DIBAHAS DAN DIUNDANGKAN RUU CIPTA KERJA,
Jika tuntutan pekerja/buruh Indonesia ini tidak diindahkan, maka kami akan demo besar-besaran meski ditengah Badai Covid-19, seperti sama halnya dengan DPR masih tetap Rapat Paripurna meksi sudah ada larangan mengenai hal itu.
Untuk menunjukkan bahwa RUU Cipta Kerja itu benar-benar Inkonstitusional, maka GEKANAS dalam pekan ini kami akan mengirimkan kepada Pimpinan DPR dan setiap Pimpinan Fraksi DIM RUU CIPTA KERJA yang disandingkan dengan UU No. 13/2003 Tentang Ketenagakerjaan.
Demikian. Mohon dapat menjadi perhatian yang sungguh-sungguh dari segenap Pimpinan DPR RI.
Jakarta 2 April 2020
Gerakan Kesejahteraan Nasional (GEKANAS)
Ditanda Tangani Delapan Orang Presidium GEKANAS.
1. R.Abdullah (FSP KEP SPSI),
2.Arif Munardi (FSP LEM SPSI),
3. Indra Munaswar (FSPI),
4.Sunandar (FSP KEP KSPI),
5.Sofyan A Latief (FSP PAR REF),
6.Abdul Hakim A (PPMI 98),
7.Sudarto (FSP RTMM),
8.Ferry Yunizar, (PPMI KSPI),
(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here