KIBB terkait Surat Edaran Pemerintah Kota Bekasi

0
57

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Guna mencegah menyebarnya covid 19 atau virus corona dalam dunia pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menerbitkan surat edaran terkait pencegahan dan penanganan virus corona atau covid-19. Yakni, Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan covid-19 di lingkungan Kemendikbud dan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan covid-19 pada Satuan Pendidikan.

Mendikbud mengimbau kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi, Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Sekolah di seluruh Indonesia untuk melakukan langkah-langkah mencegah berkembangnya penyebaran covid-19 di lingkungan satuan pendidikan.

Kawan Intelektual Bekasi Bersatu (KIBB) menyatakan bahwa langkah ini diikuti oleh Pemerintah Kota Bekasi dengan mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 421/2022/Disdik Tentang Tindak Lanjut Pencegahan Penyebaran Corona Disease (covid 19) di Lingkungan dinas Pendidikan Kota Bekasi.

“Sejak dikeluarkannya surat edaran ini, kami melihat langkah cepat Pemerintah Kota Bekasi dalam memerangi pencegahan covid-19 atau virus corona sangat cepat dalam dunia pendidikan, serta sangat peduli terhadap generasi penerus bangsa,” ujar Novartinus Situmorang salah satu pengurus Kawan Intelektual Bekasi Bersatu (KIBB), Jumat (20/03/2020).

Dalam surat edaran berisi, meliburkan peserta didik hingga tanggal 31 maret 2020 dan mengarahkan kegiatan belajar di rumah.

KIBB pun melihat tidak adanya peran dari Dewan Pendidikan Kota Bekasi untuk memberikan edukasi terhadap surat edaran yang dikeluarkan, kenapa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) diliburkan dan diarahkan untuk belajar dirumah selama kurang lebih 14 hari. Semestinya pula Dewan Pendidikan Kota Bekasi yang telah dilantik pada tahun 2019 yang lalu untuk bisa menjalankan fungsinya membantu pemerintah Kota Bekasi untuk memerangi tumbuhnya Covid 19 atau virus corona dilingkungan pendidikan dan KBM pun tetap berjalan sesuai instruksi Pemkot Bekasi.

“Kita khawatir kendati anak-anaknya diliburkan 14 hari, namun orang tua yang belum memahami kebijakan tersebut, malah dimanfaatkan untuk berlibur jalan-jalan atau pelajar yang diliburkan malah jadi bermain diluar rumah,” ucapnya.

Padahal, menurut KIBB selama diliburkan 14 hari itu sangat penting disertai tindakan kepatuhan warga nya dan diharapkan mampu menghentikan mata rantai dan laju penularan covid-19.

Lanjutnya, apa 14 hari itu mampu menyelamatkan ribuan orang? Dijelaskan dari berbagai sumber, ketika seseorang yang belum terinfeksi covid-19 kontak dengan apapun yang telah terinfeksi covid-19, maka harus ditunggu minimal 14 hari untuk memastikan. Jika tidak terjadi apa-apa, orang itu aman.

“Padahal, kebijakan libur 14 hari untuk memotong rantai penularan ini, baru akan berhasil jika semua orang tetap tinggal di dalam rumahnya masing-masing selama 14 hari itu. Semoga saja orang tua dan adik-adik kita yang diliburkan mengerti dan memahami kenapa mereka diliburkan dan tetap belajar dirumah dan kami berharap tidak ada dari adik-adik kita terjangkit atau menjadi korban Covid-19 atau virus Corona,” harapnya. (MG-022/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here