Uchok Sky Khadafi, Sebut Dugaan Korupsi Mark Down di PT.Pertamina EP? 

0
30
JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Pada tahun 2018 produksi minyak PT. Pertamina EP tidak melampaui target sesuai RKAP (Rencana kerja dan anggaran perusahaan). Produksi minyak hanya mencapai 28.998 MBBL atau 79.445 BOPD dari RKAP sebesar 30.295 MBBL atau 83.000 BOPD. Dan Produksi minyak pada tahun 2018 ini sama dengan produksi minyak pada tahun 2017 yang juga pada angka sebesar 28.161 MBBL atau 77.154 BOPD
Meskipun produksi minyak dari tahun 2017 ke  2018 mengalami kenaikan, tetapi kenaikan hanya “se emprit” alias sedikit banget. Kenaikan seemprit produksi minyak ini,  mempelihatkan kinerja PT. Pertamina jelek dan seperti suka suka mereka saja. Sangat memprihatinkan. Demikian press release Uchok Sky Khadafi, Direktur Center For Budget Analisis (CBA), Rabu (26/2/2020).
Jeleknya kinerja PT. Pertamina EP, yang harus “disalahkan” adalah Direktur Operasi dan Produksi Chalid Said Salim karena amanah jabatan yang dipegang tidak serius dijalankan, hanya sekedar main main saja. Hal ini bisa dirujuk dari tidak bisa beliau menaikan produksi minyak sebagai tanggungjawabnya dalam perusahaan.
Oleh karena sedikit kenaikan produksi minyak ini, maka CBA (Center For Budget Analisis) menilai bahwa pendapatan PT. Pertamina EP akan kena efeknya, dan hal ini seperti tidak beres atau patut publik mencuriganya  atas tidak beresnya pendapatan perusahaan.
Coba lihat pada era PT. Pertamina EP dipegang oleh Presiden Direktur Nanang Abdul Manaf dan Direktur Operasi dan Produksi Chalid Said Salim, dimana pendapatan usaha pada tahun 2017 hanya sebesar USD.2.7 milyar  dan pada tahun 2018 USD.3.1 milyar. Padahal pendapatan PT. Pertamina EP pada tahun 2012, bisa menghasilkan pendapatan sebesar USD. 5.1 milyar, dan pada tahun 2014 sebesar USD.4.6 milyar
Jadi pendapatan PT.Pertamina pada era Presiden Direktur Nanang Abdul Manaf dan Direktur Operasi dan Produksi Chalid Said Salim perlu dicurigai, dan mungkin ada dugaan korupsi mark down pada sektor pendapatan PT. Pertamina EP yang perlu diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kami dari CBA meminta kepada KPK, agar segera memanggil  Presiden Direktur Nanang Abdul Manaf dan Direktur Operasi dan Produksi Chalid Said Salim untuk diperiksa atas rendahnya pendapatan PT. Pertamina EP lantaran berbau dugaan mark down.
“Kalau perlu, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati juga harus dipanggil oleh KPK, biar sesekali memberikan senyum asem kepada penyidik KPK,”kata Uchok Sky Khadafi. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here