Ojol TIPOSI-2020 Siap Hijaukan Senayan Pada Aksi 28 Februari 2020 (282)

0
10444

“Mungkinkah Ojol, Bisa Gulingkan DPR RI?”

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Para tokoh sesepuh, ketua umum dan Legenda hidup ojek online Indonesia dari berbagai Komunitas Driver Ojol se-nusantara, yang tergabung di wadah DriverLegend Indonesia, sepakat membentuk suatu Aliansi taktis perjuangan Driver Ojek Online bernama “TIPOSI-2020” (Tahun ideal Perjuangan Ojol Seluruh Indonesia-2020) yang rencananya akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran Driver Ojol Indonesia ke Kemenhub dan DPR RI.

Aksi TIPOSI 282 pada Jumat 28 Februari 2020 mendatang ini, dipicu oleh rasa kekecewaan & ketidak puasan para Driver Ojol terkait pernyataan dari Wakil ketua Komisi V DPR RI (Hj. Nurhayati Monoarfa) yang menolak legalitas angkutan roda dua menjadi transportasi umum.

Dipaparkan oleh Irfan Yunus, selaku penanggung jawab aksi TIPOSI-282 bahwa pernyataan tsb telah melukai jutaan rakyat Indonesia yang menggantungkan hidupnya dari keberadaan profesi Ojek online ini.

“Kami (TIPOSI-2020) meminta agar pihak legislatif merevisi UU No.22 tahun 2009 serta menuntut agar transportasi roda dua ini dapat dilegalkan menjadi angkutan khusus terbatas,”cetus Irfan.

“Ini suatu PR bagi pemerintah juga, karena menyangkut hajat hidup orang banyak, berjuta rakyat Indonesia yang juga berhak untuk hidup dan bekerja secara layak sebagaimana profesi-profesi lain pada umumnya” ujar Opa Atta selaku Pembina utama Komunitas driver Ojol FKDOI yang juga salah satu perangkat aksi TIPOSI 282 menambahkan.

Berbeda dari aksi-aksi Perjuangan driver Ojol sebelumnya, aksi TIPOSI 282 kali ini mendapatkan banyak respon positif dari para driver Ojol di seluruh Indonesia yang sedianya akan ikut turun ke Jakarta pada aksi tersebut.

Menurut Kong Nano, salah satu tokoh sesepuh & Legenda hidup Ojol Indonesia dan aktivis TIPOSI, mengatakan.

“Ini bukan lagi masalah tarif, masalah regulasi, maupun masalah order anyep & gacor, tetapi ini sudah menyangkut masalah keberlangsungan dan masa depan dari profesi Ojol itu sendiri. Pelarangan roda dua menjadi angkutan transportasi umum, akan berpengaruh pada salah satu jenis layanan yang ditawarkan dalam aplikasi Ojol yakni layanan antar jemput penumpang (orang)”

Penolakan tersebut berarti pula akan menghapus salah satu layanan yang selama ini menjadi platform utama eksistensi ojek online di Indonesia, yaitu layanan antar jemput penumpang. Dan jika hal itu sampai terjadi, maka hilang sudah identitas utama sebagai driver ojek online, serta tidak tertutup kemungkinan ke depannya, setahap demi setahap layanan yang lain pun juga akan lenyap dan eksistensi Ojol ini lambat laun mungkin bisa punah.

“Oleh karena itu yang kita (TIPOSI) perjuangkan disini adalah menyangkut hajat hidup orang banyak, menyangkut nasib & mata pencaharian jutaan rakyat Indonesia yg berprofesi sebagai driver Ojol, ini merupakan salah satu amanat penderitaan rakyat dan kami tidak main-main dalam memperjuangkan nyawa jutaan rakyat yang patut diperjuangkan bersama” ujar Yugianto, pimpinan Paguyuban DriverLegend Indonesia dan juga salah satu perangkat aksi dari TIPOSI 282 menjelaskan.

TIPOSI juga menambahkan, untuk tetap terjaganya semangat perjuangan yang murni dari Ojol Indonesia serta untuk mengantisipasi segala kemungkinan negatif yang hanya akan di manfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang kerap mengatas namakan perjuangan Ojol Indonesia, maka untuk aksi 282 ini TIPOSI sepakat untuk tidak akan ada mediasi ke dalam ruang DPR RI.

“Kami meminta Ketua dan Wakil ketua Komisi V DPR RI untuk hadir menemui massa aksi, serta memberikan klarifikasi perihal penolakan tersebut dari atas mobil komando kepada massa ojol yang hadir esok” tukas Lutfi Pramudya Iskandar Ichwan, selaku Divisi Agit.Prop dari TIPOSI 2020. (MG-022/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here