AKSI : “Kendati Kapal Akan Karam, Tegakkan Keadilan Hukum dan Keadilan di Kabupaten Bekasi”

0
111

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Ratusan mahasiswa dari 12 kampus se Bekasi yang tergabung dalam organ Aliansi Kampus se Bekasi (AKSI) dibawah Koordinator Rendy Donald Sijabat, kembali melakukan aksi demo didepan Kejari Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis (20/2/2020) sore.

Para mahasiswa kembali meminta pihak Kajari Kabupaten Bekasi menindak tegas atas, dugaan korupsi pembangunan sekolah negeri di Kabupaten Bekasi yang menelan biaya milyaran.

Rendy Donald Sijabat, pada agitasi demo yang dikirimkan ke Redaksi MediaGsruda.Co.Id menyatakan bahwa, kita ketahui bersama bahwa perilaku Korupsi masih menjadi momok menakutkan dalam keberlangsungan hidup suatu bangsa dalam bernegara, maka dari itu banyak pihak sepakat bahwa perilaku Korupsi menjadi musuh bersama yang harus ditangani secara Terstruktur, Sistematis dan Masif.

Sehingga, Negara berinovasi menyesuaikan regulasi seiring perkembangan jaman agar senantiasa menghapus celah perilaku korupsi dan membuat jera pelaku korupsi.

Pendidikan adalah urat nadi Sebuah Negara, dan penegakkan hukum adalah tulang-belulangnya. Jika tidak saling Terkait dan Terikat maka Terkulai-lah Negara ini.

Banyaknya Sekolah yang rusak di Kabupaten Bekasi ternyata BUKAN KARENA lamanya Bangunan saja. tetapi karena Kualitas Bangunan rendah dan jauh dari kata Standar apalagi tidak adanya anggaran pemeliharaan secara berkala. Hal ini kami katakan bukan tanpa alasan, sekolah-sekolah yang rusak dan ambruk tersebut seperti SMAN 1 Muara Gembong, SMPN 2 Karang Bahagia, SDN 01 Cicau dan masih banyak lagi.

Dalam catatan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi tahun 2018, sebanyak 9.686 ruang kelas yang rusak. Terbagi untuk SMP 5.708 ruang kelas dan untuk SD sebanyak 3.978 ruang kelas. Jelas banyaknya sarana – prasarana Bangunan sekolah yang rusak atau tidak layak mencederai tujuan didirikannya Negara ini yaitu Mencerdaskan Kehidupan Bangsa sebagaimana yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat.
Atas dasar keresahan dan Harapan yang sama. Kami beberapa mahasiswa dari berbagai kampus di Bekasi sepakat untuk menjadi satu kesatuan bernama Aliansi Kampus SeBekasi (AKSI) dan menyikapi perSOALan ini sampai tuntas ke akar-akarnya.

Sebagai sampling, kawan-kawan mahasiswa turun ke lapangan melihat kondisi Pembangunan USB SMPN 3 Karang Bahagia dan mem videokan nya. Setelah itu kami Melaporkannya ke Penegak Hukum yakni Kejaksaan Negeri Kab. Bekasi.

Perlu kita ketahui bersama bahwa Pembangunan USB SMPN 3 Karang Bahagia dibangun dengan pagu anggaran sebesar Rp. 15 Milliar dan Pemenang Lelangnya adalah PT. RAP dengan penawaran Rp. 13,2 Milliar. Belum genap setahun Bangunan tersebut ditempati justru kondisi sekolah memprihatinkan seperti pilar sekolah tidak rata, plafon amblas/bolong, keramik kopong, plester lapangan tipis, keramik banyak yang retak dan amblas, kondisi pipa dan septic tank memprihatinkan dll.

Bangunan sekolah yang berdiri diatas lahan seluas 3.289 meter dan memiliki 22 ruang kelas baru sudah pernah diperiksa Badan Pengawas Keuangan (BPK) pada tahun 2019 kemarin dan ada temuan kerugian negara sebesar Rp. 232.098.800,- atau Rp. 230 juta. Kami menduga kuat adanya ‘NIAT & KESENGAJAAN’ menguntungkan diri sendiri, kelompok maupun perusahaan dengan mengurangi spek yang tidak sesuai RAB dan mengerjakan Bangunan tidak sesuai DED.
Kami masih percaya dan yakin bahwa Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi masih berpegang teguh pada pedoman doktrin Kejaksaan yakni Tri Karma Adhyaksa sebagai pedoman yang menjiwai setiap warga Kejaksaan Republik Indonesia yang terwujud dalam sikap mental yang “SATYA ADHI WICAKSANA”. Berperilaku sebagai patriot tanah air dan bangsa secara utuh dan terpadu melaksanakan tugas dengan setulus-tulusnya serta wewenang jaksa Republik Indonesia, guna menunjang pertumbuhan iklim dan suasana yang aman, tertib dan berkeadilan dengan sentuhan perasaan manusiawi yang luhur.
Demikianlah, semoga Garis perjuangan ini tetap terjaga dan tidak ternodai.

Komitmen dan Konsistensi kita untuk Memerdekaan suatu keadaan yang masih terbelenggu oleh penjajahan gaya baru bisa ter tunaikan. Dan secara tidak langsung.

“Apa yang menjadi Gerakan Kita Semua berdampak pada ketakutan banyak ‘Oknum’ Kontraktor untuk terus menerus berbuat curang dalam mengerjakan Proyek Pemerintah yang bersumber dari APBD dan Uang Pajak kita semua. Dan oknum-oknum yang terlibat dalam dugaan TIPIKOR Pembangunan USB SMPN 3 Karang Bahagia DIPENJARA dan DIMISKINKAN,”kata Rendy Donald Sijabat.

Atas dasar itu kami mendesak KEJARI untuk :

1. Meminta kejari menyampaikan kepada publik Progres penanganan Laporan Kami

2. Meminta kejari mengusut tuntas kasus ini hingga elit pejabat.

“Kami Mahasiswa Tidak Buta, dan  Kejari Jangan Main Mata,” Rendy Donald Sijabat. (MG-022/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here