Ketum DPP Pemuda LIRA Minta Guru SMA Negeri 12 Bekasi, Pukul Murid Diproses Hukum

0
93
BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Video kejadian guru yang memukul muridnya diduga terjadi di Sekolah Menengah Atas Negeri 12 Kota Bekasi sejak Rabu (12/2/2020) kemarin menjadi vural di Media Sosial FB dan pembicaraan warga Kota Bekasi.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Indra Lesmana, menyesalkan masih saja ada oknum guru yang mempertontonkan anarkisme di hadapan puluhan murid-muridnya.
Apalagi sekolah tersebut terletak di Kota Bekasi yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta (Ibu Kota Negara).
“Pasti hal ini akan menjadi preseden buruk karena bisa menjadi contoh yang tidak baik jika oknum guru tersebut tidak di tindak secara hukum,”kata Indra Lesmana.
Alasan lainnya bahwa tindak pidana penganiayaan itu sendiri diatur dalam Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) :
(1) Penganiayaan diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.
(3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun.
(4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.
(5) Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.
Dikarenakan sudah ada barang bukti dan bahkan sudah viral di medsos jadi pihak berwajib (Kepolisian RI) sudah bisa menangkap pelaku tanpa menunggu laporan pihak korban ataupun keluarga korban…

“Saya juga sarankan agar korban beserta orang tuanya melaporkan tindakan oknum guru tersebut kepada pihak berwajib agar di proses secara hukum, mengingat masalah ini tidak boleh dipandang remeh,”kata Indra Lesmana.

Dunia pendidikan di Indonesia harus sudah mulai mengedepankan ahklakul karimah, atau perilaku yg baik. Cerdas Intelektual perlu tetapi kecerdasan emosional lebih perlu lagi.

Sebagaimana telah diberitan oleh beberapa media online dan cetak bahwa Guru SMAN 12 Bekasi berinisial I yang memukul anak muridnya karena terlambat telah dicopot dari jabatan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan.

Sanksi diberikan oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat terhadap I

Hal itu diungkap Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto saat berkunjung ke sekolah SMAN 12 Bekasi.

“Tentunya ada sanksi yang diberikan, sekolah akan mengambil sikap sesuai dengan stratanya. Nanti dari Kantor Cabang Dinas Pendidikan Jawa Barat melihat itu, respons dari provinsi sangat cepat, sanksinya dibebastugaskan,” ujar Tri saat ditemui di SMAN 12 Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Pihak sekolah pun telah mengetahui kabar itu. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Irna Tiqoh mengatakan, I sudah dinonaktifkan dari jabatannya.

“Beliau sudah dinonaktifkan sebagai kesiswaan sudah ada SK dari Jawa Barat, kan dia tugasnya sebagai wakil kesiswaan,” ucap dia.

Meski demikian, ia sampai saat ini masih berstatus guru dan pengajar di SMAN 12.

“Masih (guru dan mengajar), belum tahu kalau sanksi lanjutannya bagaimana,” tutur dia.

Sebelummya, siswa SMA Negeri 12 Bekasi dipukul oleh gurunya di tengah lapangan. Kejadian tersebut direkam dalam video yang kemudian viral di media sosial.(Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here