Hukum Balepotan Di Lumbung Para Ahli Hukum

0
64

Ditulis Oleh : Indra Munaswar

Batavia, 13-02-2020

Para merumus RUU C’Ker ini nampaknya sangat tidak mengerti mengenai Tata Pembentukan UU sebagaimana diatur dalam UU PPP No.12/2011 sebagaimana telah diubah dg UU No. 15/2019.

Karena UU C’ker ini adalah UU baru sama sekali sesuai dg judulnya, maka tata susunannya mestinya dimulai dari BAB, Bagian, Paragraf, Pasal, Ayat, Penjelas Pasal dan/atau Penjelasan Ayat secara berurutan dari awal hingga akhir.

Kemudian, jika substansinya menyentuh atau mengubah pasal dan/atau ayat dari suatu UU yg sudah ada, maka pada Bab Peralihan atau Bab Pemutup ditegaskan bahwa dengan telah diatur suatu ketentuan dalam pasal sekian, ayat sekian dalam UU ini, maka pasal sekian, ayat sekian dalam UU no. sekian tentang Anu dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.
BEGONOH….

Tapi nyatanya, di dalam RUU C’Ker ini, isinya berbentuk *RUU PERUBAHAN* atas berbagai UU – satu diantarnya adalah UUK 13/2003.

Akibatnya, susunannya balepotan kagak karuan, seperti anak Batita memakai sendiri gincu bundanya…. _(coba bayangkan)_

Jika pemerintah ingin merivisi satu atau beberapa UU, maka buat saja RUU Perubahan dari setiap UU, namun pembahasan dan pembentukannya dilakukan dalam satu paket berbagai RUU Perubahan tsb.

Oleh karena salah satu Bab atau Bagian di dalam RUU C’Ker ini ternyata merupakan Revisi Atas UUK 13/2003, mestinya segala Putusan MK yg telah menganulir beberapa pasal dan/ayat di dalam UUK, maka mestinya Putus MK itu menjadi bagian yg harus masuk ke dalam Revisi UUK di dalam RUU C’Ker tsb.

Namun demikian, untuk lebih nyamannya kaum pekerja/buruh dalam menyikapi keinginan pemerintah merevisi UUK 13/2003, maka sudah semestinya Cluster Ketenagakerjaan dicabut dan dikeluarkan dari RUU C’Ker tersebut.

Dengan demikian, Indonesia akan terhindar dari virus. []

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here