Keseriusan Eka Membangun Pendidikan Bekasi

0
364

Ditulis Oleh : RR Ema Khlistiani Hati (Ketua Umum, EKA Centre Kabupaten Bekasi)

Sekitar akhir Januari 2020 kemarin dalam pembukaan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Bojongmangu, Bupati Kabupaten Bekasi, Eka Supria Atmaja menyampaikan tiga prioritas rencana pembangunan dalam tahun ini. Ketiganya meliputi peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan layanan publik, dan percepatan realisasi target-target pembaharuan infrastruktur untuk mendukung pemerataan pembangunan.

Di kesempatan yang lain, Eka melalui Twitter pribadinya kembali memberikan penegasan. Bagian penting dalam peningkatan kualitas SDM, layanan publik, dan percepatan infrastruktur akan terfokus di sektor pembangunan pendidikan. Dirinya akan memastikan mata anggaran belanja pembangunan daerah (APBD) akan diarahkan secara optimal untuk pengembangan pendidikan.

Rasa-rasanya proses tersebut sedang berjalan pada tracknya. Sebagai salah satu penggerak di sektor pendidikan, saya secara pribadi memberikan apresiasi yang besar atas komitmen Eka terkait pemberian surat keputusan (SK) terhadap 9.068 tenaga pendidik dan kependidikan non-ASN secara simbolik pada Oktober 2019 kemarin. Walau masih menyisakan beberapa pekerjaan rumah terkait penerbitan SK tersebut hingga dapat diterima oleh masing-masing honorer di Kabupaten Bekasi, langkah pemberian SK secara simbolik adalah upaya konstruktif untuk memberikan kenyamanan bekerja bagi para tenaga pendidik dan kependidikan non-ASN.

Kedepan dengan keluarnya SK, tentu besar harapan pemerintah dapat menunjukkan keseriusan yang lebih besar dalam hal peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan non-ASN. Apa yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi berupa pemerataan gaji tenaga pendidik dan kependidikan hingga mencapai angka Rp 3,8 juta bukanlah hal yang mustahil dilakukan di Kabupaten Bekasi. Dengan ketersediaan anggaran dan potensi pembiayaan dari sumber-sumber tertentu, kami sangat optimis dengan keseriusan seorang Eka, kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan dapat ditingkatkan dengan baik. Kamipun optimis, upaya penjaminan kesejahteraan pelaku pendidikan akan bermuara pada meningkatnya kualitas layanan pendidikan terhadap anak-anak di usia belajar.

Sejalan dengan proses dukungan tersebut terhadap para honorer, kami melihat Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja juga menyampaikan komitmennya untuk merevitalisasi sarana dan prasarana sekolah. Di beberapa forum formal dan informal, Eka sering kali menegaskan, dirinya tak ingin lagi melihat kondisi infrastruktur sekolah yang tidak memadai. Baik rusak ringan apalagi rusak berat, dirinya meminta instasi terkait untuk mengawal proses revitalisasi tersebut mulai dari perencanaan pembangunan dalam proses musrenbang, penganggaran di parlemen, hingga eksekusi program di tengah-tengah warga.

Beberapa hari kemarin, SDN Samudrajaya 04 Tarumajaya, Kabupaten Bekasi yang rusak parah mulai diperbaiki. Rehabilitasi dan revitalisasi gedung sekolah tersebut sedang dilakukan secara bertahap.

Ditargetkan, pengerjaan gedung tersebut dapat rampung selama dua bulan ini. Di sisi lain tentunya, Bupati Eka dihadapkan dengan 300-an gedung sekolah lainnya yang butuh rehabilitasi dan revitalisasi yang sama di Kabupaten Bekasi. Masih ada banyak ruangan kelas, lantai, jendela, dan item-item pengerjaan lainnya yang membutuhkan konsentrasi penuh Eka untuk menggenjot pemerataan kualitas gedung sekolah yang layak dan baik guna menunjang proses belajar dan mengajar yang unggul.

Optimisme Publik

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bekasi yang kami rangkum baru-baru ini, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Bekasi memang masih rendah. Namun dari 2010-2017, angka IPM menunjukkan peningkatan secara konsisten dan berkesinambungan. Pada 2010, IPM Kabupaten Bekasi hanya meraih poin sebesar 67,58. Secara berturut-turut hingga 2017, poin IPM Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan hingga mencapai 72,63.

Tentu saja ada banyak indikator yang bisa dipakai oleh para analis untuk membaca optimisme pembangunan di Kabupaten Bekasi. Selain membaca pergerakan pembangunan pendidikan dan manusia secara konprehensif, tentu memahami pengembangan sosial dan kependidikan secara komprehensif menjadi sangat penting. Sebagai warga yang konstruktif, kita harus paham kondisi pemerintahan, kemiskinan, kependudukan, kesehatan, potensi desa, dan ketenagakerjaan secara utuh. Kita juga harus memahami pergerakan perdagangan dan ekonomi sehingga warga Bekasi tidak hanya akan menjadi penonton di gelanggang tandingnya.

Selama masa transisi ini, kami kira kita mesti memberikan poin plus kepada keseriusan dan komitmen Eka Supria Atmaja untuk menggedor pembangunan Kabupaten Bekasi yang selama 10 tahun terakhir ini tidak bergerak secara agresif. Tahun 2020 dimana Eka bisa mengontrol dan mengelola anggaran secara tepat sasaran, kita perlu memberikan kepercayaan dan harapan yang baik. Optimisme inipun harus dimanfaatkan oleh seorang Eka karena dunia semakin bergerak maju. Tantangan tidak lagi kecil. Dunia sedang membicarakan iklim global yang reformatif dengan pendekatan teknologi. Mau tidak mau, warga Bekasi harus melakukan super adaptasi. Agar tak digilas zaman. Agar kepamahaman akan pendidikan yang unggul dan kompetitif dapat dimanfaatkan untuk menjaga peradaban dan kultur warga Bekasi yang agamis dan bermoral. Maka tak salah jika kali ini Eka Bekerja, Kita Mengawal. []

(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here