Demo GMAK Kritik “PEDAS” Kinerja KPK Dalam Menangani Kasus Korupsi Di Daerah

0
69
JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Para mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GMAK) dengan Koordinator Lapangan (Korlap) Ilham,  kembali melakukan aksi demo didepan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Jum’at tanggal 17 Januari 2020, sore ini.
GMAK pada aksi demo sore ini, kembali mempertanyakan tidak lanjut dugaan kasus korupsi yang diduga melibatkan Bupati Bengkalis yaitu Amril Mukminin. Dan yang diduga telah ditetapkan menjadi tersangka (TSK) oleh KPK, tetapi sampai saat ini diduga kasusnya masih mandek, dan yang bersangkutan pun, masih saat ini belum ditahan dan masih bebas berkeliaran.
Pada agitasi GMAK, dengan thema : “Relevansi Kinerja KPK Dalam Menangani Kasus Korupsi Di Daerah”, tersebut.
GMAK mengkritik pedas, kinerja KPK dalam penanganan kasus korupsi pejabat didaerah yang diduga lembek dan tidak tegas seperti kasus yang melibatkan pejabat pusat Jakarta.
Menurut GMAK, korupsi merupakan salah satu penyakit yang terjadi secara membudaya di dalam system yang ada di negri ini. Ini adalah salah satu faktor yang mempengaruhi keadaan sosial sehingga menimbulkan kesenjangan ekonomi yang sangat drastis. Kejahatan dalam bentuk korupsi ini bisasanya dilakukan oleh beberpa petinggi-petinggi Negara.
Kejahatanyang sudah menjadi budaya para elite politik ini penyebarannya luas tidak memandang dari segi kerugian, entah kerugian daerah ataupun kerugian Negara demi kepuasan individu. Dan dalam menangani kasus korupsi ini perlu adanya ketegasan dari pihak atau instansi pemerintah yaitu KPK. Pada kenyataanya KPK yang merupakan lembaga independ hari ini di pertanggung jawabkan ke-independensiannya.
Terutama dalam menangasi kasus-kasus korupsi yang terjadi di daerah yang ada di Indonesia.
Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau salah satunya contoh kasusnya. Kasus yang dilakukan oleh Bupati Bengkalis yaitu Amril Mukminin ini sudah di periksa dan ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus suap pembangunan jalan Diru Sei Pakning.
Kasus ini sempat menjadi sorotan publik sehingga muncul dan menjadi salah satu trending topik di Bengkalis tepatnya di Provinsi Riau. Kasus ini sempat ditindak lajuti oleh KPK sampai di ajukan surat pemanggilan kepada yang bersangkutan. Proses dari penyidikan sampai di tetapkannya Bapak Amril Muminin ini sudah memakan waktu kurang lebih 6 bulan lamanya sejak di tetapkannya menjadi tersangka namun tidak ada tindak lanjut yang tegas dari KPK untuk segera menangkap dan memproses Bupati Bengkalis Bapak Amril Mukminin sebagai mana hukum yang sudah berlaku di negri ini.
Perlu dipertanyakan kembali terkait tugas dan fungsi KPK itu sendiri dalam menangani kasus korupsi, apakah masih di anggap relevan atau tidak.
Maka dari itu kami Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GMAK) menuntut kepada KPK untuk bersikap tegas terkait hukum yang ada di negri ini. Hukum yang tidak tajam kebawah dan tidak tebang pilih. Berikut adalah beberapa tuntutan kami :
Kami mendesak KPK untuk segera membersihkan kasus korupsi yang terjadi di kabupaten Bengkalis Provinsi Riau
Mendesak KPK untuk segera menangkap Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis Provinsi Riau yang telah di tetapkan sebagai tersangka.
Kami mendesak meminta Ketua KPK Bapak Filri Bahuri untu, bersikap tegas dan tidak timbang pilih dalam menangani kasus korupsi yang terjadi di daerah terkhususnya Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau.
Mendesak KPK untuk segera memproses dan menangkap Bupati Bengkalis Bapak Amril Mukminin terkait kasus korupsi yang telah ditetapkan sebagai tersangka
“Maka dengan ini kami dari Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi  (GMAK) menuntut kepada KPK untuk bersikap tegas terkait kasus korupsi yang ada di daerah terkhususnya di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Jika KPK tidak menindak lanjuti secara serius tuntutan kami, maka jangan salahkan kami jika jalanan gedung KPK akan dibanjiri oleh massa aksi kami,”kata  Koordinator Lapangan (Korlap) Ilham. (MG-021/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here