PN Kota Bekasi Berjanji Akan Rapat Khusus, Soal Tuntutan PMII dan Warga Kampung Pilar

0
54

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Demontrasi dua hari berturut-turut oleh ratusan mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bekasi Raya bersama warga Kampung Pilar, Cikarang, Bekasi didepan kantor Pengadilan Negeri (PN) Kota Bekasi di Jalan Pramuka Nomor 1, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, mulai ada titik terang, agar kasus dugaan penyerobotan lahan warga oleh para mafia tanah dan mafia hukum ini, dapat dibuka secara terang benderang. Berdasarkan Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Karena pada pertemuan antara perwakilan PMII Bekasi Raya, Perwakilan warga Kampung Pilar didampingi oleh Pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Ayu Eza Tiara,SH,S.Sy didalam Gedung PN Kota Bekasi, Rabu (4/12/2019) siang ini.

Pihak PN Kota Bekasi berjanji akan mengadakan rapat khusus untuk membicarakan soal tuntutan PMII Bekasi dan Warga Kampung Pilar. Agar, agar diberikan dokumen-dokumen soal gugatan dari pihak ketiga yang selama ini mengaku-ngaku sebagai pemilik lahan warga Kampung Pilar, Cikarang. Padahal yang ditingalin oleh warga Kampung Pilar ini, sudah ditinggalin warga Kampung Pilar sejak tahun 1961-an, bahkan warga-pun juga sebagian sudah memiliki surat sah kepemilikan tanah yang mereka tinggalin.

Koordinator Aksi Demo Ade Suparman mahasiswa PMII hari ini Rabu tanggal 4 Desember 2019, dari STKIP Panca Sakti dan Wakil Sekretaris II (eksternal) PC PMII Kabupaten Bekasi periode 2018-2019, bersama Korlap Aksi Demo PMII Selasa tanggal 3 Desember 2019 Lintar, dari Universitas Mitra Karya (UMIKA) Bekasi, kepada MediaGaruda.Co.Id keduanya kembali menyatakan ancamannya, kalau PN kota Bekasi tidak bisa memberikan terobosan hukum, maka dapat dipastikan bahwa PMII Bekasi bersama warga akan demo dan menginap didepan Istana Negara Jakarta.

“Karena itu kami mahasiswa PMII dan seluruh warga Kampung Pilar meminta kepadaPresiden Jokowi agar turun tangan memberangus para mafia hukum dan mafia tanah yang selama ini berlindung dibalik gedung megah Pengadilan Negeri Kota Bekasi.

“Jangan kaget jika aspirasi PMII dan warga Kampung Pilar dianggap sepele, maka bukan tidak mungkin besok atau lusa kami seluruh warga Kampung Pilar dan mahasiswa PMII Bekasi akan demo dan menginap didepan Istana Negara,”kata Ade Suparman.

Sementara dalam press release para mahasiswa PMII Bekasi yang dibagikan kepada para wartawan tertulis bahwa Permasalahan di tanah Pilar masih terus bergulir ,selama masih ada oknum-oknum mafia tanah yang masih bermain diatasnya . Padahal warga telah menang secara hukum berdasarkan keputusan kasasi yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) dengan putusan No. 1570 K.Pdt/2007.

Tapi melalui Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 234/Pdt.G/2011/Pn Bks, Mereka dipaksa untuk mengosongkan rumah-rumah mereka, tanpa adanya sosialisasi atau informasi detail terkait kenapa warga harus mengangkat kakinya dari tanah mereka sendiri. Dengan ini jelas bahwa PN Bekasi sudah tidak kooperatif terhadap warga pilar terlebih PN Bekasi sudah mencederai hukum sebagaimana yang berlaku.

Ini yang menjadi dilematis untuk rakyat pilar . Mereka telah puluhan tahun menempati rumah mereka tiba-tiba dipaksa pergi oleh orang-orang yang mengklaim bahwa itu adalah tanah mereka ,dan yang lebih parahnya tanah mereka dijadikan bahan mainan para Mafia tanah .

Oleh karena itu kami Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Mitra Karya Menyatakan Sikap Bahwa :

Kami Bersama Rakyat Pilar akan Melawan segala Bentuk Penindasan oleh Mafia tanah.

Kami meminta kepada PN Kota Bekasi dengan Secara terbuka Menyampakain Hal-hal yang berkaitan dengan proses penggusuran di tanah Pilar (Baik secara Tertulis atau Konferensi Pers)

Kami memperingatkan kepada Seluruh Mafia Tanah yang sedang “bermain” di Tanah Pilar untuk segera menyerah.Karna Pilar adalah Tanah Rakyat.

(Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here