PMII Minta Presiden Jokowi Turun Tangan, Berangus Mafia Hukum dan Mafia Tanah di PN Kota Bekasi

0
116
BEKASI, MediaGaruda Co.Id – Ratusan warga Kampung Pilar, Cikarang Utara dan Mahasiswa PMII Bekasi dan dari berbagai kampus di Bekasi, melakukan aksi demo lanjutan didepan Pengadilan Negeri Kota Bekasi, di Jalan Pramuka No 1, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (4/12/2019) pagi ini.
Para pendemo baik mahasiswa PMII maupun wargaKp Pilar dalam orasinya menuntut pelaksanaan Undang Undang Keterbukaan Publik didalam kasus gugatan tanah warga Kp Pilar. Yang semuanya tiba tiba ada keputusan Mahkamah Agung dan langsung dipaksa oleh PN Kota Bekasi agar segera dikosongkan dan dieksekusi.
Dalam kasus Kp Pilar tampak hukum Indonesia yang katanya berdasarkan Pancasila tidak dijalankan sama sekali. Butir sila pertama sampai sila ke lima tidak dijalankan sama sekali oleh PN Kota Bekasi.
Justru mereka mereka yaitu para penegak hukum yang busuk dan korup tersebut berlindung didalam gedung PN Kota Bekasi, merekayasa itu hukum dengan para mafia tanah warga Kp.Pilar dengan cara memanfaatkan hukum untuk menghisap darah rakyat Kp Pilar.
Pada saat ada proses pembuatan sertifikat gratis seluruh hak warga Kp Pilar kemarin juga dirampas dan dihalangi oleh aparat hukum dan ASN hitam sehingga warga Kp Pilar tidak memiliki legalitas hak atas kepemilikan sertifikat tanah gratis program Presiden Jokowi.
“Karena itu kami mahasiswa PMII dan seluruh warga Kampung Pilar meminta kepada Presiden Jokowi agar turun tangan memberangus para mafia hukum dan mafia tanah yang selama ini berlindung dibalik gedung megah Pengadilan Negeri Kota Bekasi.
“Jangan kaget jika aspirasi PMII dan warga Kp Pilar dianggap sepele, maka bukan tidak mungkin besok atau lusa kami seluruh warga Kp Pilar dan mahasiswa PMII Bekasi akan demo dan menginap didepan Istana Negara,”kata Koordinator Aksi Demo Ade Suparman mahasiswa dari STKIP Panca Sakti dan
Wakil Sekretaris II (eksternal) PC PMII Kabupaten Bekasi periode 2018-2019, kepada MediaGaruda.Co.Id, Rabu (4/12/2019).
Sementara dalam press release para mahasiswa yang dibagikan kepada para wartawan tertulis bahwa Permasalahan di tanah Pilar masih terus bergulir ,selama masih ada oknum-oknum mafia tanah yang masih bermain diatasnya . Padahal warga telah menang secara hukum berdasarkan keputusan kasasi yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung (MA) dengan putusan No. 1570 K.Pdt/2007.

Tapi melalui  Putusan Pengadilan Negeri Bekasi Nomor 234/Pdt.G/2011/Pn Bks, Mereka dipaksa untuk mengosongkan rumah-rumah mereka, tanpa adanya sosialisasi atau informasi detail terkait kenapa warga harus mengangkat kakinya dari tanah mereka sendiri. Dengan ini jelas bahwa PN Bekasi sudah tidak kooperatif terhadap warga pilar terlebih PN Bekasi sudah mencederai hukum sebagaimana yang berlaku.

Ini yang menjadi dilematis untuk rakyat pilar . Mereka telah puluhan tahun menempati rumah mereka tiba-tiba dipaksa pergi oleh orang-orang yang mengklaim bahwa itu adalah tanah mereka ,dan yang lebih parahnya tanah mereka dijadikan bahan mainan para Mafia tanah .

Oleh karena itu kami Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Mitra Karya Menyatakan Sikap Bahwa :

1 .Kami Bersama Rakyat Pilar akan Melawan segala Bentuk Penindasan oleh Mafia tanah

2 .Kami meminta kepada PN Kota Bekasi dengan Secara terbuka Menyampakain Hal-hal yang berkaitan dengan proses penggusuran di tanah Pilar (Baik secara Tertulis atau Konferensi Pers)

3 .Kami memperingatkan kepada Seluruh Mafia Tanah yang sedang “bermain” di Tanah Pilar untuk segera menyerah.Karna Pilar adalah Tanah Rakyat.

(Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here