Mayoritas Mahasiswa Unisma Bekasi, Ingin Kampusnya Berubah Menjadi Kampus Negeri?

0
418

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Polemik kampus Universitas Islam’45 Bekasi diduga telah berpindah kepemilikan. Kembali menjadi ramai dibicarakan civitas Unisma Bekasi dan para alumninya. Pasca Fisip Unisma 45 Bekasi mengadakan acara Riung alumni dan dihadiri seluruh angkatan, pada Jum’at tanggal 22 November 2019 malam.

Sebab seperti yang diceritakan oleh beberapa alumni dan mahasiswa Fisip Unisma Bekasi kepada MediaGaruda.Co.Id, ternyata lahan yang digunakan untuk membangun kampus Unisma Bekasi adalah milik Pemda Bekasi. Dan Unisma Bekasi hanya mendapatkan hak guna bangunan (HGB) diatas lahan tersebut untuk melaksanakan kegiatan pendidikan.

Jika informasi tersebut diatas benar, dan yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa pihak pemilik bangunan kampus Unisma Bekasi. Jika toh telah tidak berminat lagi mengelola pendidikan di kampus ini.Kenapa bangunan kampus Unisma Bekasi beserta seluruh mahasiswanya tidak ditawarkan kepada Pemerintah Bekasi saja untuk mengelola kampus ini.Apalagi beberapa waktu lalu Walikota Bekasi telah menunjuk bawahannya, untuk persiapan mengambil alih kampus Unisma menjadi kampus negeri milik Pemerintah dan dijadikan kampus negeri.

Sehingga persoalan status tanah kan prosesnya tidak rumit, karena kembali menjadi milik asset pemerintah daerah Bekasi. Dan Langkan tersebut, kan juga sejalan dengan keinginan mayoritas mahasiswa Unisma Bekasi, bahwa mereka ingin kampusnya berubah menjadi kampus negeri.Jika hal ini bisa terwujud, kan seluruh masyarakat Bekasi bangga, karena daerah tempat tinggalnya memiliki kampus negeri.

Sedangkan hasil kegiatan Riung Unisma Bekasi yang diselenggarakan Fisip Unisma Bekasi dan dihadiri seluruh angkatan sebagaimana yang diberitakan oleh Medialingkar.com bahwa Fisip Unisma 45 Bekasi mengadakan Riung alumni dan dihadiri seluruh angkatan. Dalam agenda Riung almuni dalam rangka membangun silaturahmi dan menggagas program-program kedepannya.

Dalam agenda riung alumni Fisip Unisma 45 Bekasi mengadakan dialog interaktif sesama alumni. Ketiga pembicara adalah alumni dan memaparkan perjalanan sejarah UNISMA 45 Bekasi dan keberadaannya saat ini.

Abdul Muis.,Drs.M.Si selaku Wakil Dekan fisip mengatakan UNISMA 45 Bekasi dibuat oleh almarhum H. Abdul Fatah untuk membuat pendidikan perguruan tinggi dalam rangka membangun SDM manusia di Bekasi. Susah payah membangun seharusnya UNISMA 45 Bekasi mampu pertahankan aset dan lebih memajukan kualitas pendidikan di Bekasi. Abdul Muis menjelaskan UNISMA 45 Bekasi tidak ada kata bangkrut ( failed), sebab mahasiswa setiap tahunnya naik. Sebut saja 5000+ mahasiswa jadi, mana mungkin failed. Ini hanya permasalahan pribadi yayasan mau membangun atau tidak. Untuk desas desus perpindahan pengelolaan yayasan kepada pihak swasta lain, saya pun tidak mengetahuinya. Terpenting sikap saya “UNISMA 45 Bekasi Tidak Boleh ganti nama Karena sejarah panjang”. Terakhir Abdul Muis mengajak untuk kembali membangun Keluarga Fisip UNISMA 45 (Kalufisma) agar solid dan kuat.Pungkasnya.

Parai Said alumni Fisip Pertama dalam dialog mengungkapkan bahwa sebelum UNISMA 45 Bekasi lahir, yayasan Islam 45 mendirikan APD,APP, STISIP hingga menjadi Unisma 45 Bekasi dengan beberapa fakultas dan jurusan hal ini adalah perjuangan H.Abdul Fatah dan bersama tokoh-tokoh pendidikan di Bekasi. Saya mendengar bahwa UNISMA 45 Bekasi dijual kepada pihak swasta lainnya ini sangat mengecewakan bagi saya, seharusnya UNISMA 45 Bekasi dijadikan kampus Negeri saja karena ini baik untuk masyarakat Bekasi dan punya kebanggaan bagi daerah.

Dulu saya pernah menjadi ketua tim percepatan kampus negeri tapi dalam agenda rapat hanya 3 kali setelah itu tidak diteruskan agenda menjadikan kampus negeri di Bekasi. Selanjutnya Parai Said mengungkapkan kekecewaannya ketika UNISMA 45 Bekasi tidak mampu lagi melanjutkan perjalanan pendidikan dengan dalil-dalil bangkrut “tidak ada kata bangkrut”,tapi malas membangun dan ingin praktis, makanya dijual. 1983 menuju 1985 UNISMA 45 Bekasi sebagai pusat pendidikan dan menunjang Pemerintahan setempat. Semua ada di UNISMA 45 Bekasi lulusan kita sudah banyak yang hebat-hebat tapi jikalau memang UNISMA 45 Bekasi berganti status ini harus disikapi oleh mahasiswa, walikota , dan DPRD agar ada solusi dunia pendidikan “Lebih bagus menjadi kampus Negeri”. Pokonya mahasiswa harus bersatu semua fakultas dan para alumni bergerak untuk mendorong kampus UNISMA 45 Bekasi menjadikan kampus negeri di Bekasi agar berdampak positif bagi masyarakat di Bekasi. Pungkasnya.

Ubaidillah selaku Ketua Ikatan Keluarga Alumni UNISMA 45 Bekasi (IKA) pun alumni fisip. Mengungkapkan, memang betul secara administratif sudah ada beberapa peralihan pengelolaan. Ubai menyatakan saya sebenarnya kecewa jika UNISMA 45 Bekasi dijual kepada swasta lainnya lebih baik kepada negara agar lebih maju dan berdampak positif kepada masyarakat. Ubai mengatakan jika UNISMA 45 Bekasi ingin mendorong kampus Negeri mahasiswa harus bergerak bersama dengan alumni untuk mempertahankan kampus UNISMA 45 Bekasi.

Ubai juga mengatakan siap memfasilitasi alumni UNISMA 45 dalam membahas tentang peralihan swasta ke swasta dan langkah-langkah apa saja yang harus menjadi sikap alumni , mahasiswa, dan dosen-dosen. Yayasan pun harus duduk bareng untuk membicarakan pendidikan UNISMA 45 Bekasi kedepannya agar lebih baik. Terpenting bagi mahasiswa adalah di bawah melakukan kajian ,riset, dan konsolidasi “Disitu nanti kita bertemu”. Pungkasnya.

#PernyataanSikap
#NegerikanUnisma45Bekasi
#MenolakDijual.

(Media lingkar.com/Red).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here