Pengamat : Security Perum HI Yang Merusak Gerobak Mie dan Bakso, Harus Diproses Hukum.

0
58

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Perilaku tidak terpuji oknum securiti Perumahan Harapan Indah (HI) Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi terhadap para pedagang mie dan bakso harus diusut secara tuntas oleh pihak kepolisian. Meskipun sudah ada perdamaian antar pihak korban dan pelaku.

“Namun perbuatan tersebut tidak bisa menggugurkan tindak pidana yang sudah dilakukan,”kata Didit Susilo, Pengamat Kebijakan Publik Bekasi kepada MediaGaruda.Co.Id, Kamis (21/11/2019) siang ini.

Menurut Didit Susilo bahwa kasus pengrusakan gerobak pedang mie dan bakso oleh Security Perum HI tersebut, sudah dapat perhatian publik dan harus dilakukan pengusutan segera.

“Pelaku sudah memenuhi unsur tindak pidana sesuai pasal 406 KUHP tentang pengrusakan barang milik orang lain dengan ancaman penjara maksimal 2 tahun 8 bulan,”kata Didit Susilo.

Kedepan untuk menjamin tegaknya hukum, maka upaya penegakan hukum harus dilakukan dan hukum tidak boleh tajam ke bawah tumpul ke atas.

“Rasa nyaman kepada para pedagang bakso harus diberikan dengangl mengusut kasus tersebut secara tuntas,”kata Didit.

Terkait regulasi para pedagang bakso bisa berdagang keliling di semua kawasan perumahan terutama kawasan elit memang belum diatur.

“Namun aspirasi tersebut bisa disiati dengan mengatur sedemikian rupa. Misalnya membolehkan para pedagang bakso mangkal sebentar pagi atau sore untuk menunggu pembeli dan tetap harus menjaga kebersihan,”kata Didit Susilo

Dan para pedagang bakso termasuk yang selama ini menggerakkan ekonomi kerakyatan maka harus mendapatkan bimbingan dan pengarahan dari pihak terkait UMKM,”pesan Didit Susilo.

Sebagaimana sudah diberitakan bahwa pada Rabu 20 Nopember 2019, kemarin pukul di halaman Gedung DPRD Kota Bekasi, di Jalan Chairil Anwar No. 112, Margahayu, Bekasi Timur, Kota Bekasi, berlangsung aksi makan bakso bersama dari Dewan Pengurus Nasional Paguyuban Pedagang Mie & Bakso Indonesia, estimasi 50 orang, pimpinan Maryanto SBY.

Perangkat aksi kemarin, Gerobak dorong 5 unit, . Gerobak korban pengrusakan, Spanduk dan Bendera Merah Putih.

Aksi demo dimulai dengan menggotong keranda dan membentangkan spanduk, bertuliskan :

Pamipso Indonesia (Pedagang Mie Bakso Indonesia) makan bakso bersama anggota dewan dan teman-teman Media di DPRD Kota Bekasi.

Tolong kami Pak Jokowi, kami korban kekerasan oknum security perumahan Harapan Indah.

Ketua PAPMISO Indonesia Kota Bekasi Maryanto SBY, dalam orasinya menyampaikan :

Kami aksi disini solidaritas akibat kekerasan terhadap pedagang bakso keliling, yang dilakukan oleh oknum security perumahan Harapan Indah.

Dan kami Papmiso mengundang dan mengajak anggota DPRD, Staff, Satpol PP, Security, teman-teman media cetak, elektronik, TV yang berada di sekitaran DPRD untuk makan bakso bersama.

Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi Abdul Rojak menemui para pedagang bakso, untuk meminta keterangan.

Ketua PAPMISO Indonesia Kota Bekasi Maryanto SBY, menyampaikan :

Kami hanya meminta jangan sampai ada intimidasi, karena keluarga kami menunggu di kampung halaman.

Ada sekitar 1300 orang jumlah pedagang bakso di kota Bekasi, belum dari yang lain-lain.

Kepada Bapak dewan kami mohon dengan sangat mohon dilindungi dan janganlah diintimidasi oleh salah satu oknum dan minta jangan diulangi lagi.

“Kasihan salah satu teman kami, dia juga masih di kampung belum berani balik kesini dan anak istrinya belum diperbolehkan orang tuanya, bahkan menangis terus.

“Sekali lagi kami minta bapak dewan yang terhormat agar mendengar semua ini, jangan mendengarnya hanya simpang siur,”kata Maryanto

Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi Abdul Rojak, menyampaikan pendapat :

Kami dari Komisi I DPRD kota Bekasi, mengapresiasi laporan kejadian hal yang luar biasa dan kami sangat khawatir atas peristiwa yang dialami oleh Soleh pedagang bakso keliling.

“Saya sebagai wakil rakyat sangat prihatin dengan kejadian ini. Kita juga akan mengundang dengar pendapat dengan pihak terkait dan pengembang perumahan Harapan Indah serta Papmiso, untuk mediasi. Dan akan kami laporkan kepada pimpinan DPRD Kota Bekasi,”kata Abdul Rojak

Bahkan Polda Metro Jaya, mengatakan sekarang bukan zamannya lagi dan memang tidak diperbolehkan adanya intimidasi di negera republik Indonesia, dan kepada siapapun termasuk pedagang bakso keliling.

Korban pedagang bakso bernama Soleh, menyampaikan kronologis kejadian :

Saya pedagang bakso keliling di sekitar perumahan Harapan Indah, dan korban kekerasan oleh oknum security perumahan Harapan Indah.

Saat itu saya sedang berjalan jualan bakso keliling menggunakan gerobak dorong, di jalan perumahan Harapan Indah.

Ketika itu ada pembeli bakso, kemudian seorang petugas security marah-marah kepada saya sambil membawa sepotong kayu.

Kemudian gerobak saya dengan cara menabrakkan motor trail, sehingga gerobak saya terbalik dan motor trail securitu tergeletak di pinggir jalan.

Akhirnya banyak pengguna jalan yang akhirnya ikut mengerumuni saya. Dan ada yang membantu melerai tapi ada pula yang memprovokasi.

“Kenapa cuma saya doang, yang lain enggak diusir,”kata Soleh. (MG 017).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here