Demo Ojol, Tolak Profesi-nya Dijadikan Cover Aksi Kejahatan Terorisme

0
205

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) dari berbagai komunitas, pada Minggu tanggal 17 November 2019 siang ini. Dikoordinir oleh Komunitas Ojol Unit Lingkar Badai (ULB) Pimpinan M. Irfan, Ketua Komunitas Unit Lingkar Badai.

Bersama ratusan driver ojol dari berbagai komunitas lainnya, saat ini sedang melakukan aksi konvoi, menuju Patung Kuda, Indosat, di Jalan Tamrin, Jakarta Pusat.

Para driver ojol itu melakukan aksi demo damai, untuk menyuarakan aspirasi mereka, yakni menolak pekerjaannya sebagai driver ojol dirampok oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, sebagai cover atau topeng aksi kejahatan terorisme. Sebagaimana yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab, pada Rabu tanggal 13 November 2019 pukul 08.45wib lalu, melakukan pengeboman di Poltabes Medan Sumatra Utara.

“Bahwa Driver Online Indonesia Bukanlah Teroris…!!!,”kata salah satu driver ojol dalam orasinya.

Selain itu, para driver ojol juga mengajak rekan-rekannya untuk bergabung bersama-sama, sesuai panggilan hati untuk menyuarakan penolakan terhadap oknum yang mencendarai profesi driver ojol itu.

Bahwa profesi pekerjaan ojol tidak boleh dipakai oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dalam melakukan aksi melanggar hukum terorisme.

“Kami Para Driver Online Indonesia Mengecam Keras Aksi Terorisme, Yang Dilakukan Sekelompok Orang Atau Oknum Yang Mencemarkan Nama Baik Driver Online Indonesia…..GO TO PATUNG KUDA INDOSAT,”kata Para Driver Ojol dalam undangannya yang disebarkan pada berbagai Group WA Komunitas Driver Ojol Jabodetabek, siang ini.

“Tunjukan Jiwa Solidaritas Kalian Sebagai Driver Online Indonesia Untuk Bersama” Mendukung Aksi Damai & Mengecam Aksi Terorisme Yang Mencemarkan Nama Baik Driver Online Indonesia

“Bagi Siapa Saja Yang Merasa Driver Online Indonesia dan Memiliki Akun Resmi, Inilah Saatnya Kita Perbaiki Nama Baik Driver Online Indonesia. Yang Sudah Tercemar Karna Ulah Dari Aksi-aksi Oknum Yang Tidak Bertanggung Jawab,”tulis M. Irfan, Ketua Komunitas Unit Lingkar Badai.

Sebagaimana yang pernah diberitakan pada Rabu (13/11/2019) pukul 08.45wib lalu. Terjadi Bom Bunuh diri di Poltabes Medan, dan diketahui pelakunya menggunakan atribut ojek online (ojol).

Sementara itu ditempat terpisah, Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia mengecam aksi bom bunuh diri di Polrestabes Medan yang melibatkan pelaku dengan atribut ojek online. Presidium Nasional Garda Igun Wicaksono berbicara soal atribut ojol yang dijual bebas.

“Kami dari ojol dan garda mengutuk keras aksi terorisme dan kami tidak pernah terlibat, di mana pun tidak terlibat dalam aksi terorisme dan kami menolak adanya aksi terorisme, kekerasan, maupun hal yang mengganggu ketertiban masyarakat,” ujar Igun di Markas Dewan Presnas Garda Indonesia, Jl Kodam Raya, Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

Igun menyebut pelaku terorisme itu bukan pengemudi yang betul-betul berprofesi sebagai driver ojol. Tetapi, pelaku hanya memanfaatkan popularitas nama ojol.

“Dan pada saat melakukan aksi terorisme dan oknum itu memakai jaket ojol, sehingga dapat dikatakan saat itu provesi driver ojol digunakan sebagai cover atau topeng pelakukan aksi melanggar hukum terorisme.

“Karena itu, saya salut kepada kawan – kawan driver ojol Jabodetabek yang pada Minggu tanggal 17 November 2019 siang ini, melakukan aksi demo damai menyuarakan aspirasi penolakan, bahwa provesi driver ojol dipakai sebagai cover atau topeng aksi kejahatan terorisme,”kata Igun.

“Dan hal itu perlu disuarakan agar para CS atau langganan driver ojol tidak takut menggunakan jasa ojek online atau Ojol,”kata Igun. (MG 017)

Ayo Komentar