Terlibat Terorisme Pegawai BUMN KRAS Ditangkap Densus 88

0
14

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Isue keras bahwa selama ini diduga kegiatan kelompok radikal terorisme telah masuk ke segala lini, termasuk kedalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini sudah tidak bisa dibantah lagi. Pasca ditangkapnya satu pegawai BUMN PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), sebagai pengembangan bom bunuh diri di di Mapolrestabes Medan, Sumut, Rabu tanggal 13 November 2019 kemarin.

Sementara itu, manajemen PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), emiten BUMN baja yang berbasis Cilegon, Banten, membenarkan salah satu pegawainya ditangkap Densus 88 karena menjadi terduga teroris.

Sentimen ini tidak banyak membuat persepsi pasar berubah karena saham KRAS pada Jumat ini hanya turun 0,65% di level Rp 304/saham dengan catatan net buy (beli bersih) asing Rp 56,33 juta.

“Iya benar [ditangkap Densus 88], [pegawai] setingkat supervisor,” kata Pria Utama, Sekretaris Perusahaan KRAS, saat dihubungi para wartawan, Jumat pagi ini (15/11/2019).

Dia menjelaskan dengan posisi sebagai supervisor atau pengawas, artinya karyawan tersebut berkarier dari lulusan SMA. Terkait dengan status karyawan tersebut, Pia menjelaskan masih menunggu informasi lebih lanjut terkait dengan proses hukum tersebut.

“Kita lihat dulu, kita belum tahu kondisi seperti apa, kan belum ada informasi lebih lanjut seperti apa. [Soal sanksi] dilihat dulu, lihat seperti apa, kalau sudah ada kejelasan ada kepastian baru kita [sanksi], sekarang belum,” tegasnya.

Menteri BUMN Erick Thohir memberikan pernyataan terkait dengan ditangkapnya salah satu pegawai perusahaan BUMN yang kemudian diketahui yakni pegawai KRAS ini.

“Terorisme adalah tindak kejahatan yang bisa menimbulkan ketakutan masif, menimbulkan korban, merusak objek vital yang strategis, juga mengancam keamanan negara. Saya rasa tidak ada satu orang pun yang mendukung aksi teror,” tegas Erick, dalam pernyataan resmi, dikutip CNBC Indonesia, Jumat (15/11/2019)

Kementerian BUMN pun, kata Erick, mendukung kerja polisi dan semua aparat terkait guna memerangi terorisme, di manapun itu, bukan hanya di lingkungan BUMN tetapi di seluruh Indonesia.

“Apabila secara hukum, yang bersangkutan terbukti bagian dari aksi teror, maka serta merta orang tersebut bukan lagi menjadi bagian dari Kementerian BUMN, hal ini sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini,” tegas pendiri Mahaka Media ini.

Sebelumnya, dikutip Detiknews, Tim Densus 88 Antiteror menangkap tiga terduga teroris di wilayah Banten. Penangkapan dilakukan pasca-bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumut.

Ketiga orang terduga teroris yang ditangkap di Banten masih diperiksa intensif. Densus mendalami ada-tidaknya keterkaitan terduga teroris dengan pelaku bom bunuh diri di Medan, Rabbial Muslim Nasution. (Red).

Ayo Komentar