Lurah Pekayon Diduga Ancam Wartawan Online, Walikota Bekasi Diminta Turun Tangan

0
37

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Nasib sial dialami oleh salah satu wartawan Online Kota Bekasi bernama Yudhi.

Dia mengaku merasa dirinya diacem oleh Lurah Pekayon terkait pemberitaan “Wow!!! Lurah Pekayon Jaya Diajak Tour Ke China?”.

Yudhi menjelaskan, pemberitaan yang dibuatnya pada Rabu, 13 Oktober 2019 terkait pemberitaan dugaan Lurah Pekayon Jaya, Rahmat Jamhari atau yang akrab disapa Jidor diduga ikut dalam rombongan ke China bersama Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mencoba mengkonfirmasi namun tidak di gubris.

“Rabu, 13 Oktober 2019 berita itu saya buat. Dan sebelumnya saya coba mengkonfirmasi yang bersangkutan lewat WhatsApp dengan pertanyaan-pertanyaan terkait keikutsertaannya ke China namun tak satupun dijawab. Dan tanggal 15 Oktober dia (Lurah Jidor) baru ngerespon,” terang Yudhi kepada MediaGaruda.Co.Id, Jum’at (15/11) lalu.

Yudhi menjelaskan kalau dirinya saat ini merasa terancem dengan balasan WhatsApp Lurah Pekayon.

“Salah satu isi balasan Lurah Pekayon, ‘saya sikat’ jelas itu bentuk intimidasi terhadap wartawan. Padahal kita berkerja sesuai UU No 40 tahun 1999 tentang kebebasan Pers ini saya malah diancem saat konfirmasi sesuai sesuai Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik itu landasan kita mencoba konfirmasi yang bersangkutan,” tegasnya.

Jelas, aksi ancaman tersebut merupakan bentuk ketidak transparansinya para pemangku jabatan selaku figur Publik terlebih sebagai Abdi Negara yang menunjukkan sebuah sikap arogansi pejabat di Pemerintah Kota Bekasi.

“Ini bentuk ketidak profesionalan dan arogansi para pejabat yang anti kritik sehingga timbul pengancaman terhadap wartawan. Awalnya saya mencoba memahami dan membawa diam, harusnya dia meminta Dewan Pers untuk memberikan Hak Jawab bukan anceman terhadap wartawan,” tegasnya.

Sementara itu, Sajekti Rubiyah selaku Kasubag Humas Sekretariat Daerah Pemerintah Kota Bekasi ketika dikonfirmasi pada Senin (7/10) lalu mengatakan bahwa keberangkatan ke China terkait Lingkungan Hidup.

Sedangkan Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kota Bekasi, Iwan Nendi Kurniawan menyesalkan adanya pengancaman terhadap seorang pekerja jurnalistik (wartawan) yang dilakukan Lurah Pekayon, Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (16/11/2019).

Iwan mengatakan, jika keberatan dengan sebuah berita narasumber diberi celah untuk melakukan bantahan yakni hak jawab atau somasi melalui Dewan Pers (DP) seperti yang diatur dalam Kode Etik Jurnalistik.

“Jadi, ada salurannya untuk itu, bukan dengan cara mengancam. Terlebih lagi, wartawan yang bersangkutan sudah berusaha untuk mengkonfirmasi yang bersangkutan,” jelas Iwan.

Dia menjelaskan, ancam-mengancam pada wartawan sudah tidak cocok dilakukan apalagi oleh seorang pejabat birokrasi. Kan bisa minta hak jawab melalui Humas Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, kalau kepada media yang bersangkutan.

“Selama ini kan Humas Pemkot Bekasi menjadi corong Pemerintah Daerah untuk menjawab hal-hal yang ditulis seorang wartawan. Saya berharap Walikota Bekasi Rahmat Effendi, harus menegur siapapun pejabat dilingkup Pemkot Bekasi yang melakukan ancaman pada pekerja media,” pungkasnya. (Red)

Ayo Komentar