Carsa Hamdani, Ketua PRABU Desa Burangkeng, Yang Peduli Terhadap Pelesatarian Lingkungan Hidup

0
310

BEKASI, MediaGaruda.co.id – Persatuan Pemuda Burangkeng Peduli Lingkungan disingkat PRADU Pimpinan Carsa Hamdani mendukung rencana kegiatan penghijauan yang akan dilaksanakan di sekitar tempat pembuangan akhir (TPA) Sampah Burangkeng (TPA Burangkeng) Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi pada Minggu, 17 November 2019 besok.

Kegiatan penghijauan disekitar TPA Burangkeng ini digagas oleh SMAN 86 Jakarta, Kawali Jabar, Karang Taruna, Aliansi Ormas Kabupaten Bekasi, Jajaka Nusantara, warga sekitar TPA Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi, termasuk organisasi PRABU Pimpinan Carsa Hamdani atau yang biasa dipanggil Karsa kepada Media Garuda.co.id pada Kamis (14/11/2019).

Pada saat saat wawancara tadi Karsa Ketua PRABU Desa Burangkeng juga didampungi sejumlah pemuda dan pengurus Karang Taruna di Desa Burangkeng, Setu, Kabupaten Bekasi.

Carsa menambahkan bahwa para pemuda dan pemudi yang tinggal di sekitar TPA Burangkeng diharapkan memiliki kepeduli tinggi terhadap pelestarian lingkungan hidup sekitar, caranya dengan berpartisipasi pada kegiatan penanaman pohon untuk penghijauhan, agar lingkungan hidup desa Burangkeng, sehat bagi tempat hunian.

Carsa pemuda warga Desa Burangkeng, kelahiran 25 April 1986 itu, mengaku bahwa dirinya terpanggil ikut melestarikan lingkungan hidup dan membenahi pengelolaan sampah di desanya.Seperti, seperti kebersihan dan sanitasi, perbaikan drainase, perbaikan jalan menuju TPA sampah Burangkeng dan pengelolaan sampah, serta kegiatan kepemudaan lainnya, seperti olah raga.

Dia mengaku sudah beberapa tahun terlibat dalam berbagai kegiatan pemeliharaan lingkungan hidup di desanya, yaitu Desa Burangkeng. Berbagai aktivitas pelesatarian lingkungan itu dia lakukan untuk memperbaiki lingkungan hidup di desanya, yaitu Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi yang saat ini menjadi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Kabupaten Bekasi.

“Sebagai warga Burangkeng kita harus peduli dengan pelestarian lingkungan hidup dan caranya dengan melakukan menanam pohon sebanyak-banyaknya.

“Alasannya, lokasi tempat pembuangan sampah ada di Desa Burangkeng dan warga Desa Burangkeng harus sehat, walaupun tempat tinggal atau rumahnya berdekatan langsung dengan TPA Burangkeng. Disamping itu, alasan lain, karena pepohonan yang hijau dapat berguna untuk pengendalian udara.

“Dan semakin banyak pohon hijau kita tanam, maka kualitas udara Desa Burangkeng akan semakin sejuk dan indah dan Desa Burangkeng akan menghijau… “kata Carsa.

Penghijauan dengan menanaman pohon ini juga mendapat dukungan dari para pemuda Desa Burangkeng terhadap himbauan pemerintah. Dan juga sebagai upaya membangun kesadaran dan gerakan tanam pohon sebanyak-banyaknya yaitu di Desa Burangkeng.

Carsa mengaku bahwa telah melakukan pendekatan pada pengelola TPA Burangkeng, bersama rekan-rekannya yang tergabung dalam wadah Karang Taruna. Serta meminta agar sampah di TPA Burangkeng, dapat dikelola dengan benar sesuai perundang-undangan persampahan, tujuannya agar dampak buruk sampah selain agar tidak merusak lingkungan, juga agar tidak mengganggu kesehatan warga yang tinggal disekitar TPA Burangkeng.

TPA Burangkeng selanjutnya agar ditata sesuai standar pengelolaan tempat pembuangan sampah yang benar, sesuai Undang-Undang Nomor 8 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Agar ramah lingkungan, seperti di-cover-soil, dibuat pembuatan dan diperbaiki drainase-nya.

“Serta jalan-jalan operasional TPA Burangkeng, pembenahan dan pengoperasian IPAS, perluasan lahan, pengolahan sampah dan pembuatan pagar hijau dan penghijauan sekeliling TPA Burangkeng,”harap Carsa

Bahwa saat ini para pemuda Desa Burangkeng dimana TPA Burangkeng berada, semakin semakin sadar dan terbuka, bahwa wilayah Desanya akan berkembang pesat menjadi kota.

“Karena adanya pembangunan dua jalan tol. Kemudian akan tumbuh berbagai sektor pembangunan, industrialisasi dan jasa modern.

“Maka dari sekarang ini para Pemuda Desa Burangkeng harus mempersiapkan diri menghadapi tatangan tersebut,”kata Carsa.

Saat ini Carsa bersama teman-temannya para pemuda dan pemudi Desa Burangkeng juga telah membentuk organisasi PRABU, dengan pendampingan sejumlah aktivis lingkungan daerah dan nasional. Seperti Koalisi KAWALI Indonesia Lestari, Koalisi Pemantau Plastik Ramah Lingkungan Indonesia (KPPLI), Koalisi Persampahan Nasional (KPNAS), Asosiasi Pelapak dan Pemulung Indonesia (APPI).

“PRABU harus bersiap diri menghadapi perubahan-perubahan sosial budaya, ekonomi, lingkungan hidup dan persampahan,”kata Carsa.

PRABU saat ini sudah menjadi networking lembaga lingkungan dan persampahan tingkat daerah dan nasional. Sehingga komitmen dan integritasnya harus menjadi gerakan daerah dan nasional.

“Meskipun gerakan lingkungan dan berasal dari Desa Burangjeng, yang sama persis namanya dengan TPA Burangkeng,”kata Carsa.

Tetapi untuk memperbanyak wawasan pengetahuan tentang kebijakan dan peraturan perundangan, Carsa dan kawan-kawannya para pemuda dan pemudi Desa Burangkeng saat ini mengaku, semakin tekun membaca UU No. 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Sampah, UU No. 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah.

Selain itu kata Carsa, juga mengaku aktif dalam diskusi-diskusi dan pertemuan rutin membahas tentang advokasi pengelolaan lingkungan dan sampah yang difasilitasi oleh KPNAS dan APPI.Disamping itu Carsa sekarang ini juga tercatat sebagai salah satu mahasiswa pada fakultas hukum disalah satu universitas swasta. (Red).

Ayo Komentar