PMII, Mengkutuk dan Menolak Keras Perilaku Menyimpang “Crosshijaber”

0
4

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Dewantara, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (F-KIP) Universitas Islam’45 (UNISMA) Bekasi mengadakan kajian isue mutakhir, terkait “Crosshijaber ” atau perilaku menyimpang laki-laki yang secara orientasi seksualnya mereka normal. Tetapi senang mengenakan hijab/jilbab perempuan, umumnya bercadar, dan senang berkerumun dengan perempuan-perempuan lainnya. Misalnya dalam ibadah sholat, mereka ini memilih ada di barisan shaf untuk perempuan, kemudian buang air di toilet perempuan, dan lain-lain.

Diskusi yang diikuti oleh 18 pengurus Rayon PMI, bertindak sebagai pemantiknya sekaligus Pembina Rayon-nya Ricky Erviantara, berlangsung di di Masjid YPI 45 Bekasi. Pada hari Kamis tanggal 17 Oktober 2019, mulai pukul 14.00wib sampai pukul 17.25wib.

Diskusi membahas soal perilaku menyimpang Crosshijaber itu, berlangsung cukup lama. Karena memang diskusinya sendiri berjalan agak sengit, dengan banyaknya pendapat dari para Pengurus Rayon PMII yang kontradiksi pada setiap point-point penting pembahasannya.

 

KESIMPULAN DISKUSI

Diakhir diskusi, semua pendapat dirangkum dengan kesimpulan yang sudah disepakati bersama.

Pembacaan kesimpulan diskusi Pengurus Rayon PMII Dewantara, FKIP UNISMA Bekasi, diwakili Ketua Rayon, yaitu Guntur Pamungkas menyatakan sikap PMII soal Crosshijaber tersebut ;

1. Menolak keras perilaku menyimpang crosshijaber, yang dapat menyebabkan banyak dampak negatif, baik bagi si pelaku maupun bagi orang lain yang bisa saja menjadi korban asusila dari pelaku Crosshijaber itu sendiri.

2. Mengutuk keras pelaku Crosshijaber yang jika dilihat melalui Perspektif Agama, Perspektif Moral, dan Perspektif Pendidikan, telah melakukan kesalahan besar.

3. Mengajak Pemerintah Kota Bekasi agar lebih gencar lagi dalam menyelenggarakan dan mensosialisasikan tentang pentingnya pendidikan karakter, khususnya bagi anak2 usia dini. Sebagai upaya preventif agar penyimpangan-penyimpangan sosial, seperti ini atau sejenisnya tidak terjadi lagi di kemudian hari.

Selain itu, diskusi tersebut juga untuk mempersiapkan anggota Rayon, Aziz Abdul Karim, sebagai Bakal Calon Ketua HIMASDA FKIP UNISMA Periode 2019-2020.(Red)

Ayo Komentar