Gubernur Jabar, Sholat Shubuh Keliling Di Kota Bekasi

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Ridwan Kamil, ST, M.UD (Kang Emil) mengisi tahun baru 1 Muharam 1441H /Minggu 1 September 2019 dengan sholat subuh keliling bersama ratusan umat Islam Kota Bekasi di Masjid Nurul Iman KH.Noer Alie, di Jalan Ahmad Yani, Margajaya, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Minggu (1/9) tadi pagi.

Kegiatan subuh keliling Gubernur Ridwan Kamil tadi pagi, juga dihadiri oleh para alim ulama Kota Bekasi, seperti KH.Ahmad Shidiq (Ketua DMI Provinsi Jawa Barat dan Ketua DMI Kota Bekasi), KH Zamakhsyari Abdul Majid (Ketua Majelis Ulama Kota Bekasi), KH Madinah (Ketua Tanfidz Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Bekasi), KH Mir’an Syamsuri (Rois Syuriah PC Nahdlatul Ulama Kota Bekasi, terlambat datang), Perwakilan Pengurus BAZNAS Kota Bekasi, Para Ketua DMI Tingkat Kecamatan se Kota Bekasi dan Ketua DPC Ormas MKGR Kota Bekasi, Machrul Falak H, ST,.

Gubernur Ridwan Kamil  dalam sambutannya menyatakan ingin menyamaikan atau meng-update berita baik.

Pertama, pada tahun ini ada Rp 15 Milyar dianggarkan APBD Provinsi Jawa Barat sudah disiapkan, untuk program kampung hafidz Qur’an, dimana anak-anak setiap Kampung se Jawa Barat, mendapatkan bea siswa untuk program menghafal kitab suci Al-Qur’an.

“Silahkan para santri/santriwati peserta program ini, untuk belajar di Pondok Pesanten Hafidhoh Qur’an yang terdekat dengan lokasi tinggalnya.Yang penting Pondok Pesantren Hafidhoh Qur’an ini memiliki sarana dan prasarana serta tenaga mengajar yang berkompeten, untuk mendukung program beasiswa santri atau santriwati Kampung Al-Qur’an ini,”ungkap Gubernur Ridwan Kamil.

Kedua, Gubernur Ridwan Kamil menjelaskan tahun ini ada dana Rp 120 Milyar dari APBD Provinsi Jawa Barat untuk dapat dipinjamkan kepada umat muslim, melalui para pengurus DMI atau DKM Masjid di seluruh Provinsi Jawa Barat. Persyaratan untuk bisa mendapatkan pinjman program ini, umat muslim tersebut mesti bisa membaca kitab suci Al-Qur’an.

Karena itu Gubernur Ridwan Kamil menitipkan pesan agar Masjid dapat menjadi pusat ekonomi umat (Program Masjid Sejahtera,Red), tujuan program ini agar masyarakat tidak terjeprat dengan rentenir. Sebab umumnya selama ini, ternyata masyarakat di Jawa Barat itu, menghutang uang kepada rentenir itu, semata mata karena kemudahannya dan bukan karena bunganya yang tinggi,

“Saya sudah sarankan kepada Bank Jabar Banten (BJB) agar menyalurkan program pinjaman kepada para jamaah masjid ini, dengan ker-koordinasi oleh para pengurus DMI atau Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), anggota jamaah masjid tahun ini ada sekitar 17.000 orang, akan mendapatkan pinjaman program ini,”kata Ridwan Kamil.

Terkait persyaratan bagi calon peminjam anti, tentunya harus bisa membaca Al-Qur’an. Dengan program itu, diharapkan diharapkan lima tahun mendatang, tidak ada lagi warga Provinsi Jawa Barat yang tidak bisa membaca Al Qur’an lagi,”harap Ridwan Kamil.

Ketiga, Gubernur Ridwan Kamil mengharapkan kedatangannya di Kota Bekasi pagi tadi itu, dia juga ingin menghilangkan kesalah pahaman atau Miss Komunikasi, dan mendoakan agar kita umaroh dan umat ini, agar bisa menjaga lisan. (wa’tawas saubil haq, wartawal saubil sober,Red) dan yang penting, yang didepan mata, yang diurus atau kerja apa adanya.

Ke-empat, Gubernur Ridwan Kamil yang juga seorang arsitek setiap bulan kedatangan orang asing untuk berkonsultasi tentang pembangunan masjid di Eropah, salah satunya dari Slovia. Disana (Eropah,Red) saat ini sedang terjadi  datangnya cahaya “Islam”. Sebab, di Eropah sekarang banyak orang non muslim menyatakan diri masuk Islam. Buktinya rentang 40 tahun terakhir ini sudah ada penambahan 3 juta, orang non muslim, yang menyatakan masuk serta menjadi pemeluk agama Islam.  Sebab, di Eropah itu, saat ini yang terbanyak warganya itu tidak beragama alias Ateis. Karena tidak beragama orang Eropah itu,  karena menghadapi berbagai persoalan hidup, sehingga stress.

“Ternyata jawaban  dari banyaknya permasalahan masnusia di Eropah itu,  jawabannya pemecahan permasalahannya tersebut ada dalam agama Islam.Karena itulah kenapa banyak masyarakat Eropah hari ini banyak yang pindah agama dari non muslim, menjadi muslim,”kata Ridwan Kamil.

Karena itu, Gubernur Ridwan Kamil juga berharap adanya pelatihan bahasa Inggrish untuk para ulama Jawa Barat, dan ulama mesti menguasai tiga bahasa yaitu  Bahasa Indonesia, Bahasa Arab dan Bahasa Inggrish, sebagai sarana komunikasi dakwah agama Islam. Tahun 2019 ini, dari program ini sudah ada 30 orang ulama lulus terbaik dari program, dan diharapkan ada yang dari ulama Bekasi.

“Pada bulan November 2019 mbesok, rencananya akan saya kirim ulama Jawa Barat lulusan terbaik program ini untuk dikirim ke Eropah, disana untuk khusus mengajarkan agama Islam. Dan kedepan lewat program ini, kita tunjukkan perdamaian di Eropah,”ajak Gubernur Ridwan Kamil.

Gubernur Ridwan Kamil,juga melaporkan sejak menjadi Gubernur Jawa Barat baru 11 bulan lalu, biasanya pada tahun pertama itu, programnya menanam, tahun kedua, memupuk dan pada tahun ketika baru memanen.

Tahun ini Kota Bekasi mendapatkan anggarannya membangun buat Gedung Pemuda dan Program Kalimalang.

Ridwan Kamil mengaku bahwa dia kerja itu dasarnya Al-Qur’an, surat Al-Imron ayat 26, kerja itu niatnya mesti ibadah, kekuasaan bukan tujuan akhir dan ketiga dia ingin bermanfaat bagi orang lain, dan jabatan dunia bukanlah segala-galakanya.

Yang dia sampaikan tersebut diatas bukanlah “Tausiah” tetapi tetapi meng-update kabar baik.

Gubernur Ridwan Kamil juga menjelaskan bahwa pada tahun 2045 nanti Indonesia, akan menjadi negara besar, dan syaratnya, agar kita semua agar dapat menahan diri dan tidak bertengkar.

“Yang menjadikan kita tidak besar alias Indonesia gagalmenjadi negara besar tahun 2045 nanti, itu karena kita bertengkar, dan marilah cari persamaan, sebab kalau ngomongin politik itu tidak akan ada habisnya.”kata Ridwan Kamil.

Sementara itu, Ketua DMI Kota Bekasi dan Ketua DMI Provinsi Jawa Barat, KH. Ahmad Shidiq dalam sambutannya sebelumnya, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Bapak Gubernur Provinsi Jawa Barat hari ini ke Kota Bekasi. Hal itu, bukti atas kepedulian Gubernur Jawa Barat kepada warga Kota Bekasi dan kepada DMI Provinsi Jawa Barat dan Kota Bekasi.
Kiai Ahmad Shidiq juga mengajak kepada seluruh umat Islam dan warga Kota Bekasi agar dapat mendukung program Pemerintah Jawa Barat, salah satunya adalah “Juara Lahir Batin”.
Dan, ketika Gubernur Jawa Barat menjadi Walikota Bandung, pernah mendapat Piala Adipura, dan sekarang ini, mari kita dukung dan menghantarkan Provinsi Jawa Barat, agar mendapatkan Piala Adipura yang sebenar-benarnya.
“Karena itu, saya mengajak warga Kota Bekasi, dan seluruh warga serta pengurus DMI se Provinsi Jawa Barat dan se Kota Bekasi, untuk ikut mengajak para jamaahnya agar menjaga kebersihan lingkungan, dengan menanam pohon agar tampak asri. Dan tidak membuang sampah sembarangan alias membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan,”pesan Kiai Ahmad Shidiq.
Dan Kiai Ahmad Shidiq juga menyatakan, bahwa kita ini butuh pemimpin yang responsif, atau responnya cepat, ketika ada ulama, perlu berkomunikasi atau ingin menghubungi.

“Seperti Bapak Gubernur Jawa Barat ini, soal sewa kantor DMI Provinsi Jawa Barat, beliau juga responnya cepat, pada saat kita (para ulama,Red) menghubungi beliau. Pemimpin itu, semestinya seperti Bapak Gubernur Jawa Barat ini yang dibutuhkan oleh ulama, karena kalau dihubungi responnya cepat.

“Dan tidak seperti pemimpin yang lain, dan mohonlah jadi pemimpin itu, ketika dihubungi ulama agar tidak sulit dan janganlah dua hari WA ulama itu baru dibaca,”ungkap Kiai Ahmad Shidiq.

(MG 06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Add Friend

Ayo Komentar

Artikel Lainnya :

  1. Pemerintah Keluarkan Perpres Untuk Tingkatkan Standar Pelayanan Perizinan
  2. Presiden Jokowi Targetkan Bendungan Karian di Banten Selesai 2019
  3. Presiden Jokowi : “Selamat Jalan Sang Pionir”
  4. Lebih Rendah Dibanding Inflasi Juli 2017, BPS Catat Deflasi 0,07 Selama Agustus
  5. Menkum HAM Minta Copot Kalapas Batu Nusakambangan
<