Demi Bekasi Bersih Korupsi, Demo Mahasiswa dan Pemuda Rela Bentrok Dengan Satpol PP dan Polisi

0
370

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Demo puluhan perwakilan mahasiswa dan pemuda Kabupaten Bekasi saat Peringatan HUT Kabupaten Bekasi ke 69, Kamis 15 Agustus 2019 hari ini. Para mahasiswa dan pemuda Bekasi rela bentrok dengan Satpol PP dan Polisi demi Kabupaten Bekasi agar bersih dari berbagai praktek korupsi.

Demo mahasiswa dari berbagai kampus di Bekasi tadi, berasal dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STEBI, BEM kampus Elghazi, BEM kampus Pancasakti, BEM kampus Meta Industri, MAPALA,Himatel 10 org, STIE Pelita Bangsa Garis keras, BEM STT Duta Bangsa, BEM STIE Pertiwi, BEM kampus STIMIK, BEM kampus MIC dan Elemen Pemuda Kabupaten Bekasi.

Sekitar pukul 11.00wib para pendemo sampai di Pintu Pemkab Bekasi, di Komplek Pemkab Bekasi, di Kawasan Deltas, Cikarang Pusat. Para pendemo sampai di Pemkab Bekasi langsung menggelar spanduk tuntutan dan berorasi. Mereka pada orasinya minta bisa bertemu langsung dengan Bupati Bekasi Eka Supriatna,SH agar bisa menyampaikan 7 point tuntutannya.

Kronologi terjadinya bentrok antara para pendemo dengan pihak Satpol PP dan Polisi tadi, berawal, sekitar pukul 12.15wib tiba-tiba pintu Pemkab Bekasi yang sejak awal kedatangan para pendemo, tertutup rapat bagaikan penjara Guatemala. Ternyata tiba-tiba terbuka sedikit, dan entah dibuka oleh siapa?

Dengan terbukanya pintu Pemkab Bekasi itu, maka langsung dimanfaatkan oleh para pendemo untuk menerobos masuk ke halaman Pemkab Bekasi. Baru beberapa langkah pendemo menapakkan kakinya, dihalaman Pemkab Bekasi. Secara bersamaan dan tiba-tiba Satpol PP dan Polisi langsung bersama-sama mendorong pendemo keluar pintu Pemkab Bekasi.

Akhirnya pendemo-pun terdorong keluar pagar Pemkab Bekasi. Tetapi anehnya, pihak Satpol PP dan Polisi ternyata mereka belum puas, keluar dari dalam halaman Pemkab Bekasi terus mengejar para pendemo. Walupun saat itu posisi pendemo berada diluar pagar Pemkab Bekasi dan pendemo juga tidak melakukan aksi demo anarkis, misalnya membakar ban mobil bekas.

Akhirnya bentrok-pun terjadi, berawal dari keinginan Satpol PP ingin merebut bendera merah putih yang dipegang oleh pendemo sejak awal berdemo. Akibatnya beberapa pendemo terluka, dan satu orang pendemo bernama Adi Taryanto (24 tahun) mahasiswa semester 6, mahasiswa STEBI Global Mulia, kampusnya di Pasir Gombong, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Mengalami luka-luka dibagian perut, diduga karena terinjak-injak. Karena kesakitan, sehingga diangkut dengan ambulan Pemkab Bekasi ke Poliklinik untuk mendapatkan pengobatan.

Pukul 14.04wib Bupati Bekasi Eka Supriatna mengutus asisten pribadinya bernama Rangga, untuk menemui para pendemo. Pada pertemuan dengan Aspri Bupati tadi didapatkan kesepakatan bahwa aspirasi para pendemo yang ditulis pada surat yang berjudul, “BEKASI BERSIH, Apakah Benar Benar Bersih?  Dan berisi 7 point tuntutan dibawah ini, dijanjikan suratnya akan sampai dan dibaca oleh Bupati Bekasi, Eka Supriatna.

Soal dari 7 point tuntutan tersebut, point yang mana saja akan dikabulkan oleh Bupati Bekasi Eka Supriatna. Jawaban kepastiannya pada hari Senin atau Selasa pekan depan.

Sedangkan 7 point tuntutan, pendemo saat HUT Kabupaten Bekasi ke 69, tadi, adalah :

1. Mendesak Pemkab Bekasi agar membentuk Konsultan AMDAL sesuai UU No.32 thn 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

2. Mendesak Pemkab Bekasi agar membuat Balai Latihan Kerja di 23 kecamatan.

3. Mendesak Pemkab Bekasi agar membangun folder air dituap desa terdampak kekeringan.

4. Mendesak Pemkab Bekasi agar membuat Perbup yang mengatur jam operasional truks.

5. Mendesak Pemkab Bekasi agar membuat program beasiswa untuk mahasiswa dari alokasi APBD Dispora.

6. Mendesak Pemkab Bekasi agar membangun alun alun dan/atau Kan Mark Kab Bekasi.

7. Mendesak Pemkab Bekasi agar mengisi kekosongan SKPD agar pelayanan publik lebih optimal.

(MG 06).

Ayo Komentar