BEKASI BERSIH, Apakah Bekasi Benar Benar Bersih?

0
88

AGITASI :

“Pergerakan rakyat timbul bukan karena pemimpin bersuara, tetapi pemimpin bersuara karena ada pergerakan.”
~Muhammad Hatta

69 tahun sudah umur Kabupaten Bekasi, Bekasi sudah Bukan Bekasi Baru lagi dan juga Bekasi tidak Bersih. Antitesa nya adalah Bekasi bisa Bersih jika ada Political Will Kepala Daerah untuk mewujudkan Good Government dan Good Governance yaitu Pemerintahan Baik dan Bersih hal ini bertolak belakang dengan sejak berdirinya Kabupaten Bekasi sudah Puluhan Kasus Korupsi terbukti dan Puluhan Pejabat-Aparatur Negara mendekam di Jeruji Besi. mulai dari kasus pungli, potong honor, pagar kejari, dana desa, kredit macet BTN, incenerator, hingga suap perijinan Meikarta hingga puluhan milliar rupiah. Inikah yang dikatakan Bekasi Bersih dari Praktek KKN? Belum soal tata kelola sampah di TPA Burangkeng, Kondisi Infrastruktur, Hitamnya kali, banyaknya TPS liar dan lain-lain. Inikah yang dinamakan Bekasi Bersih lingkungan dan infrastrukturnya?

Paska dilantiknya Bupati Bekasi yang baru Eka Supriatmaja menggantikan posisi Neneng Hasanah Yasin yang mengundurkan diri karena terjerat kasus suap mega proyek Meikarta. Di sisa-sisa kepemimpinan Bupati yang memiliki visi dan misi Bekasi Bersinar (Berdaya saing, Sejahtra, Indah, dan Ramah lingkungan) belum ada langkah/terobosan yang memang mengarah ke arah perbaikan Kabupaten Bekasi. Sejauh mana amanah RPJMD dijalankan?

Faktanya, Kekeringan panjang. Daerah cibarusah dan sekitar nya mengalami kekeringan panjang. Sudah menjadi agenda tahunan selama musim kemarau masyarakat kekurangan air bersih.Tindakan kongrit apa yang pemerintah lakukan yang untuk menangani bencana tersebut.Sumur bor??? Sudah sejauh mana dan seberapa efektifkah untuk mengurai bencana kekeringan tersebut. Pengiriman air bersih??? Sampai kapan itu akan terus di lakukan dan seberapa tepatkah itu di terapkan. Kabupaten Bekasi bukan kota tadah hujan. Karena pada dasar nya dimana ada air disitu lah ada kehidupan.adapun mata air atau pun sungai,masih layak kah untuk di konsumsi ?

Belum lagi, Pencemaran Dan Pengrusakan lingkungan Air merupakan sumber kehidupan setiap manusia. tanpa air manusia bisa apa? Menggunakan Jasa PDAM? Untuk kaum menengah ke atas mungkin itu bukan suatu masalah besar, tapi apa kabar kaum menengah kebawah? Sudah sejauh mana pemerintah memperhatikan itu, di tambah lagi Pencemaran lingkungan di wilayah Bekasi sudah semakin meluas setiap tahun nya, bisa di katakan hampir semua terdampak, seperti hal nya sungai-sungai di kabupaten bekasi, salah satu nya sungai cilemah abang, kerusakan hutan bakau , hutan mangroove muara gembong, dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kehutanan Kabupaten Bekasi mengatakan ada 10 sungai yang Teridentifikasi terdampak pencemaran limbah diantaranya Sungai Citarum, Sungai Cibeet, Sungai Cipamingkis, Sungai Cikedokan, Sungai Ciherang, Sungai Cikarang, Sungai Bekasi, Sungai Balacan, Sungai Cikarang Bekasi Laut (CBL), dan Sungai Belencong.

Adapun dampak dari penceraman lingkungan di Muara Gembong, berdapak pada salah satu satwa yang spesiesnya hampir punah yaitu Lutung Jawa yang semakin berkurang. Kabupaten Bekasi punya hutan Mangroove bukan cuma hutan pabrik dan beton.

Berikutnya, Pungli (pungutan liar) yang semakin hari semakin di anggap tabu dan biasa. Membuat masyarakat awam sulit untuk bergerak sesuai prosedur yang baik dan benar. Sejauh mana pemerintah memproses penindakan terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut. Contoh kecil : di sekolah-sekolah, instansi-instansi, di jalan raya, dan lain-lain. Adanya oknum karena ada nya kesempatan,ada nya pemerintah yang punya wewenang dan kebijakan sudah seharusnya paham dan tau tindakan pencegahan maupun tindakan tegas yang benar-benar bisa di rasakan dampak positif nya oleh masyarakat.
Selanjutnya, Pengangguran tiap tahun pengangguran di Kabupaten Bekasi semakin bertambah, Kepala dinas tenaga kerja Kabupaten Bekasi mengatakan “tercatat data sementara pengangguran di kabupaten bekasi sebanyak 172.412 pengangguran,angka itu di dapat dari tahun 2017 sampai maret 2019 ini” , dengan lapangan pekerjaan yang kurang seimbang dengan jumlah pencari kerja nya. Kabupaten Bekasi merupakan kota industri terbesar di Asia Tenggara yang memiliki ±20 Kawasan Industri dan 6.000± perusahan yang ada di bekasi. apakah tidak mampu untuk menyerap tenaga kerja lokal?

Selain itu, Kemacetan dan Infrastruktur Kecelakaan di jalan raya terjadi bukan karena sebab, salah satu nya kemacetan di jalan raya. Dengan bertambah nya kendaraan yang tidak di imbangi dengan fasilitas umum yang memadai seperti penerangan jalan yang minim, rambu-rambu lalu lintas yang kurang, jalan rusak dan berlubang, tambah lagi kendaraan-kendaraan besar yang melintas di jalan raya tidak sesuai jadwal atau pun jam operasionalnya.

Seorang revolusioner dari iran pernah mengatakan:

“Jika kau mampu merasakan derita berarti kau hidup. Jika kau merasakan derita orang lain berarti kau MANUSIA.”

~Ali Syariati

Dari penggalan kata diatas kita seharusnya lebih peka dan peduli terhadap kondisi sosial yang terjadi di sekeliling kita. Pemerintah daerah seakan-akan tidak perduli terhadap rakyatnya. Padahal dengan bertambahnya umur Kabupaten Bekasi yang ke 69 seharusnya menjadi tempat muhasabah para pejabat khususnya Bupati Bekasi, orang nomor satu di Kabupaten Bekasi bisa bergerak secara optimal dalam menuntaskan semua persolan ini.

Jika Bupati tidak mampu mengemban tanggung jawab menjadi orang nomor satu di daerah Kabupaten Bekasi lebih baik mundur saja dari jabatannya. Karena masyarakat Kabupaten Bekasi membutuhkan sosok pemimpin yang bisa bekerja cerdas dan tuntas agar semua persoalan di Kabupaten Bekasi segera terselesaikan. Untuk itu kami mendesak kepada Bupati:

1. Mendesak Pemkab Bekasi agar membentuk Konsultan Amdal sesuai amanah UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

2. Mendesak Pemkab Bekasi agar Membuat Balai Latihan Kerja di 23 kecamatan.

3. Mendesak Pemkab Bekasi agar Membangun Folder air ditiap desa terdampak kekeringan.

4. Mendesak Pemkab Bekasi agar Membuat Perbup yang mengatur jam operasional truk.

5. Mendesak Pemkab Bekasi agar membuat Program Beasiswa untuk Mahasiswa dari alokasi APBD Dispora.

6. Mendesak Pemkab agar membangun alun-alun dan/atau land mark Kabupaten Bekasi.

7. Mendesak Pemkab agar mengisi ke kosongan SKPD agar pelayanan publik lebih optimal.

Adanya kami disini bukan tanpa sebab, tapi ada nya kami disini karena akibat. Akibat kelalaian pemerintah dalam menjalankan tugas nya sebagai pemegang jabatan tertinggi di wilayah Kabupaten Bekasi. Maka kami mendesak kepada Bupati Bekasi untuk segera menyelesaikan persoalan ini dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Menyetujui,
Bupati Bekasi

H.Eka Supriatmaja.S,H

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan

Dituduh subversif dan mengganggu keamanan

Maka hanya ada satu kata, L A W A N!!!

Oleh : Fachri Pangestu (Presiden Mahasiswa Kampus Pelita Bangsa Kabupaten Bekasi/ Koordinator Lapangan Aksi Demo Mahasiswa-Pemuda Bekasi di Halaman Pemkab Bekasi, Kamis 15 Agustus 2019).

Ayo Komentar