SP KEP SPSI Minta Lelang PT.FNG Dihentikan, Karena Diduga Ditawarkan Dibawah Harga Pasar

JAKARTA, MediaGaruda.Co.Id – Sekitar 1300 orang buruh PT. The First Nasional Glassware (PT. FNG) yang juga anggota serikat pekerja kimia energi pertambangan (SP KEP) SPSI. Melakukan aksi unjuk rasa (unras) secara damai didepan kantor pusat Bank ICBC, JL M.H. Thamrin No. 81, RT.1/RW.6, Dukuh Atas, Menteng, Kecamatan. Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa, 9 Juli 2019 siang ini.

Para buruh SP KEP KEP SPSI tadi datang melakukan aksi demo dengan berkonvoi menggunakan sepeda motor, dan mobil Komando yang dilengkapi dengan sound sistem penggeras suara. Para buruh dalam orasinya meminya agar proses lelang PT.FNG segera dihentikan, karena diduga ditawarka dibawah harga pasar. Dan jika proses lelang ini diteruskan maka, selain akan merugikan PT.FNG, juga akan merugikan buruh PT.FNG yang juga anggota SP KEP SPSI. Demikian dijelaskan oleh Saipul Anwar Pengurus PP SP KEP SPSI bagian advokasi kepada MediaGaruda.Co.Id.

Saipul Anwar melanjutkan bahwa tuntutan buruh PT.FNG. Pertama, agar BANK ICBC menghentikan proses lelang atas Tanah dan Bangunan Pabrik SHGB 194 dan SHGB 215 PT. FNG yang diduga dilakukan dibawah harga pasar. Sebab, jika proses lelang ini diteruskan maka, dampaknya dapat merugikan hak-hak pekerja PT. FNG yang terdampak putusan pailit.

Menurut Saipul Anwar bahwa, berdasarkan informasi dari website Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, bahwa Bank ICBC selaku pemegang Hak Tanggungan dengan bantuan PT. Central Asia Balai Lelang, TELAH MENGUMUMKAN LELANG PERTAMA atas Tanah dan Bangunan Pabrik SHGB 194 dan SHGB 215 PT. The First National Glassware (dalam pailit), yang beralamat di Jl. Pulo Lentut No. 11 Kawasan Industri Pulo Gadung Jakarta Timur dengan nilai lelang sebesar Rp.197.000.000.000,- (seratus Sembilan puluh tujuh milyar rupiah), NILAI LELANG PERTAMA TERSEBUT HANYA SEBESAR 50,17% (lima puluh koma tujuh belas persen) dari harga pasar sebagaimana tertuang dalam proposal perdamaian tertanggal 6 Maret 2019, sebesar Rp.392.700.000.000,- (tiga ratus sembilan puluh dua milyar tujuh ratus juta rupiah);

Upaya menghentikan Lelang melalui negosiasi belum terrealisasi dan kegalauan pekerja belum hilang akibat penetapan nilai lelang yang jauh dibawah harga pasar, ternyata PT. Central Asia Balai Lelang, dalam unggahan di website-nya telah mengumumkan rencana lelang oleh Bank ICBC atas jaminan fidusia berupa mesin-mesin produksi, utilitas dan alat berat sebesar Rp.113.000.000.000,- atau sekitar 49,59% harga pasar sebagaimana nilai dalam proposal perdamaian sebesar Rp.227.850.000.000,-;

Dampak dari rencana lelang atas Tanah dan Bangunan Pabrik dibawah harga pasar (NJOP) dan lelang atas asset bergerak berupa mesin-mesin produksi dan utilitas oleh Bank ICBC tersebut, semakin menempatkan pekerja yang rata-rata telah bekerja diatas 15 tahun semakin terancam pemenuhan hak atas upah dan hak-hak lainnya yang seharusnya dibayar oleh PT. FNG (dalam pailit).

Putusan Pengadilan Niaga pada PN Jakarta Pusat No. 83/Pdt.Sus/ PKPU/2018/ PN.Niaga. JKT.Pst tertanggal 14 Maret 2019, telah menetapkan PT. FNG dalam keadaan pailit dengan segala akibat hukumnya. Diantaranya akibat hukum yang harus dilaksanakan yakni pembayaran Upah pekerja dan hak-hak lainnya sebesar Rp.95.905.850.293,- (sembilan puluh lima milyar Sembilan ratus lima juta delapan ratus lima puluh ribu dua ratus sembilan puluh tiga rupiah) terdiri dari:

  1. Kekurangan upah ± 700 Orang pekerja yang belum dibayarkan sebelum dan selama proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang;

  2. Kompensasi PHK akibat pailit terhadap ± 700 Orang

  3. Kompensasi PHK terhadap ±100 Orang pekerja yang telah sepakat untuk mengakhiri hubungan kerja sejak tahun 2017;

  4. Kompensasi PHK sesuai Putusan MA.RI No. 681K/PDT.SUS-PHI/2018 jo 265/Pdt.SUS-PHI/2017/PN.JKT.PST antara Abd Rohman, dkk (296 orang) melawan PT. FNG.

  5. Kompensasi PHK sesuai Putusan MA.RI No. 838K/PDT.SUS-PHI/2018 jo 313/Pdt.SUS-PHI/2017/PN.JKT.PST antara Suhartini (ahli waris Alm Sadikin) melawan PT. FNG;

  6. Kompensasi PHK sesuai Putusan MA.RI No. 660K/PDT.SUS-PHI/2018 jo 281/Pdt.SUS-PHI.G/2017/PN.JKT.PST antara Mubaroq S lawan PT. FNG;

  7. Kompensasi PHK sesuai Putusan MA.RI No. 501K/PDT.SUS-PHI/2017 jo 222/Pdt.SUS-PHI/2016/PN.JKT.PST antara Yanto Cahyanto lawan PT. FNG;

  8. Kompensasi PHK sesuai Putusan PHI pada PN Jakarta Pusat yang telah berkekuatan hukum tetap Nomor: 312/Pdt.Sus-PHI/2017/PN.JKT.PST antara Tri Raharjo, dkk (ahli waris Alm Cicih Warniasih) melawan PT. FNG;

Dengan adanya lelang yang ditengarai dibawah harga pasar tersebut, maka Para Pekerja eks PT FNG yang juga mempunyai hak atas kewajiban PT FNG (dalam pailit) akan kehilangan hak atau setidaknya berkurang, berdasarkan hal tersebut, aksi penyampaian pendapat dimuka umum secara damai ini dilakukan dengan tuntutan:

1) BATALKAN lelang dibawah harga Tanah dan Bangunan (NJOP) serta Mesin-mesin produksi PT.FNG (dalam pailit).

2) LAKSANAKAN AMANAT KONSTITUSI bahwa upah pekerja didahulukan pembayarannya, hasil lelang untuk MEMBAYAR UPAH & hak-hak pekerja.

3) Lawan segala tindakan yang mengarah pada dugaan akan mengorbankan hak Pekerja dan Keluarganya Hanya Untuk Kepentingan Pemodal;

“Untuk itu, kami juga mohon perhatian dari Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan maupun Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas permasalahan ini,”kata Saipul Anwar. (MG 06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Redaksi

Portal Berita Online MediaGaruda.Co.Id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *