Said Iqbal Kembali Tegaskan KSPI-FSPMI Tolak Revisi UU 13/2003 Tetang Ketenagakerjaan

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Ir.Said Iqbal kembali menegaskan, bahwa Konfederasi SP yang dipimpinnya menolak rencana Pemerintah dan DPR RI untuk merevisi undang-undang (UU) nomor 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dalam waktu dekat ini.

Hal itu disampaikan Said Iqbal kepada MediaGaruda.Co.Id, seusai menghadiri pembukaan Musyawarah Cabang (Muscab) FSPMI Bekasi, di hotel Sahid Jaya Lippo, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Sabtu (6/7/2019) sore.

Alasannya pertama, menurut Said Iqbal, momentum untuk merevisi UU 13/2003 pada saat ini waktunya kurang tepat. Karena waktunya sangat sempit dimana anggota DPR RI periode 2014-2019 segera habis masa bhaktinya alias telah memasuki waktu injuri time.

“Sehingga jika mau dipaksanakan untuk dilakukan revisi UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan pada waktu yang sangat sempit ini, maka sangat riskan terjadi proses transaksional alias jual beli pasal,”kata Said Iqbal.

Dia juga menjelaskan bahwa, apa yang menjadi konsentrasi perjuangan para buruh anggotanya di seluruh Indonesia pada saat ini adalah, bagaimana pemerintah hadir dan melindungi nasib buruh Indonesia ketika memasuki era industrialisasi 4.0 atau era robotisasi dalam waktu dekat ini.

“Sebab hal itu, sesuai amanat konstitusi UUD 1945 dan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan,”kata Said Iqbal.

Dan bukan seperti pada saat ini, dimana para buruh atau pekerja Indonesia, disuruh bersaing secara bebas dengan para tenaga kerja asing, tanpa perlindungan dari pemerintah.

“Karena itu kembali saya tegaskan bahwa Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia dengan ini menyatakan menolak revisi UU 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, yang akan dilakukan Pemerintah dan DPR RI dalam waktu dekat ini,”ungkap Said Iqbal.

Said Iqbal-pun juga menegaskan alasan lain kenapa KSPI menolak revisi UU 13/2003 dalam waktu dekat ini. Karena keinginan Pemerintah dan DPR RI untuk mengambil contoh sistem perlindungan Indonesia kedepan itu seperti apa, tidak jelas?

Kalau mau mencontoh sistem perlindungan buruh di Eropah, maka dengan ini saya katakan, bukan saya tidak setuju.

Tetapi perlindungan buruhnya itu harus utuh, seperti perlindumngan buruh di Eropah. Dan jangan hanya pasal-pasal yang menguntungkan pihak pengusaha saja yang diakomodir. Sedangkan pasal-pasal yang melindungi para pekerja atau buruh Indonesia, tidak akomodir dalam rencana revisi UU 13/2003 yang akan disahkan dalam waktu dekat ini.

Dan contoh yang paling mudah dimengerti, kata Saiq Iqbal adalah soal hak buruh Indonesia untuk mendapatkan jaminan pensiun saat hari tua saja. Ternyata-kan prosentase-nya atau nilainya pada saat ini sangat kecil sekali. Jika mau dibandingkan dengan hak pensiun para buruh di Eropah.

Dan jika mau dikupas lebih dalam lagi, maka akan lebih banyak lagi, bagaimana hak-hak buruh Indonesia yang semakin dikebiri dalam revisi UU 13/2003 yang baru nanti.

Karena itulah, menurut Saiq Iqbal, untuk menghindari keresahan para buruh diseluruh Indonesia.

“Sebaiknya Presiden Jokowi, segera memerintahkan Menteri Tenaga Kerja RI, untuk segera menghentikan rapat dengan DPR RI periode 2014-2019 dalam rangka membahas dan mengesahkan revisi UU 13/2003, yang saat ini sedang berlangsung dan diduga akan disahkan dalam waktu dekat ini,”kata Saiq Iqbal.

Kalau toh mau dibahas, tentang revisi UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan itu, sebaiknya, pemerintah menunggu para anggota DPR RI baru periode 2019-2024 yang akan dilantik dalam waktu tidak lama lagi.

“Disamping itu, jika mau dipaksakan revisi UU 13/2003 dalam waktu dekat ini oleh Pemerintah dan DPR RI, maka dapat dipasikan akan mendapatkan penolakan dari mayoritas buruh dan pekerja di seluruh Indonesia. Dengan melakukan aksi demo secara besar-besaran diseluruh Indonesia,”kata Said Iqbal menutup wawancaranya. (MG 06)

Media Garuda | Tajam, Inspiratif & Terpercaya

Redaksi

Portal Berita Online MediaGaruda.Co.Id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *