PMII Jangan hanya Terbesar Pada Kwantitas, Tetapi Juga harus Terbesar Pada Kualitas

0
87

BEKASI, MediaGaruda.Co.Id – Kegiatan halal bi halal, organisasi kemahasiswaan terbesar di Indonesia yaitu Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Bekasi, di Sekretariat PMII Kota Bekasi, pada Minggu (23/6) malam. Ternyata juga diisi dengan diskusi internal.

Pada diskusi internal itulah, para mantan Ketua PMII Bekasi (sebelum PMII Bekasi dipisahkan menjadi dua, cabang yaitu PMII cabang Kota Bekasi dan PMII cabang kabupaten Bekasi). Diminta memberikan kata sambutan, sekaligus berbagi saran dan pengalamannya pada saat memimpin PMII Cabang Bekasi, dan bagaimana PMII kedepan agar tetap jaya.

1). John Travolta, mantan Ketua PMII Cabang Bekasi dan mantan Ketua Komisariat STIE Pranata Indonesia menceritakan, bagaimana saat dia mencalonkan diri sebagai calon Ketua PMII Cabang Bekasi. Melalui rekomendasi dari lain yaitu dari Komisasiat PMII STIE Agus Salim, Cikarang, Kabupaten Bekasi, padahal itu bukan kampus dirinya menjadi mahasiswa dan menuntut ilmu.

 

2). Indra Lesmana, mantan Ketua PMII Cabang Bekasi era mantan Walikota alamarhum Ahmad Zurfaih menceritakan bagaimana ketika, dia menjabat Ketua PMII Cabang Bekasi sering melakukan berbagai demonstrasi, mengkritisi pembangunan Pasar Baru Bekasi, dan demontrasi lainnya mengkritisi kebijakan kepemimpinan mantan Walikota alamarhum Ahmad Zurfaih.

Tetapi yang perlu dibanggakan dari mantan Walikota Bekasi almarhum Achmad Zurfaih, adalah beliau sebagai Walikota Bekasi dari putra Bekasi asli (BA), tetapi beliau tidak pernah marah, dengan sikap kritis pengurus PMII Bekasi.

Kenapa, karena beliau berpendapat, bahwa para mahasiswa PMII Bekasi itu, adalan calon pemimpin masa depan bangsa dan calon pemimpin Bekasi, ketika suatu saat almarhum Ahmad Zurfaih tidak tidak menjabat menjadi sebagai Walikota Bekasi lagi.

“Kenapa hal ini, saya ceritakan kepada adik-adik PMII, karena kita ingin di Bekasi ini, lahir para pemimpin yang berjiwa besar, ketika menerima kritik-kritik tajam dari para mahasiswa PMII,”kata Indra Lesama.

 

3). Alit Jamaluddin, mantan Ketua PMII Bekasi berpesan agar kader PMII bisa menjadi kader yang imajenir, yaitu selain menjadi aktivis mahasiswa, juga konsent pada jurusan bidang kuliah yang diambilnya masing-masing. Mampu mengorganisasikan diri, sehingga menjadi intelektual organis.

Intelektualitas itu kata Alit, adalah bertemunya dialegtika dan intelektual. Contoh, kader PMII harus membiasakan diri dengan baca, diskusi dan aksi.

Sedangkan apakah itu karakteristik kader imajener, adalah mereka yang memiliki kepercayaan diri sebagai kader PMII dan sebagai intelektual dibidang keilmuannya masing-masing.

Alit Jamaludin juga menyinggung, bahwa demonstrasi saat ini bukan tidak efektif, dalam mengaktualisasikan diri, tetapi demontrasi mahasiswa itu, juga harus disertai dengan memberikan solusi konkrit, atau jalan keluar konkrit dari berbagai persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat.

“Jadilah kader pergerakan, didiklah rakyat dengan pergerakan dan didiklah penguasa itu dengan perlawanan,”kata Alit Jamaludin.

 

4). Mochamad Jufrie, mantan Ketua PMII Cabang Bekasi menyatakan bahwa pada saat ini sudah era keterbukaan, sehingga kader PMII harus mampu hadir disemua lini.

PMII juga harus ikut berperan dalam memecahkan berbagai persoalan masyarakat yang ter-marginal-kan, untuk itu kader PMII harus memiliki intelektualitas yang tinggi, dan mampu menjadi magnit yang besar di tengah tengah masyarakat.

“Artinya PMII bukan cuma hanya menjadi organisasi kemahasiswaan yang memiliki kader terbanyak diseluruh Indonesia, tetapi PMII juga harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh rakyat Indonesia dan seluruh manusia dimuka bumi ini,”ungkap Mochamad Jufrie.

Janganlah pernah lelah di PMII, karena sebagai organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia, kader- kader PMII harus berguna bagi bangsa dan negara. Dan jngan lupa agar kader PMII selalu mengambil ruang yang besar, dalam bergerak.

Kedepan juga perlu dipikirkan, adalah pasca sahabat-sahabat aktif di PMII, mau bergerak dimana, disamping juga harus tetap menjaga PMII ini, agar tidak diduduki oleh para penumpang gelap.

 

5. Mochamad Iqbal Islamy, mantan Ketua Pengurus PB PMII dan PMII Bekasi dan saat ini menjadi anggota Banwaslu Kota Bekasi. Berpesan agar PMII cerdas dalam membaca realitas kemasyarakat saat ini, yaitu siapa yang menguasai udara, dialah yang menguasai dunia.

Karena itu PMII yang sampai saat ini memiliki kader terbesar di seluruh Indonesia, baik dari kampus-kampus umum dan kampus-kampus agama Islam. Harus terus meningkatkan kualitas SDM anggotanya. Dengan tetap memperhatikan juga, soal corak setiap daerah, karena setiap daerah itu berbeda beda.

Bahwa kader PMII harus terus melakukan kajian intelektual, sebab dengan melakukan kajian intelektual itulah, PMII dapat terus bergerak, sebagai organisasi gerakan.

Kader PMII juga harus menjadi pakar ilmu dibidang jurusan kuliahnya masing-masing, agar PMII kedepan dapat terus bersinar dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Saat ini kita tahu bahwa kampus yang berjaya adalah kampus Universitas Gajah Mada (UGM).

“Dan kader PMII harus memiliki mimpi yang tinggi, bagaimana suatu saat nanti bisa menjadi mahasiswa yang berprestasi tinggi, seperti para mahasiswa UGM yang saat ini menduduki posisi penting di negeri ini,”ungkap Mochamad Iqbal Islamy. (MG 06)

Ayo Komentar